Jumat, Oktober 19, 2018

Medan – Sumawa
Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi langsung memarahi Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan Khairul Syahnan ketika mendapati tumpukan tanah bekas galian drainase tidak diangkat di Jalan Sei Belutu, Kelurahan PB Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, Jumat (20/10) sekitar pukul 08.00 WIB.
Pasalnya warga sekitar selama ini mengeluh, sebab tanah bekas galian drainase tidak kunjung diangkat dan dibiarkan menumpuk di atas trotoar hingga badan jalan mulai persimpangan Jalan Sei Ular/Jalan Sei Belutu hingga persimpangan Jalan Sei Belutu/Jalan Setia Budi.
Selain mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tumpukan tanah itu dikhawatirkan akan masuk kembali dalam drainase yang telah selesai dikorek . Di samping itu setiap kali hujan deras turun, tanah bekas galian akan berubah menjadi lumpur sehingga mengotori Jalan Sei Belutu.
Begitu tiba di lokasi, wajah Wali Kota langsung berubah memerah setelah melihat tumpukan tanah bekas galian drainase tidak diangkat pelaksana proyek perbaikan drainase. Wali Kota kemudian menaiki tumpukan tanah yang menggunung sekaligus mengecek drainase yang telah selesai digali.
Bersamaan itu Kadis PU Kota Medan tiba di lokasi, Wali Kota pun tak dapat menahan amarahnya lagi. “Mengapa tanah bekas galian drainase ini tidak langsung diangkat dan dibiarkan menumpuk seperti ini. Wajar jika warga di sini mengeluh, lihat saja tumpukan tanah ini mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Saya minta sekarang juga diangkat!” kata Wali kota dengan nada tinggi.
Kadis PU hanya bisa tertunduk, kemudian Syahnan pun menghubungi anggotanya untuk segera datang mengangkat tumpukan tanah tersebut. Tak lama beserlang, satu unit alat berat beserta lima unit truk turbo intercoller tiba di lokasi.
Di bawah pengawasan langsung Wali kota, pengangkatan tanah bekas galian drainase pun dilakukan. Backhoe mini selanjutnya mengangkati tumpukan tanah dari badan jalan maupun atas trotoar. “Saya minta seluruh tumpukan tanah ini dibersihkan!” tegasnya.
Di saat pengangkatan tanah bekas galian ini berlangsung, Wali kota selanjutnya meninjau sungai yang tak jauh dari lokasi tumpukan tanah. Kemudian mantan Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Medan minta kepada Syahnan untuk mengorek pinggiran sungai yang telah mengalami pendangkalan, guna memperlancar aliran air dari drainase yang telah selesai digali.
Setelah itu Wali Kota kembali mememerintahkan Kadis PU untuk memerintahkan pelaksana proyek pembenahan drainase segera mengangkat seluruh tanah bekas galian drainase maupun parit. Sebab, tidak sedikit warga yang mengeluh karena merasa terganggu dan tidak nyaman dengan kehadiran tumpukan tanah tersebut.
“Perintahkan kepada pelaksana proyek untuk segera mengangkat seluruh tanah bekas galian parit maupun draianse. Saya tidak mau lagi mendengar ada masyarakat yang mengeluh soal tanah bekas galian tidak diangkat!” pungkasnya
Proses pengangkatan tumpukan tanah bekas galian ini membuat arus lalu lintas terganggu. Beberapa petugas Dinas Perhubungan Kota Medan dibantu beberapa pekerja Dinas PU membantu mengatur arus lalu lintas.
“Atas nama pribadi dan jajaran Pemko Medan, saya minta maaf atas ketidaknyamanan ini. Selain masalah tanah bekas galian parit dan drainase, kita akan memperbaiki seluruh jalan kota yang rusak di Kota Medan. Bagaimananpun itu akan kita lakukan sehingga masyarakat tenang dan nyaman,” ungkapnya.
Sebelum meninggalkan lokasi, Wali Kota kembali me-warning Kadis PU untuk segera mempercepat perbaikan jalan rusak dan melakukan pengawasan secara ketat sehingga hasil perbaikan jalan yang dilakukan benar-benar memuaskan masyarakat dan tahan lama. Kemudian segera menginvetarisir jalan rusak yang belum terdata dan segera dilakukan perbaikan secepatnya.
Kehadiran Wali kota mendapat apresiasi dari warga sekitar, salah satunya Masniah Siregar, warga Jalan Sei Belutu No.48. Ibu rumah tangga itu menyampaikan ucapan terima kasih, sebab Wali Kota cepat tanggap atas keluhan yang disampaikan warga.
“Kami di sini mengeluh, sebab tumpukan tanah bekas galian drainase tidak diangkat-angkat. Selain menganggu kelancaran arus lalu lintas, kami khawatir tumpukan tanah ini akan masuk dan menyumbat drainase yang telah digali. Apalagi saat ini musim penghujan, tumpukan tanah ini tentunya bisa berubah menjadi lumpur,” papar Masniah.
Di samping mengucapkan terima atas pengangkatan tumpukan tanah yang dilakukan, Masniah juga sangat bersyukur dilakukannya penggalian drainase lantaran nyamuk jauh berkurang karena air mengalir lancar kembali. (Silalahi)

