Minggu, Desember 16, 2018
Beranda blog

Tumpuhkan Tanah Bekas Galian Drainase Tak Kunjung Diangkat Wali Kota Marahi Kadis

Medan – Sumawa
Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi langsung memarahi Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan Khairul Syahnan ketika mendapati tumpukan tanah bekas galian drainase tidak diangkat di Jalan Sei Belutu, Kelurahan PB Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, Jumat (20/10) sekitar pukul 08.00 WIB.
Pasalnya warga sekitar selama ini mengeluh, sebab tanah bekas galian drainase tidak kunjung diangkat dan dibiarkan menumpuk di atas trotoar hingga badan jalan mulai persimpangan Jalan Sei Ular/Jalan Sei Belutu hingga persimpangan Jalan Sei Belutu/Jalan Setia Budi.
Selain mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tumpukan tanah itu dikhawatirkan akan masuk kembali dalam drainase yang telah selesai dikorek . Di samping itu setiap kali hujan deras turun, tanah bekas galian akan berubah menjadi lumpur sehingga mengotori Jalan Sei Belutu.
Begitu tiba di lokasi, wajah Wali Kota langsung berubah memerah setelah melihat tumpukan tanah bekas galian drainase tidak diangkat pelaksana proyek perbaikan drainase. Wali Kota kemudian menaiki tumpukan tanah yang menggunung sekaligus mengecek drainase yang telah selesai digali.
Bersamaan itu Kadis PU Kota Medan tiba di lokasi, Wali Kota pun tak dapat menahan amarahnya lagi. “Mengapa tanah bekas galian drainase ini tidak langsung diangkat dan dibiarkan menumpuk seperti ini. Wajar jika warga di sini mengeluh, lihat saja tumpukan tanah ini mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Saya minta sekarang juga diangkat!” kata Wali kota dengan nada tinggi.
Kadis PU hanya bisa tertunduk, kemudian Syahnan pun menghubungi anggotanya untuk segera datang mengangkat tumpukan tanah tersebut. Tak lama beserlang, satu unit alat berat beserta lima unit truk turbo intercoller tiba di lokasi.
Di bawah pengawasan langsung Wali kota, pengangkatan tanah bekas galian drainase pun dilakukan. Backhoe mini selanjutnya mengangkati tumpukan tanah dari badan jalan maupun atas trotoar. “Saya minta seluruh tumpukan tanah ini dibersihkan!” tegasnya.
Di saat pengangkatan tanah bekas galian ini berlangsung, Wali kota selanjutnya meninjau sungai yang tak jauh dari lokasi tumpukan tanah. Kemudian mantan Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Medan minta kepada Syahnan untuk mengorek pinggiran sungai yang telah mengalami pendangkalan, guna memperlancar aliran air dari drainase yang telah selesai digali.
Setelah itu Wali Kota kembali mememerintahkan Kadis PU untuk memerintahkan pelaksana proyek pembenahan drainase segera mengangkat seluruh tanah bekas galian drainase maupun parit. Sebab, tidak sedikit warga yang mengeluh karena merasa terganggu dan tidak nyaman dengan kehadiran tumpukan tanah tersebut.
“Perintahkan kepada pelaksana proyek untuk segera mengangkat seluruh tanah bekas galian parit maupun draianse. Saya tidak mau lagi mendengar ada masyarakat yang mengeluh soal tanah bekas galian tidak diangkat!” pungkasnya
Proses pengangkatan tumpukan tanah bekas galian ini membuat arus lalu lintas terganggu. Beberapa petugas Dinas Perhubungan Kota Medan dibantu beberapa pekerja Dinas PU membantu mengatur arus lalu lintas.
“Atas nama pribadi dan jajaran Pemko Medan, saya minta maaf atas ketidaknyamanan ini. Selain masalah tanah bekas galian parit dan drainase, kita akan memperbaiki seluruh jalan kota yang rusak di Kota Medan. Bagaimananpun itu akan kita lakukan sehingga masyarakat tenang dan nyaman,” ungkapnya.
Sebelum meninggalkan lokasi, Wali Kota kembali me-warning Kadis PU untuk segera mempercepat perbaikan jalan rusak dan melakukan pengawasan secara ketat sehingga hasil perbaikan jalan yang dilakukan benar-benar memuaskan masyarakat dan tahan lama. Kemudian segera menginvetarisir jalan rusak yang belum terdata dan segera dilakukan perbaikan secepatnya.
Kehadiran Wali kota mendapat apresiasi dari warga sekitar, salah satunya Masniah Siregar, warga Jalan Sei Belutu No.48. Ibu rumah tangga itu menyampaikan ucapan terima kasih, sebab Wali Kota cepat tanggap atas keluhan yang disampaikan warga.
“Kami di sini mengeluh, sebab tumpukan tanah bekas galian drainase tidak diangkat-angkat. Selain menganggu kelancaran arus lalu lintas, kami khawatir tumpukan tanah ini akan masuk dan menyumbat drainase yang telah digali. Apalagi saat ini musim penghujan, tumpukan tanah ini tentunya bisa berubah menjadi lumpur,” papar Masniah.
Di samping mengucapkan terima atas pengangkatan tumpukan tanah yang dilakukan, Masniah juga sangat bersyukur dilakukannya penggalian drainase lantaran nyamuk jauh berkurang karena air mengalir lancar kembali. (Silalahi)

