Jumat, Februari 22, 2019
Beranda blog

Tumpuhkan Tanah Bekas Galian Drainase Tak Kunjung Diangkat Wali Kota Marahi Kadis

Medan – Sumawa
Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi langsung memarahi Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan Khairul Syahnan ketika mendapati tumpukan tanah bekas galian drainase tidak diangkat di Jalan Sei Belutu, Kelurahan PB Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, Jumat (20/10) sekitar pukul 08.00 WIB.
Pasalnya warga sekitar selama ini mengeluh, sebab tanah bekas galian drainase tidak kunjung diangkat dan dibiarkan menumpuk di atas trotoar hingga badan jalan mulai persimpangan Jalan Sei Ular/Jalan Sei Belutu hingga persimpangan Jalan Sei Belutu/Jalan Setia Budi.
Selain mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tumpukan tanah itu dikhawatirkan akan masuk kembali dalam drainase yang telah selesai dikorek . Di samping itu setiap kali hujan deras turun, tanah bekas galian akan berubah menjadi lumpur sehingga mengotori Jalan Sei Belutu.
Begitu tiba di lokasi, wajah Wali Kota langsung berubah memerah setelah melihat tumpukan tanah bekas galian drainase tidak diangkat pelaksana proyek perbaikan drainase. Wali Kota kemudian menaiki tumpukan tanah yang menggunung sekaligus mengecek drainase yang telah selesai digali.
Bersamaan itu Kadis PU Kota Medan tiba di lokasi, Wali Kota pun tak dapat menahan amarahnya lagi. “Mengapa tanah bekas galian drainase ini tidak langsung diangkat dan dibiarkan menumpuk seperti ini. Wajar jika warga di sini mengeluh, lihat saja tumpukan tanah ini mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Saya minta sekarang juga diangkat!” kata Wali kota dengan nada tinggi.
Kadis PU hanya bisa tertunduk, kemudian Syahnan pun menghubungi anggotanya untuk segera datang mengangkat tumpukan tanah tersebut. Tak lama beserlang, satu unit alat berat beserta lima unit truk turbo intercoller tiba di lokasi.
Di bawah pengawasan langsung Wali kota, pengangkatan tanah bekas galian drainase pun dilakukan. Backhoe mini selanjutnya mengangkati tumpukan tanah dari badan jalan maupun atas trotoar. “Saya minta seluruh tumpukan tanah ini dibersihkan!” tegasnya.
Di saat pengangkatan tanah bekas galian ini berlangsung, Wali kota selanjutnya meninjau sungai yang tak jauh dari lokasi tumpukan tanah. Kemudian mantan Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Medan minta kepada Syahnan untuk mengorek pinggiran sungai yang telah mengalami pendangkalan, guna memperlancar aliran air dari drainase yang telah selesai digali.
Setelah itu Wali Kota kembali mememerintahkan Kadis PU untuk memerintahkan pelaksana proyek pembenahan drainase segera mengangkat seluruh tanah bekas galian drainase maupun parit. Sebab, tidak sedikit warga yang mengeluh karena merasa terganggu dan tidak nyaman dengan kehadiran tumpukan tanah tersebut.
“Perintahkan kepada pelaksana proyek untuk segera mengangkat seluruh tanah bekas galian parit maupun draianse. Saya tidak mau lagi mendengar ada masyarakat yang mengeluh soal tanah bekas galian tidak diangkat!” pungkasnya
Proses pengangkatan tumpukan tanah bekas galian ini membuat arus lalu lintas terganggu. Beberapa petugas Dinas Perhubungan Kota Medan dibantu beberapa pekerja Dinas PU membantu mengatur arus lalu lintas.
“Atas nama pribadi dan jajaran Pemko Medan, saya minta maaf atas ketidaknyamanan ini. Selain masalah tanah bekas galian parit dan drainase, kita akan memperbaiki seluruh jalan kota yang rusak di Kota Medan. Bagaimananpun itu akan kita lakukan sehingga masyarakat tenang dan nyaman,” ungkapnya.
Sebelum meninggalkan lokasi, Wali Kota kembali me-warning Kadis PU untuk segera mempercepat perbaikan jalan rusak dan melakukan pengawasan secara ketat sehingga hasil perbaikan jalan yang dilakukan benar-benar memuaskan masyarakat dan tahan lama. Kemudian segera menginvetarisir jalan rusak yang belum terdata dan segera dilakukan perbaikan secepatnya.
Kehadiran Wali kota mendapat apresiasi dari warga sekitar, salah satunya Masniah Siregar, warga Jalan Sei Belutu No.48. Ibu rumah tangga itu menyampaikan ucapan terima kasih, sebab Wali Kota cepat tanggap atas keluhan yang disampaikan warga.
“Kami di sini mengeluh, sebab tumpukan tanah bekas galian drainase tidak diangkat-angkat. Selain menganggu kelancaran arus lalu lintas, kami khawatir tumpukan tanah ini akan masuk dan menyumbat drainase yang telah digali. Apalagi saat ini musim penghujan, tumpukan tanah ini tentunya bisa berubah menjadi lumpur,” papar Masniah.
Di samping mengucapkan terima atas pengangkatan tumpukan tanah yang dilakukan, Masniah juga sangat bersyukur dilakukannya penggalian drainase lantaran nyamuk jauh berkurang karena air mengalir lancar kembali. (Silalahi)