Nusa Dua, Bali – Menko Maritim Luhut Pandjaitan dan Direktur Pelaksana International Monetary Fund Christine Lagarde berpartisipasi pada acara pemulihan dan penanaman kembali terumbu karang. Dalam rangka melindungi wilayah laut dan isinya, Menko Luhut juga mengajak para hadirin untuk melirik investasi laut, bukan saja di wilayah berbasis lahan.
“Yang ramai dibicarakan saat ini bagaimana pemerintah dan masyarakat dapat mengalihkan risiko kepada pihak ketiga untuk melindungi lingkungan laut. Yang artinya, mengasuransikan wilayah laut kita. 95% lautan dunia belum dieksplorasi,” ajaknya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani yang juga hadir di acara tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini memberi ide baru baginya untuk memberi asuransi untuk ekosistem kita sebagai salah satu aset dunia. “Seperti diketahui populasi terumbu karang kita adalah yang terbesar di dunia dan aktivitas kita bisa merusak terumbu karang tersebut. Kegiatan ini membuat saya berpikir bagaimana kalau kita membuat asuransi terhadap terumbu karang-terumbu karang ini. Kita akan diskusikan ini sebagai asuransi terhadap aset dunia karena terumbu karang ini bukan saja milik Indonesia. Kita juga harus mulai memikirkan untuk merubah perilaku dan gaya hidup untuk tidak memperburuk keadaan terumbu karang tersebut,” kata Menteri Keuangan.

Ms. Lagarde setuju bahwa ada hubungan antara perilaku manusia terhadap alam dengan bencana alam terutama pada masa perubahan iklim saat ini.

*Palu dan Lombok*

Menko Luhut mengatakan pada pertemuan IMF-Bank Dunia ini juga ingin menunjukkan bahwa selain kegiatan utama, ada banyak hal yang dilakukan seperti kegiatan untuk merawat ekosistem ini kunjungan ke wilayah-wilayah yang terkena bencana.
“Kemarin kami dan perwakilan Bank Dunia serta IMF telah berkunjung ke Palu untuk menyampaikan bantuan dan simpati kami. Besok saya dan Ibu Lagarde juga akan pergi ke Lombok untuk menyampaikan rasa simpati kami terhadap mereka,” ujar Menko Luhut kepada media.

“Atas nama IMF, saya sangat bangga berada disini di Indonesia dan dapa berkontribusi untuk yang pertama terhadap Perlindungan Lingkungan dengan menanam terumbu karang dan selanjutnya dan yang kedua untuk memberikan dukungan kepada Masyarakat Indonesia yang menderita kerena bencana alam yang baru saja terjadi di Lambok dan Sulawesi.
Perwakilan saya kemarin telah berkunjung ke Palu bersama Pak Luhut.
Dan saya akan pergi ke Lambok untuk menyampaikan sumbangan.”ujar Ms.Lagerde.

Menko Luhut menekankan untuk tidak melihat jumlah sumbangan yang diberikan tetapi yang penting Niatnya dan Simpati yang diberikan kepada masyarakat yang terkena bencana.