Deminar R Sitepu Buka Pelatihan Wartawan Unit BI Di Parapat

Parapat – Sumawa
Guna meningkatkan mutu dan kwalitas Sumber Daya (SDM) wartawan dalam menulis pemberitaan terkait tentang Ekonomi dan Keuangan, Bank Indonesia (BI)wilayah provinsi sumatera utara dalam hal melakukan
Pelatihan Wartawan Ekonomi dan Bisnis (WEB) di Hotel Inna Parapat, Kamis (15/11/2018).

Dalam pelaksanaan pelatihan Wartawan Ekonomi tersebut di agendakan diberlangsung selama tiga hari Rabu – Jumat (16-18/11/2018).

Kepala Devisi Deputi Direktur Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut, Demina R. Sitepu dalam sambutannya mengatakan wartawan Ekonomi yang berunit di Bank Indonesia (BI) akan dibekali dengan kemampuan mengembangkan sosial media, chat app, website mini, pemanfaatan platform market place digital serta membangun konten digital dan dasar digital marketing sebagai senjata utama untuk memenangkan persaingan.

“Tentunya, trainer program ini adalah praktisi yang berpengalaman di bidangnya guna mempromosikan Destinasi wisata Danau Toba ke masyarakat luas, ” paparnya. (Ss)

Pengembangan Ekonomi Daerah

Parapat – Sumawa
Tujuan Pengembangan Ekonomi Daerah adalah melaksanakan Program Pengembangan dan peningkatan Kapasitas Ekonomi daerah melalui pengendalian Inflasi dan Penurunan Current Account Deficit (CAD).

Hal tersebut di sampaikan Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Provinsi Sumut Deminar Sitepu yang di dampingi Kusnadi asisten Direktur fungsi koordinasi komunikasi dan kebijakan BI pada acara Pelatihan Wartawan Ekonomi Provinsi Sumatera Utara kamis (15/11/2018) di Hotel Inna Parapat.

Deminar Sitepu mengungkapkan bahwa sasaran yang di capai dari pada pengembangan ekonomi daerah yakni: Kesetabilan harga pangan dan Komoditas yang meningkatkan Ekspor dan Komoditas Subsitusi Ekspor.

Sentuhan yang akan di capai Bank Indonesia (BI) dalam melakukan pengembangan Ekonomi Daerah menurut Deminar adalah Pemberdayaan Ekonomi Perumahan, melakukan pengembangan Wisata Kawasan Danau Toba dan melakukan pengembangan klaster ketahanan pangan dan komoditi ekspor/impor.

Dalam kegiatan pelatihan wartawan ekonomi Provinsi Sumatera Utara tersebut Bank Indonesia Wilayah Sumut melibatkan sebanyak 72 wartawan yang terdiri dari 56 wartawan unit BI Medan, 10 Wartawan unit BI Sibolga dan 6 wartawan unit BI Siantar.

Untuk kegiatan tersebut Bank Insonesia menghadirkan Narasumber Yudhawastu Prawira Asisten maneger Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan uang KPw sisitem pembayaran GPN, (Ss)

PIN Emas Untuk Kasat Brimob Polda Jambi

Depok – Sumawa
Kapolri Jenderal Pol. Prof. H. Muhammad Tito Karnavian Ph.D Memberikan Penghargaan Pin Emas kepada Kasatbrimob Polda Jambi atas Prestasinya dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2018.