Aliansi Umat Islam bersatu Menggelar apel siaga 222 Lawan Kriminalisasi/Kecurangan Pemilu 2019

Aliansi Umat Islam bersatu Menggelar apel siaga 222 Lawan Kriminalisasi/Kecurangan Pemilu 2019

Medan – Sumawa.com
Depan Mesjid Raya Medan Jln.Mesjid Raya tepatnya didepan Taman Sri Deli aliansi umat islam bersatu menggelar apel siaga 222 setelah sholat jumat (22/2).

Aliansi Umat Islam Bersatu mengelar apel siaga 222 dan menghimbau aparatur pemerintahan baik sipil maupun militer agar bertindak netral dan tidak melakukan kriminalisasi pada para ulama , tokoh dan aktifis, serta, masyarakat.

Dari pantauan awak media sumawa.com turut hadir dalam apel siaga 222 tersebut Ustadz H.Romo Raden M.Syafi’i,Ustadz H. Dedi Iskandar Batubara
Ustadz Azwir Ibnu Aziz,Ustadz Leo Imsar ,Ustadz Abu Fajar,Ustadz Heriansyah,Ustadz Indra Suheri,Ustadz Rafdinal,Ustadz Qosim Nurseha,Ustadz Syahrul Idris,Ustadz Rahmad Gustin,Ustadz Rosadi Rangkuti,Ustadz Abu Khalid,Ustadz Sani,Ustadz Eka Putra,Ustadz Kamal Lubis,Ustadz Hadi Mansyur,Ustadzah Roni,Dody SH,Irwansyah SH,Ade Lesmana SH,dan para tokoh 212 Sumatera Utara,Ahmad daud kordinator lapangan apel siaga 222

“Jangan sampai 17 april 2019 kita salah memilih gara gara 1 goni beras 1kilo beras” kata ustazah roni mewakili emak emak

Apel siaga diisi tausiah yang di bawakan Ustadz Ahmad Shobri Lubis (Tokoh GNPF Ulama Pusat)
“kami siap bela islam dan Pemilu damai” imbuh ustad shobri

Pembacaan Ikrar dilaksanakan Pada akhir acara yang dibacakan prasetyo Sebagai Pembaca ikrar dan acara di tutup dengan doa bersama.(Irw

Rapat Koordinasi KPU Deliserdang kepada PPK dan PPS kecamatan Delitua dan Patumbak

Rapat Koordinasi KPU Deliserdang kepada PPK dan PPS kecamatan Delitua dan Patumbak

Delitua – Sumawa.com
Komisi Pemilihan Umum Deliserdang menggelar rapat Koordinasi diaula kantor Desa Mekarsari Delitua Jumat, (22/2)

Penyusunan data Pemilih tambahan dan daftar pemilih khusus Pemilihan Umum 2019 sebagai bahan rapat kordinasi yang di sampaikan oleh Ketua KPU Deliserdang.

Rapat kordinasi dihadiri oleh ketua KPU deliserdang beserta staff pendukung ketua PPK Delitua, ketua PPK Patumbak beserta ketua dan Anggota PPS se Delitua dan Patumbak, anggota polsek delitua, koramil/15DT ikut mengamankan jalannya rapat tersebut.