Terumbu Karang

Menko Luhut pada sambutannya mengatakan kehadiran para peserta menunjukan komitmen mereka terhadap pelestarian lingkungan.
“Terumbu Karang Nusa Dua ini mencakup 204 Hektar garis pantai yang merupakan bagian dari Program Taman Terumbu Karang Indonesia.Taman ini menyatukan ilmu pengetahuan dan aspek-aspek sosial-ekonomi dari pengelolahan ekositem terumbu karang untuk penggunaan berkelanjutan.
Di tempat ini.beragam terumbu karang dari perairan Indonesia akan di Transplantasikan.
Kami berharap dapat menciptakn akuarium laut skala besar yang unik,”ujar Menko Luhut pada kata sambutannya

Ms.Lagerde menyambut baik kegiatan ini. “Ini untuk membuat lingkungan kita lebih baik.Dimulai dari sesuatu,membuat kita sadar,menghormati lingkungan kita.”

Di tengah kekhawatiran bahwa sebagian besar karang dunia akan lenyap pada tahun 2050, kegiatan ini menumbuhkan harapan akan pemulihan terumbuh karang.The Nature Conservancy dan Pusat Pemantauan Konversasi Dunia (UNEP),melakukan studi yang menyatakaan bahwa lebih dari 90 persen karang dunia akan lenyap pada tahun 2050, Indonesia memiliki 27,95% dari total karang terumbu karang di dunia, dengan lebih baik dari 569 jenis karang. Insiatif Terumbu Karang Internasional telah medeklarasikan tahun 2018 sebagai ” Tahun Internasional Terumbu karang”

Nusa Dua Corel Garden (NDCRG), sebagai pengelola proyek ini telah melakukan penelitian dan mengembangkan novasi tentang cara mengembalikan dan menghemat ekosistem terumbu karang. Selain itu Organisasi ini juga melakukan perawatan dan transplantasi terumbu karang serta yang tak kalah penting Pemberdayaan Masyarakat di sekitar pantai untuk ikut dalam Perencanaan,Penerapan dan Pemeliharan yang berkelanjutkan.

Ekosistem Terumbu Karang berperan pentinh sebagai tempat berkembang biak dan memberi makan biata laut Untuk kehidupan manusia,terumbu karang dapat dimaanfatkan untuk farmasi serta periwisata.. (AS)

Samosir – Sumawa
Setelah pelaksanaan Sholat Jum’at, Kapolres Samosir AKBP Agus Darojat SIK MH mengatakan tujuan giat ini adalah untuk Membentuk polri agar di cintai masyarakat, dan untuk bertatap muka dengan para jamaah sholat jum’at guna mempererat hubungan silaturahmi serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dalam ikatan ukuwah islamiyah.

Hal tersebut di sampaikan Kapolres ketika Sebagai Khotib Dan Imam Sholat Jum’at Berkah Di Masjid AL Hasanah Pangururan Jumat (14/9/2018) Samosir.

Dalam kegiatan tersebit turut diikuti oleh Ketua MUI, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Ulama masjid Al Hasanah, dan warga setempat.

Selain itu, Kapolres juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas diantaranya, agar para tokoh agama ikut berperan serta menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, tidak terpengaruh pada berita hoax melalui medsos yang mengadu domba umat yang dapat memecah belah bangsa dalam setiap memberi Tausyiah, ucap Kapolres.

“Kepada para Takmir Masjid agar mengantisipasi adanya kelompok tertentu yang memanfaatkan Masjid untuk kegiatan yang mengarah pada kepentingan politik dengan kedok agama, saat memberi Tausyiah pada para jamaah,” pinta Kapolres.

Selama berlangsungnya giat tersebut berjalan dengan aman dan baik, selanjutnya Kapolres Samosir menjalin komunikasi dan ramah tamah dengan para jamaah.(ss).

Samosir – Sumawa
Tim Satuan Reserse Kriminal Umum Polres Samosir berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan Akner Rumapea (65) sebagimana tertuang dalam laporan polisi No.LP/125/VIII/2018/SMR/SPKT, tanggal 20 Agustus 2018.

Hal tersebut di Apresiasi oleh keluarga korban yang di wakili anak korban Ranap Rumapea, jumat (14/9/2018) di Polres Samosir.

Kapolres Samosir AKBP Agus Dajorat di dampingi Kasubag Humas Polres Samosir IPTU T.L Tobing dan Penyidik Hutapea pada wartawan mengatakan kasus pembunuhan tersebut sudah menjadi atensi yang harus segera di selesaikan.