Atas prestasinya Kasat Brimob Polda Jambi meraih Top 40 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang di selenggarakan oleh KemenPAN-RB, ujarnya rabu (14/11/2018).

Penghargaan diserahkan dalam rangkaian upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Korps Brimob Polri, yang diselenggarakan pada Rabu, 14 November 2018, di Hanggar Pasukan Gegana, Markas Komando Korps Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok.

Satbrimobda Polda Jambi berhasil menjadi Top 40 Inovasi Pelayanan Publik 2018 berkat inovasi berupa Patroli Edukasi pada Suku Anak Dalam di Rimba Merangin Jambi.

Inovasi tersebut merupakan upaya Satbrimobda Polda Jambi untuk memelihara stabilitas kamtibmas di Kab. Merangin, Jambi, khususnya dalam pencegahan konflik horizontal antara warga Suku Anak Dalam dengan warga lainnya yang kerap menimbulkan korban jiwa.

Jauh berbeda dengan pendekatan kekerasan yang bersifat represif, inovasi yang dilaksanakan Satbrimob Polda Jambi justru mengoptimalkan pendekatan edukatif dan dialogis terhadap warga Suku Anak Dalam.

Dalam program tersebut, Satbrimob Polda Jambi membangun 2 rumah pintar, melaksanakan pengajaran baca tulis, memberikan pendidikan Bahasa Indonesia, dan memberikan sosialisasi hukum.

Melalui program tersebut, Satbrimob Polda Jambi juga berhasil melakukan pembinaan kepada 3 kelompok warga Suku Anak Dalam di desa Sialang, Pauh Menang, dan Pelakar Jaya.

Capaian program yang telah berjalan sejak Desember 2015 tersebut adalah berhasil dicegahnya berbagai potensi konflik sosial yang melibatkan warga Suku Anak Dalam dan warga setempat.

Satbrimob Polda Jambi berhasil meredam konflik, serta menjadi mediator dalam berbagai perselisihan dan sengketa yang melibatkan warga Suku Anak Dalam dan warga setempat. Dengan demikian situasi kamtibmas tetap terpelihara dengan kondusif.

Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) diselenggarakan tiap tahun oleh KemenPAN-RB. Inovasi yang didaftarkan minimal telah diimplementasikan 1 tahun. Sinovik tahun 2018 diikuti oleh 2.824 inovasi pelayanan publik dari Kementerian, Lembaga, dan Pemda Provinsi/Kabupaten.

Penilaian dalam kompetisi tersebut dilakukan secara independen dengan mengadopsi standar United Nationas Public Service Awards (UNPSA) dan dievaluasi oleh para guru besar dari Perguruan Tinggi terkemuka yang independen dan bebas dari campur tangan, termasuk campur tangan KemenPAN-RB selaku penyelenggara kompetisi.

Penghargaan Top 40 diberikan kepada inovasi pelayanan publik yang dikategorikan outstanding (terpuji) oleh penilai. Penghargaan untuk inovasi Top 40 diberikan oleh Wapres Jusuf Kalla pada 7 November 2018 di Jakarta.(ss).

Seminar Studi Implementasi Sistem Pembelajaran Berbasis HOTS

Medan – Sumawa

High Order Thinking Skills (HOTS) merupakan cara berfikir pada tingkat yang lebih tinggi dari pada menghapal atau menceritakan kembali sesuatu yang diceritakan orang lain. Program HOTS sendiri, telah diterapkan sebagai kurikulum sekolah sejak tahun 2003. Program ini menekankan pada model pembelajaran yang dibangun dari mencari tahu, merumuskan masalah kemudian menganalisis, mencari solusi, kreatif, kontemplatif.

Hal ini disampaikan Wali Kota Medan H.T Dzulmi Eldin S, M.Si., M.H. dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Balitbang Drs Marasutan, membuka Seminar Hasil Penelitian Studi Implementasi Sistem Pembelajaran Berbasis High Order Thinking Skills (HOTS) bagi Sekolah Dasar di Hotel Grand Antares, Jalan Sisingamangaraja, Selasa (13/11). Diharapkan hasil seminar ini dapat bermanfaat bagi perkembangan Pendidikan Kota Medan.