Kapolres juga mengingatkan kepada penyidik agar tidak boleh main-main dalam menangani kasus pembunuhan ini dan kasus-kasus lain juga, dimana negara sudah cukup memberikan kepada Polri untuk kesejahteraannya, ujar Kapolres.

Kapolres juga menambahkan bahwa tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka lain makanya kita tekankan kepada penyidik agar tidak boleh ada main-main dalam perkara apa pun, kalau itu benar ya di benarkan dan kalau itu salah tetap di salahkan, jangan ada seolah-olah perkara itu bisa di rekayasa, katanya.

AKBP Agus Dajarot juga meminta kepada keluarga korban “bila ada yang kurang puas atas penanganan kasus ini silakan sampaikan kepada saya” karena Polisi bukanlah malaikat yang tidak luput dari segala kekurangannya, dan sesuai atensi Kapolri bahwa Polri di tuntut harus Profesional dan moderen dalam melaksanakan tugas, ucap Kapolres.

Kapolres juga mengungkapkan akan menugaskan personilnya untuk melakukan patroli dan perlindungan kepada keluarga korban guna menghindari adanya hal-hal yang tidak di inginkan terjadi. (…).

Pangururan – Sumawa
Tiga pelajar SLTP Satu atap Pangururan di nyatakan tewas tenggelam di Danau Toba yang berlokasi di Dusun III Pintu Batu, Desa Rianiate Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (5/9/ 2018) sekira Pukul 15.00 wib, Kapolsek Pangururan AKP K. Simanjuntak, SH mendatangi Lokasi tempat tenggelamnya tiga Siswa SLTP Satu Atap Pangururan.

Adapun Identitas Ke tiga korban tersebut yakni:

a. Nama :ESRA LUMBANBATU,
Umur : 13 tahun
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Dangir Pardomuan Desa
Rianiate Kec. Pangururan Kab.
Samosir

b. Nama : RITETTI SIMBOLON
Umur. : 14 Tahun
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Hutanamora Desa
Rianite Kec.Pangururan Kab.
Samosir

c. Nama : DEBBY MARBUN
Umur : 14 tahun
Pekerjaan : Pelajar
Alamat : Desa Rianiate Kec.
Pangururan Kab.Samosir

Berdasarkan keterangan saksi Siska Sinurat
(14) seorang Pelajar warga yang tinggal di Batu Gara Desa Rianiate Kec. Pangururan Kab. Samosir, dan Nanda Putri Simbolon
(17) Pekerjaan : Suhut nihuta Desa Rianiate Kec. Pangururan Kabupaten Samosir, serta Jesica Malau (15) Desa Hutanamora Kec.
Pangururan Kab.Samosir.

Mengatakan bahwa Rabu (5/9/2018) sekira pukul 14.00 wib sepulang sekolah ketiga Korban tersebut bersama dengan dua saksi melaksanakan kegiata belajar kelompok di rumah saksi Nanda Putri Simbolon yang berada di dusun III Pintu batu Desa Rianiate Kec. Pangururan Kab.Samosir.

Kemudian sekira pukul 14.30 wib usai melakukan kegiatan belajar kelompok Saksi bersama korban pergi mandi ke tepi danau toba yang berada di Dusun III Desa Rianiate Kec. Pangururan Kab.Samosir (dekat rumah Nanda Putri Simbolon, lalu sekira pukul 15.00 wib ketika korban bersama saksi sedang mandi di tepi Danau Toba.

Kemudia Nanda Putri melihat korban Ritetti Sombolon dan Debby Marbun tenggelam (hanyut) dan ketika itu Nanda Putri Simbolon bersama korban Esra Lumban Batu dan Siska Sinurat melakukan upaya pertolongan namun upaya tersebut tidak berhasil, sedangkan korban Esra Lumban batu ikut hanyut dan saksi Nanda Putri Simbolon dan Siska Sinurat berhasil di selamatkan warga yang kebetulan lewat Leo Simbolon.

Selanjutnya Personil Polres dibantu oleh Masyarakat sekitar bersama dengan BNPB Kab. Samosir melakukan upaya pencarian. Namun Sekira Pukukl 16.10 wib ketiga korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Kemudian ketiga korban langsung dibawa keluarga masing – masing dengan menggunakan Ambulance tanpa dilakulan VER / Autopsi dan masing masing keluarga korban menerima kematian keluarganya dan akan membuat pernyataan penolakan untuk dilakukan Autopsi.(ss).

Deli Serdang – Sumawa

Usai dilantik Presiden RI Ir Joko Widodo di Jakarta, Rabu (5/9), Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Letnan Jenderal TNI (Purn) Edy Rahmayadi dan Drs H Musa Rajekshah MHum akan disambut kedatangannya di Bandara Kualanamu, Kamis (6/9). Seluruh pihak terkait diharapkan dapat mendukung acara penyambutan sehingga tertib dan lancar.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Dr Ir H R Sabrina MSi saat mengadakan rapat teknis penyambutan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara yang baru di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Selasa (4/9).

Kepada General Manager Bandara Kualanamu, Sekdaprovsu meminta dukungannya, agar Bandara bisa terus berada dalam kondisi yang aman dan kondusif. “Tentu saja, selain Bandara, masih ada pihak-pihak lain terkait yang membantu kelancaran dan kekondusifan acara ini agar berjalan lancar,” katanya.

Selain itu, Sekdaprovsu juga mengatakan Gubernur dan Wakil Gubernur baru akan disambut oleh Forkopimda dan OPD Provsu, serta peserta penyambutan yang berasal dari siswa SMA dan SMK di Deli Serdang. “Jadi para siswa yang akan menjadi peserta penyambutan nanti, dari SMA sebanyak 1.814 siswa, sementara dari SMK ada 1.500 siswa, ditambah pendamping dari setiap sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Kabag Humas Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Dra Indah Dwi Kumala mengatakan, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah juga disambut dengan pencak silat hingga penaburan bertih dan beras. “Selain itu, ada juga Tari Persembahan Melayu dan akan ada beberapa orang yang berpakaian adat Melayu yang memayungi Gubernur dan Wakil Gubernur hingga ke mobil,” ujarnya.

Rencananya, Gubernur dan Wakil Gubernur akan tiba di Bandara Kualanamu pukul 09.00 pagi. Penyambutan pertama dilakukan di Gerbatara Bandara Kualanamu. “Pada penyambutan pertama, mereka akan disambut oleh Walikota Medan dan Bupati Deli Serdang,” ungkapnya. (Ss).

Tekanan Inflasi Sumatera Utara pada Agustus Stabil. IHK Sumut bulan Agustus 0,00% (mtm) dan 2,57% yoy. Realisasi ini jauh dibawah rata-rata historis 3 tahun terakhir pada bulan Agustus (0,72%, mtm) dan merupakan yang terendah sejak tahun 2010. Dengan demikian, inflasi tahun kalender mencapai 0,21% (ytd), lebih rendah dibandingkan Agustus 2017 yang mencapai 0,83% (ytd).

Inflasi Medan yang relatif rendah dorong inflasi Sumut 0,00%. Secara spasial, inflasi Sumatera Utara yang stabil didorong oleh inflasi rendah Kota Medan (0,01% mtm, bobot 82,35%) inflasi Pematangsiantar (0,07% mtm, bobot 9,45%), inflasi Padangsidimpuan (0,01% mtm, bobot 5,04%) serta deflasi kota Sibolga (-0,37% mtm, bobot 3,15%).

Kondisi tsb didukung oleh relatif terjaganya harga kelompok makanan dan penurunan harga kelompok transportasi dan sandang. Berdasarkan sub kelompoknya, inflasi Sumatera Utara yang terjaga didukung oleh koreksi harga pada kelompok transportasi (andil 0,07%). sandang (andil 0,06%). Koreksi harga tersebut sejalan dengan aktivitas masyarakat yang kembali normal paska perayaan hari lebaran. Di sisi lain, kenaikan harga kelompok makanan jadi (andil 0,06%) dan bahan makanan (andil 0,02%) di bawah pola historisnya.

Tekanan inflasi sub kelompok bahan makanan relatif terjaga diperkirakan terkait pola panen komoditas. Sesuai pola musimannya pasokan beberapa komoditas kelompok bahan makanan dan makanan jadi menurun. Inflasi pada kelompok tersebut bersumber dari komoditas cabai merah, cabai rawit, beras, dan roti manis. Hal ini diperkirakan terkait berakhirnya masa panen raya cabai merah (Mei-Juni) di beberapa sentra di Sumatera Utara.