Dikatakan Kepala Balitbang dalam membacakan sambutan Wali Kota, dengan pengembangan model tersebut dapat menghasilkan anak-anak berkemampuan berpikir kritis, keterampilan berkomunikasi baik, berkolaborasi, berpikir kreatif, dan percaya diri dalam mempersiapkan era millennium.

“Anak peserta didik harus tahu apa, tahu mengapa dan tahu bagaimana menjadi siklus belajar dalam menumbuhkan kemampuan berfikir Hots. Oleh karena itu terobosan penting ini hendaknya melibatkan semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, khususnya sekolah mempunyai peran penting sebagai wadah pengorganisasian pembelajaran yang tepat”, kata Marasutan.

Selanjutnya kepada seluruh peserta, Marasutan mengucapkan selamat mengikuti Seminar ini , dengan harapan hasil seminar nantinya mampu memberikan manfaat dan masukan yang konstruktif dan dapat diimplementasikan oleh OPD terkait, khususnya Dinas Pendidikan Kota Medan.

Sebelumnya, dalam laporannya, Bahrian Effendi, menyampaikan bahwa seminar hasil penelitian ini merupakan hasil dari kegiatan Tim Pokja Jaringan Penelitian dan Pengembangan Bidang Pendidikan (Jarlitbangdik) Kota Medan. Hasil seminar ini nantinya akan kami sampaikan kepada Dinas Pendidikan Kota Medan sebagai bahan masukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Medan.

Seminar ini dihadiri juga Dewan Riset Kota Medan , Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah Dasar se- Kota Medan, Dinas Lingkungan Hidup dan tenaga ahli ini menghadirkan narasumber dari Akademi, Dewan Riset Kota Medan dan Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara, diantaranya Dr, Kustoro Budiarta yang juga Ketua Pokja Jarlitbangdik, Mukti Hamjah Harahap dari Universitas Negeri Medan.(Ss)

Toba Smile Dengan Sejuta Pesona

Parapat – Sumawa
Danau Toba merupakan suatu karya Tuhan yang indah dan sejuk dengan panorama alam yang asri dingin dan hijau serta menyimpan suatu cerita legenda sejarah yang unik yakni
Berupa “Batu Gantung, Simardan, dan gunung toba (pusuk buhit)”.

Danau toba adalah salah satu keajaiban dunia yang terletak di tengah pulau Sumatera bagian utara dengan ketinggian 900 Meter diatas permukaan dan luas 1.13 KM2 dengan kedalaman 505 KM, panjang 100 KM dan lebar 30 KM.

Danau toba di huni dengan dengan berbagai macam jenis ikan yang hidup di dalamnya diantaranya ada ikan mas dan ikan mujahir serta di kelilingi gunung – gunung yang tinggi dan pemukiman penduduk yang hidup dan mencari nafkah dari Danau toba.

Danau toba juga berada diantara enam kabupaten yang meliputi Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Samosir, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Taput, dan Kabupaten Humbang Hasundutan.

Seiring dengan perkembangan dunia teknologi dan ilmu pengetahuan yang moderen serta meningkatkan Dunia pariwisata Danau Toba ke tingkat Nasional dan Internasional, Danau Toba kirannya perlu di tata dan di kelola oleh tangan – tangan terampil yang dapat memberdayakan masyarakat sekitar dengan melakukan pembinaan keterampilan (kerajinan tangan) untuk dapat membantu perekonomian keluarga.

Hadirnya Badan Pengelola Otoritas Danau Toba (BPODT) dengan programnya “Toba Smile dengan sejuta pesonanya” di harapkan dapat memajukan dunia pariwisata di Sumatera Utara dengan melibatkan Bank Indonesia, Institut Teknologi DEL dan Pemerintah Kabupan yang berada di seputaran Danau Toba.

Air Danau Toba di harapkan harus steril dan terhindar dari pencemaran Limbah rumah tangga dan limbah industri yang dapat merusak biota Danau Toba yang ada di dalamnya.

Hutan yang berada di seputar Danau Toba perlu perhatian serius dari Pemerintah agar keadaan danau toba dapat di kembalikan seperti aslinya yang asri dan hijau. (Sahat Silalahi).