Ke depan, inflasi diyakini dapat tetap terkendali dan berada pada sasarannya. Dengan perkembangan hingga Agustus, kami memperkirakan tekanan inflasi akhir tahun akan berada di kisaran bawah target 3,5%±1%. Merespon hal tersebut, kami akan tetap mengupayakan agar ekspektasi inflasi masyarakat dapat terkelola dengan baik. Dalam kerangka pengendalian inflasi, KPw Bank Indonesia Sumatera Utara dan Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Utara juga senantiasa melakukan upaya pengendalian inflasi sesuai roadmap yang telah disusun. Dalam jangka pendek difokuskan pada pengelolaan pasokan dan distribusi khususnya bahan kebutuhan pokok.(ss).

MEDAN – SUMAWA

Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA mengimbau agar para Kepala Daerah (Kdh) yang terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 mewaspadai area rawan korupsi saat bertugas nanti.

“Sebelumnya, saya ucapkan selamat kepada Saudara sekalian yang telah terpilih dan dipercayakan masyarakat untuk memimpin daerah. Semoga amanah dalam bertugas dan harus waspada terhadap area rawan korupsi,” ujar Pj Gubsu Eko Subowo saat menerima kunjungan kepala daerah terpilih di ruang kerjanya, lantai 10, Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (3/9).

Dari delapan kabupaten/kota yang ikut Pilkada serentak 2018, lima diantara kepala daerah terpilih hadir dalam kunjungan tersebut. Kelimanya yakni Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, Bupati Padanglawas H Ali Sultan Harahap, Bupati Padanglawas Utara Andar Amin Harahap, Bupati Langkat Terbit Rencana dan Wakil Bupati Syah Afandin.

Dikatakan Eko, beberapa hal yang termasuk dalam area rawan korupsi termasuk diantaranya, perencanaan anggaran, Bansos, perizinan, mutasi, promosi dan rotasi jabatan. “Harus hati-hati dan teliti selama bertugas, dan yang lebih penting ingat kepercayaan yang sudah diberikan masyarakat,” ucapnya.

Eko juga berpesan kepada kepala daerah terpilih agar penyusunan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) nanti disesuaikan dengan program-program prioritas nasional. Sehingga ada sinergi pembangunan antara pusat dan daerah.

“Saya yakin, setiap kepala daerah pasti memiliki visi dan misi dan program-program tersendiri. Tetapi alangkah lebih baiknya jika program-program tersebut disinergikan dengan program prioritas nasional. Saya anjurkan agar Saudara sekalian mempelajari lebih dalam lagi tentang proyek-proyek prioritas nasional,” anjurnya.

Eko berharap agar sesama kabupaten/kota yang bertetangga saling membantu dan kompak agar kemajuan pembangunan di Sumut lebih cepat terlaksana. “Seperti tadi pagi, kita baru saja melakukan kesepakatan bersama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) sekawasan Danau Toba dan dunia industri/usaha untuk mengembangkan pariwisata Danau Toba. Pemda sekawasan harus saling kompak, begitu juga dengan kabupaten/kota yang bertetangga, harus akrab,” katanya.

Lebih lanjut, Eko berharap para kepala daerah terpilih bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga Sumut yang terkenal dengan heterogen. Eko mengaku kagum dengan kemajemukan yang ada di Sumut dan hidup dalam suasana yang harmonis. “Saya harap, Saudara sekalian tetap bisa menjaga keindahan dari perbedaan-perbedaan tersebut,” tuturnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Pj Walikota Padangsidimpuan Sarmadan Hasibuan, Kepala Biro Pemerintahan H Afifi Lubis SH dan mewakili Biro Otonomi Daerah dan Kerjasama Setdaprovsu.(ss).

Video ceramah Blak-blakan Ustadz Steven yang beredar di sosial media Menimbulkan kegaduhan di kalangan masyrakat Dalam ceramahnya Steven mengaku memilki Ayah yang berdinas di PGI, dengan jabatan ketua PGI, dan masih aktif sampai saat ini. Saya kemarin membaca pidato Natal dia, saya yang koreksi bahasa. Ayah saya sendiri. Ini informasi langsung dari beliau ya. Jadi saya enggak, katanya siapa, katanya siapa. Ini katanya ayah saya sendiri.
Kenapa dia? ini dari sisi yang sebelah sana ya. Kita belum cerita dari sisi Islamnya. Dari sebelah sana. Karena lebih aman dijaga sama mereka, karena mereka bisa mati konyol. Satu gereja bayar 50 juta, sudah mereka siap mati konyol di situ. Ini serius, ini PGI yang bicara. Kasih satu gereja jaga, kasih 50 juta, dua kali kebaktian, malam Natal dan malam tahun baru, itu mereka siap mati konyol”.

Ceramah yang diunggah di akun Youtube, Munajat pada 30 Agustus 2018. Dengan judul, WOW TERNYATA SEGINI BAYARAN BANSER JAGA GEREJA mendapat respon dari PGI yang di wakili Irma Simanjuntak selaku Humas PGI, dengan memberikan bantahan melalui press rilis Senin (3/9/2018) dalam press rilis nya PGI menyampaikan 4 hal :
“1. Berdasarkan pemeriksaan kami, orang yang mengaku sebagai anak dari Ketua PGI tersebut tidak dikenal dalam lingkungan PGI.
2. Dalam rangka pengamanan Natal dan perayaan-perayaan gerejani lainnya, PGI tidak pernah menyediakan dan mengeluarkan dana untuk biaya pengamanan. Bagi PGI, pengamanan perayaan hari-hari besar adalah tugas dan tanggung-jawab Kepolisian dan aparat negara lainnya.
3. PGI sangat menghargai inisiatif dan prakarsa yang timbul di masyarakat untuk ikut terlibat dalam pengamanan perayaan hari-hari besar sebagai wujud kehidupan bersama dalam masyarakat yang majemuk, sebagaimana selama ini ditunjukkan oleh Banser NU, GP Ansor dan lainnya.
4. PGI meminta gereja-gereja dan masyarakat untuk tidak terpancing atas beredarnya video tersebut dan tetap menjaga kerukunan antar umat beragama, seraya terus membangun kerjasama lintas suku, ras dan agama.”
Sementara itu Antonius Sianipar, Selaku ketua Pemuda Lintas Agama (PEMULA) sangat menyayangkan video viral yang beredar luas di media sosial tersebut dan berharap hal serupa tidak terulang kembali kedepan nya. (AG)

Medan – Sumawa
Polsek Medan Helvetia mengadakan kegiatan Jum’at Barokah dan Silaturahmi kepada Abang Becak di Pos Lantas Helvetia simpang Manhattan pondok kelapa jalan Gatot Subroto Medan, jumat (30/8/2018) di Medan.

Dalam kegiatan Jum’at Barokah dan Silaturahmi dengan Abang Becak tersebut tampak hadir seorang wanita cantik dengan mahkota di kepalanya tersebut bernama Sri Bunga Rizky.

Dia adalah wanita yang menyandang gelar Putri Indonesia Sumatera Utara 2017 dan Putri Indonesia Kepulauan Sumatera 2018 dan pernah juga mengikuti ajang Jaka Dara Kota Medan 2016 serta Winner Indonesia Ambassador Cardinal Jeans Award 2018.

Adapun rangkaian kegiatan Jum’at Barokah dan Silaturahmi dengan Abang Becak tersebut di awali dengan ramah tamah dan pembuka oleh Kapolsek Medan Helvetia Kompol.Hj Trila Murni SH.

Abang becak yang hadir di perkirakan sekitar 250 orang yang berdomisili di seputaran jalan Amal dan jalan Ring Roud serta Gaperta Helvetia.

Selama kegiatan para Abang Becak sangat senang dan antusias mendengarkan arahan dari Kapolsek Medan Helvetia.Kompol.Hj.Trila Murni.SH dan menghimbau para Abang Becak untuk selau tertib dan mengikuti rambu – rambu lalu lintas yang ada serta utamakan keselamatan para penumpang yang Abang – abang bawa.ujar Hj.Trila.

Di akhir acara para Abang becak melakukan foto bersama dengan Kapolsek dan Wakapolsek serta Putri Indonesia kepulauan Sumatera 2018.

Putri Indonesia Kepulauan Sumatera 2018 mengatakan sangat senang akan kegiatan yang di lakukan oleh Polsek Medan Helvetia dan sempat berujar kedekatan Personil Polsek Medan Helvetia khususnya Kapolseknya yang nota bene seorang wanita tanpak kelihatan sangat dekat dengan Bapak – Bapak penarik becak tidak ada jarak dalam arti kata cara menyampaikan pesan dan himbaun serta ramah tamah, katanya.