Hercules Preman Kelas Kakap Di Tangkap Polres Jakarta Barat

Hercules Preman Kelas Kakap ditangkap Polres Jakarta Barat

Jakarta – Sumawa
Petugas Kepolisian Dari Polres Metro Jakarta Barat kembali menangkap sang Preman legendaris Hercules yang sudah terkenal dengan berbagai aksi kejahatan kriminal diberbagai lokasi, untuk kesekian kalinya polres metro jakarta Barat kembali menangkap hercules dikediamannya di Kompleks Kebon jeruk indah, blok E 12 A, Kembangan, Jakarta Barat pada Rabu (21/11)

Kapolres metro jakarta Barat Kombes pol Hengki Haryadi, sik, mh melalui Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edy Suranta Sitepu, sik menjelaskan dimana kali ini kami amankan Hercules , yang juga Aktor utama Pelaku penyerangan dan penguasaan lahan oleh sekelompok preman terhadap sejumlah karyawan PT Nila di Kalideres, Jakarta Barat pada waktu lalu dimana dilokasi tersebut telah dikuasai secara paksa oleh sejumlah orang dan meminta uang sebanyak Rp. 500 ribu disetiap penghuni secara paksa kami sudah amankan tuturnya

Dimana Pimpinan kelompok preman ini diketahui sebagai aktor utama dari penyerangan kantor PT Nila, yang saat itu diserang oleh 60 orang preman yang menggunakan senjata tajam.

Diketahui Sekelompok preman itu mengintimidasi dan melakukan perusakan serta merebut secara paksa ruko PT Nila di Kalideres, Jakarta Barat.

Edy menambah kan saat ini sedang kami lakukan proses penyidikan imbuhnya (Ss).

Pelaku Begal Di Hadiahi Timah Panas

PATUMBAK – SUMAWA
Tim Anti Begal Polsek Patumbak meringkus pelaku Begal dan di hadiahi timah panas di kedua kakinya karena mencoba melawan petugas dengan sebilah pisau.

Hendra Siagian alias Hendra (35) warga Jalan Pertahanan Gang Siram Dusun V Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak di ringkus atas laporan sejumlah supir yang melintas dan telah meresahkan masyarakat sekitar.

Atas perbuatannya dan melawan petugas ketika hendak di tangkap akhirnya Tim unit Reskrim Polsek Patumbak melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menghadiahi timah panas di kedua kakinya.

Adapun perbuatan pelaku sering melakukan pemerasan terhadap sejumlah supir yang melintas di Jalan Patumbak, Kecamatan Patumbak dengan meminta sejumlah kepada supir sambil menodongkan pisau belati yang telah di persiapkan.

Berdasarkan laporan korban Ardiansyah Kurniawan (33) warga Jalan K. Satria, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal saat itu sedang melintas di Jalan Patumbak dengan mengendarai mobil box L300 BK 8113 DU pada Jumat (19/10/2018) silam.

Namun tiba-tiba laju mobil box yang dikendarai sales PT. Subur Jaya tersebut di stop oleh tersangka Hendra Siagian kemudian tersangka menumpangi mobil box tersebut, kemudikan di tengah perjalanan pelaku bertanya kepada korban “kalian dari mana, sudah pernah mendapat kwitansi anti begal,” kata tersangka sambil menunjukkan kwitansi yang berstempel anti begal kepada korban. Kemudian korban menjawab “tidak ada bang, ” jawab korban.

Selanjutnya tersangka meminta uang Rp.300 ribu kepada korban, lantaran ngotot dan dibawah todongan senjata tajam akhirnya korban menyerahkan uang sebesar Rp.300 ribu dan menyerahkannya kepada pelaku.

Dalam pemaparannya Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Fitriadi di dampingi Kanit Reskrim IPTU Budiman Simanjuntak mengungkapkan bahwa “Uang itu diserahkam korban kepada tersangka pada saat berada di Jalan Patumbak tepatnya di depan SPBU, ” katanya, Sabtu (3/11/2018).

Kemudian atas kejadian tersebut korban membuat laporan pengaduan ke Mapolsek Patumbak dengan Laporan Polisi Laporan Polisi Nomor : LP / 613 / X / 2018 / SU / POLRESTABES MEDAN / SEK PATUMBAK, tanggal 19 Oktober 2018.

Pelaku dalam melakukan aksinya sudah berlangsung selama 15 kali, Karena merasa ketagihan, tersangka terus melakukan aksinya kepada setiap sopir pengangkut barang yang melintas di kawasan Jalan Patumbak.

“Perbuatan tersangka sudah sangat meresahkan para sopir pengangkutan yang melintas di Jalan Patumbak, modus tersangka berpura-pura sebagai petugas Anti Begal dan meminta uang kepada para sopir pengangkutan. Kalau korban tidak memberikan uang yang diminta tersangka maka tersangka akan menodongkan senjata tajam kepada korbannya, ” terang Ginanjar.

Ginanjar menjelaskan, tersangka diringkus pada Selasa (30/10/2018) di kawasan Jalan Patumbak. Pada saat ditangkap tersangka melakukan perlawanan hingga akhirnya Unit Reskrim Polsek Patumbak melakukan tindakan tegas dan terukur. “kita melupuhkan tersangka dengan cara menembak kedua kakinya lantaran melakukan perlawanan ketika hendak ditangkap anggota kita, ” jelasnya.

Menurut tersangka dia baru melakukan aksinya selama satu bulan,”saya baru beraksi sebanyak 15 kali selama sebulan ini, ” kata ayah dua anak ini.

Pelaku dalam melakukan aksinya selalu beraksi sendirian dan berhasil meraup keuntungan sebesar Rp. 3 juta dan hasil kejahatannya di gunakan , untuk makan sehari-hari dan sisanya untuk poya-poya, ” ucapnya.

Selain mengamankan tersangka, Polsek Patumbak juga turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 blok kwitansi yang sudah di stempel “Anti Begal”, 1 bilah pisau, uang tunai Rp.22 ribu dan satu lembar kwitansi yang telah tertulis nama korban yang telah membayar.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 368 Ayat 1 Dari KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun. (Ss).

Husni Apresiasi Penangkapan Pelaku Pencuri Kabel Lampu Jalan

Medan – Sumawa

Aksi nekat dilakukan seorang pria bernanama Jon Parudi (47). Pria asal Tanah Merah, Binjai itu tertangkap tangan sedang mencuri kabel lampu jalan di Jalan TB Simatupang, persisnya depan Perguruan Al Wasliyah, Jumat (2/11) sekitar pukul 16.30 WIB. Namun aksi nekatnya itu dipergoki kepala lingkungan (kepling) setempat. Pria berpostur kurus itu selanjutnya digelandang ke Polsekta Medan Sunggal untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Informasi dihimpun dari lapangan menyebutkan, perbuatan Jon awalnya tidak diketahui. Dengan tenang pria mengenakan baju kaos abu-abu dengan lengan panjang biru itu mencuri kabel lampu jalan dengan jalan menggergajinya. Namun lama kelamaan aksinya mengundang kecuriagaan salah seorang kepling

Selain terus menerus jongkok, gelagat Jon juga mencurigakan karena tangannya terus bergerak layaknya orang yang sedang menggergaji. Kepling langsung mendatanginya untuk melihat apa yang sedang dilakukan Jon dipinggir Jalan TB Simatupang. Betapa terkejutnya sang kepling, sebab Jon ternyata sedang memotong kabel lampu jalan dengan menggunakan gergaji besi.

Sang kepling pun langsung menghentikan aksi Jon. Setelah diintrogasi, Jon mengaku kabel lampu jalan itu diambil untuk selanjutnya dijual. Selain membahayakan bagi warga yang melintas karena potongan kabel lampu jalan masil dialiri listrik, tindakan Jon pun menyebabkan lampu jalan mati. Tanpa kompromi lagi, kepling bersama beberapa warga selanjutnya menyerahkan Jon ke Polsekta Medan Sunggal.

Penangkapan pria pencuri kabel lampu jalan mendapat apresiasi penuh dari Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan HM Husni. Sebab, tindakan pria itu mengganggu upaya dinasnya dalam menerangkan seluruh jalan di Kota Medan. Dengan penangakapan tersebut, Husni menduga, pelakunya tidak hanya Jon seorang. Pasti ada pelaku-pelaku lain yang sampai saat ini belum tertangkap tangan.