Saya sebagai seorang wanita sangat kagum dan bangga akan sosok seorang Kapolsek Medan Helvetia.sebelum mengakhiri Saya sebagai Putri Indonesia Kepulaun Sumatera 2018 mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun Polisi Wanita Indonesia yang ke 70 ESTI BHAKTI WARAP SARI Semoga Polisi – Polisi Wanita Indonesia semakin sukses dan Jaya kedepannya, ujar Sri.

MEDAN – SUMAWA

Seminar Nasional dan Silaturrahim Nasional (Silatnas) Purna Praja Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Angkatan VIII berlangsung penuh kekeluargaan di Hotel Polonia Medan, Kamis (30/8) malam. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Dr Ir Hj R Sabrina MSi pun menantang para alumni untuk bisa mendapatkan banyak jabatan strategis di daerah.

Sekdaprovsu yang hadir mewakili Penjabat Gubernur Sumut (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA, menyampaikan selamat datang kepada para alumni, baik dari dalam maupun luar provinsi. Sebagai aparatur pemerintahan, para purna praja diharapkan dapat melayani masyarakat dengan baik. Sebab jiwa kepamongprajaan sangat diperlukan untuk itu, seperti hubungan yang dilandasi dengan jiwa dan semangat kesetiaan pada profesi sebagai pamong praja, sehingga melahirkan kecintaan dan ketulusan dalam bekerja.

“Saya berharap keluarga besar Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajan (IKAPTK) terus tumbuh dan menjadi abdi negara dan abdi masyarakat yang handal, cakap dan senantiasa berhasil dalam setiap tugas,” ujar Sekdaprovsu, menyampaikan pidato Pj Gubsu di hadapan ratusan alumni STDN.

Dengan memahami masyarakat bersama segala kompleksitasnya, lanjutnya, maka tugas pamong praja adalah membimbing masyarakat ke arah kemajuan. Sebab hal itu adalah esensi dari sikap kepamongan. Karena itu pula diharapkan, penyelenggaraan pemerintahan berlangsung transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, meningkatakan efektivitas pengawasan baik internal, eksternal, fungsional hingga yang dilakukan masyarakat. “Mari kita mulai itu dari para alumni sekolah kepamongan ini, sebagai contoh teladan bagi ASN lainnya,” pesannya.

Selain itu, Sekdaprovsu juga menantang para purna praja agar bisa mendapatkan jabatan strategis, khususnya di pemerintahan daerah. Sebab banyak diantara para lulusan, seringkali penempatan sebagai ASN berhubungan dengan keprotokolan. Sehingga posisi seperti eselon II hingga eselon I, sering diduduki ASN di luar lulusan STPDN.

“Makanya saya menantang, kalau bisa para alumni STPDN (IPDN) mendapatkan jabatan penting di pemerintah daerah,” kata Sekdaprovsu.

Sementara di penghujung kata sambutan pada acara bertema ‘Eksistensi Pamong Praja Dalam Penyelenggaraan Pemerintah Dalam Negeri’ itu, Sekda pun menyampaikan harapan kepada ratusan alumni lulusan tahun 2000 dapat menikmati masa selama tiga hari di negeri surganya pecinta kuliner.

Sementara Ketua IV (angkatan IPDN) Dewan Pimpinan Nasional IKAPTK Muhadam Labolo menyampaikan bahwa kegiatan silaturahim seperti ini biasanya digunakan untuk evaluasi sekaligus dalam rangka meningkatkan profesionalisme purna praja. Karena itu para alumni harus menunjukkan kualitas dan pelayanan yang baik.

Hadir diantaranya Ketua IKAPTK Sumut Arsyad Lubis dan Tokoh Pemuda yang juga Wakil Gubernur Sumut terpilih H Musa Rajekshah, Anggota Kehormatan IKAPTK Sumut Khairuddin Syah (Bupati Labura) serta Sekdako Binjai Mahfullah Daulay yang merupakan alumni STPDN.(ss).

STAY CONNECTED

799FansSuka
569PengikutMengikuti
116,456PelangganBerlangganan