“Saya rasa pelakunya tidak hanya Jon saja, saya menduga masih ada yang lainnya. Sebab, banyak sekali lampu jalan mati meski sudah kita perbaiki, termasuk diganti bolanya sekalipun. Padahal kita terus berupaya menyalakan seluruh lampu jalan yang ada di Kota Medan. Sebab, lampu jalan padam rentan terjadinya tindak criminal,” kata Husni.

Oleh karenanya atas nama seluruh jajaran Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Husni mengucapkan terima kasih atas penangkapan Jon, pelaku pencurian kabel lampu jalan oleh salah seorang kepling. Dia berharap langkah sang kepling bisa diikuti oleh kepling maupun warga lainnya. Pasalnya tindakan pencurian kabel lampu jalan, jelas Husni, selain menyebakan lampu jalan padam, juga membahayakan warga sekitarnya karena kabel bekas potongan masih dialiri listrik.

“Apabila kepling maupun warga mau melakukan pengawasan, insya Allah tidak ada lagi yang berani mencuri kabel listrik. Kalau hanya mengharapkan kita, sulit melakukannya. Selain tuntutan tugas yang harus segera diselesaikan, jumlah pegawai kita pun tidak cukup untuk melakukan pengawasan di seluruh Kota Medan. Tentunya partisipasi dari masyarakat seperti ini sangat kita harapkan sekali,” harap Husni. (Rel)

Siaran Pers *Menko Luhut dan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde Minta Masyarakat Internasional Berinvestasi Untuk Selamatkan Ekosistem*

Nusa Dua, Bali – Menko Maritim Luhut Pandjaitan dan Direktur Pelaksana International Monetary Fund Christine Lagarde berpartisipasi pada acara pemulihan dan penanaman kembali terumbu karang. Dalam rangka melindungi wilayah laut dan isinya, Menko Luhut juga mengajak para hadirin untuk melirik investasi laut, bukan saja di wilayah berbasis lahan.
“Yang ramai dibicarakan saat ini bagaimana pemerintah dan masyarakat dapat mengalihkan risiko kepada pihak ketiga untuk melindungi lingkungan laut. Yang artinya, mengasuransikan wilayah laut kita. 95% lautan dunia belum dieksplorasi,” ajaknya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani yang juga hadir di acara tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini memberi ide baru baginya untuk memberi asuransi untuk ekosistem kita sebagai salah satu aset dunia. “Seperti diketahui populasi terumbu karang kita adalah yang terbesar di dunia dan aktivitas kita bisa merusak terumbu karang tersebut. Kegiatan ini membuat saya berpikir bagaimana kalau kita membuat asuransi terhadap terumbu karang-terumbu karang ini. Kita akan diskusikan ini sebagai asuransi terhadap aset dunia karena terumbu karang ini bukan saja milik Indonesia. Kita juga harus mulai memikirkan untuk merubah perilaku dan gaya hidup untuk tidak memperburuk keadaan terumbu karang tersebut,” kata Menteri Keuangan.

Ms. Lagarde setuju bahwa ada hubungan antara perilaku manusia terhadap alam dengan bencana alam terutama pada masa perubahan iklim saat ini.

*Palu dan Lombok*

Menko Luhut mengatakan pada pertemuan IMF-Bank Dunia ini juga ingin menunjukkan bahwa selain kegiatan utama, ada banyak hal yang dilakukan seperti kegiatan untuk merawat ekosistem ini kunjungan ke wilayah-wilayah yang terkena bencana.
“Kemarin kami dan perwakilan Bank Dunia serta IMF telah berkunjung ke Palu untuk menyampaikan bantuan dan simpati kami. Besok saya dan Ibu Lagarde juga akan pergi ke Lombok untuk menyampaikan rasa simpati kami terhadap mereka,” ujar Menko Luhut kepada media.

“Atas nama IMF, saya sangat bangga berada disini di Indonesia dan dapa berkontribusi untuk yang pertama terhadap Perlindungan Lingkungan dengan menanam terumbu karang dan selanjutnya dan yang kedua untuk memberikan dukungan kepada Masyarakat Indonesia yang menderita kerena bencana alam yang baru saja terjadi di Lambok dan Sulawesi.
Perwakilan saya kemarin telah berkunjung ke Palu bersama Pak Luhut.
Dan saya akan pergi ke Lambok untuk menyampaikan sumbangan.”ujar Ms.Lagerde.

Menko Luhut menekankan untuk tidak melihat jumlah sumbangan yang diberikan tetapi yang penting Niatnya dan Simpati yang diberikan kepada masyarakat yang terkena bencana.

Terumbu Karang

Menko Luhut pada sambutannya mengatakan kehadiran para peserta menunjukan komitmen mereka terhadap pelestarian lingkungan.
“Terumbu Karang Nusa Dua ini mencakup 204 Hektar garis pantai yang merupakan bagian dari Program Taman Terumbu Karang Indonesia.Taman ini menyatukan ilmu pengetahuan dan aspek-aspek sosial-ekonomi dari pengelolahan ekositem terumbu karang untuk penggunaan berkelanjutan.
Di tempat ini.beragam terumbu karang dari perairan Indonesia akan di Transplantasikan.
Kami berharap dapat menciptakn akuarium laut skala besar yang unik,”ujar Menko Luhut pada kata sambutannya

Ms.Lagerde menyambut baik kegiatan ini. “Ini untuk membuat lingkungan kita lebih baik.Dimulai dari sesuatu,membuat kita sadar,menghormati lingkungan kita.”

Di tengah kekhawatiran bahwa sebagian besar karang dunia akan lenyap pada tahun 2050, kegiatan ini menumbuhkan harapan akan pemulihan terumbuh karang.The Nature Conservancy dan Pusat Pemantauan Konversasi Dunia (UNEP),melakukan studi yang menyatakaan bahwa lebih dari 90 persen karang dunia akan lenyap pada tahun 2050, Indonesia memiliki 27,95% dari total karang terumbu karang di dunia, dengan lebih baik dari 569 jenis karang. Insiatif Terumbu Karang Internasional telah medeklarasikan tahun 2018 sebagai ” Tahun Internasional Terumbu karang”

Nusa Dua Corel Garden (NDCRG), sebagai pengelola proyek ini telah melakukan penelitian dan mengembangkan novasi tentang cara mengembalikan dan menghemat ekosistem terumbu karang. Selain itu Organisasi ini juga melakukan perawatan dan transplantasi terumbu karang serta yang tak kalah penting Pemberdayaan Masyarakat di sekitar pantai untuk ikut dalam Perencanaan,Penerapan dan Pemeliharan yang berkelanjutkan.

Ekosistem Terumbu Karang berperan pentinh sebagai tempat berkembang biak dan memberi makan biata laut Untuk kehidupan manusia,terumbu karang dapat dimaanfatkan untuk farmasi serta periwisata.. (AS)

Giat Sholat Membentuk Polri Agar Di Cintai Masyarakat

Samosir – Sumawa
Setelah pelaksanaan Sholat Jum’at, Kapolres Samosir AKBP Agus Darojat SIK MH mengatakan tujuan giat ini adalah untuk Membentuk polri agar di cintai masyarakat, dan untuk bertatap muka dengan para jamaah sholat jum’at guna mempererat hubungan silaturahmi serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dalam ikatan ukuwah islamiyah.

Hal tersebut di sampaikan Kapolres ketika Sebagai Khotib Dan Imam Sholat Jum’at Berkah Di Masjid AL Hasanah Pangururan Jumat (14/9/2018) Samosir.

Dalam kegiatan tersebit turut diikuti oleh Ketua MUI, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Ulama masjid Al Hasanah, dan warga setempat.

Selain itu, Kapolres juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas diantaranya, agar para tokoh agama ikut berperan serta menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, tidak terpengaruh pada berita hoax melalui medsos yang mengadu domba umat yang dapat memecah belah bangsa dalam setiap memberi Tausyiah, ucap Kapolres.

“Kepada para Takmir Masjid agar mengantisipasi adanya kelompok tertentu yang memanfaatkan Masjid untuk kegiatan yang mengarah pada kepentingan politik dengan kedok agama, saat memberi Tausyiah pada para jamaah,” pinta Kapolres.

Selama berlangsungnya giat tersebut berjalan dengan aman dan baik, selanjutnya Kapolres Samosir menjalin komunikasi dan ramah tamah dengan para jamaah.(ss).

TERBARU