“Bagi Masyarakat yang belum terdaftar di Daftar pemilihan tetap untuk mendaftarkan diri ke PPS setempat dan sebelumnya bisa melihat di website kpu sudah atau belum terdaftar dengan membuka link” www.lindungihakpilihmu.kpu.go.id” kata santiaji lubis ketua PPK Delitua

Untuk masyarakat yang mau pindah pilih sudah lebih dimudahkan untuk pengurusannya karna bisa langsung ke tps di mana kita mau pindah memilih ungkap Bg aji lubis

“Daftar pemilih bukan hanya tanggung jawab kami selaku penyelenggara akan tetapi peran aktif semua pihak dan khususnya pada masyarakat untuk menentukan hak pilihnya masing masing imbuh Bobi Indra prayoga ketua KPU Deliserdang (Irw)

Peduli akan Generasi Bangsa Babinsa koramil 15/DT Bantu Penyebrangan anak sekolah di Delitua

Peduli akan Generasi Bangsa Babinsa koramil 15/DT Bantu Penyebrangan anak sekolah di Delitua

Delitua – Sumawa.com
Koramil 15/DT terletak dilokasi padat penduduk berlokasi di jalan besar Delitua

Kegiatan Sholat subuh berjamaah, wirit malam, komsos,wasbang, Merupakan Kegiatan koramil15/ DT Yang terus di laksanakan di bawah perintah dan Pengawasan Danramil 15/DT Kapten.kav Bina Satria sembiring.

Mengatur penyebrangan anak sekolah yang ada di delitua Merupakan salah satu program rutin yang dilaksanakan setiap pagi hari dikoramil/15 DT rabu (20/2)

Dalam hal ini dilaksanakan di sekolah Yaspen Singosari yang ada didelitua pada khusus nya “kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuh kembangkan kegiatan tetorial di wilayah delitua atas kecintaan TNI pada Generasi penerus Bangsa” imbuh Danramil 15/DT pada wartawan sumawa.com

Banyak kegiatan sosial yang akan dilaksanakan oleh Satuan koramil 15/DT dan semua keberhasilan pelaksanaan kegiatan Teritorial tsb adalah merupakan adanya hasil kerjasama antara seluruh anggota koramil15/DT bersama Unsur
Komponen masyarakat serta instansi terkait di Kecamatan delitua. (irw)

KODAM I/BB KOMUNIKASI SOSIAL DENGAN KELUARGA BESAR TNI

KODAM I/BB KOMUNIKASI SOSIAL DENGAN KELUARGA BESAR TNI

Medan – Sumawa.com
Pangdam I/BB Mayjen TNI MS. Fadhilah bersilahturahmi dan Laksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan Keluarga Besar TNI (KBT) yang dilaksankan di Gedung Balai Prajurit Makodam I/BB Jl. Jend. Gatot Subroto Km 7,5 Medan Selasa (19/2)

Melalui Sambutannya Pangdam I/BB Mengucapkan Selamat Datang Kepada Keluarga Besar TNI Di Makodam I/Bukit Barisan Sekaligus Ucapan Terimakasih Telah Meringankan Langkah Menghadiri Undangan Kami, Acara Ini Untuk Memelihara Dan Mempererat Silaturahim Antara Kodam I/Bukit Barisan Dengan Seluruh Keluarga Besar TNI (KBT), Sehingga Akan Terwujud Saling Pengertian, Kekeluargaan Dan Kesamaan Visi Dan Misi Dalam Memahami Setiap Permasalahan Yang Terjadi Di Tengah-Tengah Kehidupan Masyarakat Maupun Di Lingkungan TNI Khususnya Wilayah Jajaran Kodam I/Bukit Barisan.
Sebagaimana Kita Ketahui Saat Ini Bangsa Indonesia Sedang Krisis Wawasan Kebangsaan Dan Krisis Nilai-Nilai Karakter Bangsa, Keberhasilan Dalam Membangun Karakter Bangsa Akan Terwujud Apabila Tercipta Masyarakat Yang Beretika Dan Bertingkah Laku Secara Santun Sesuai Landasan Moral Bangsa Kita Yaitu Pancasila,

Lebih lanjut Pangdam I/BB Mengingatkan Kepada Kita Semua Bahwa Negara Kita Saat Ini Sedang Berperang Terhadap Peredaran Narkoba Yang Merusak Sendi-Sendi Kehidupan Masyarakat Dan Merupakan Ancaman Terhadap Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia Sebagai Bagian Dari Proxy War, Memberantas dan mencegah Peredaran Narkoba Demi Menyelamatkan Generasi Muda Bangsa Indonesia.

Turut Hadir Pada Acara Tersebut Kasdam I/BB, Kabinda Sumut, Ka BNNP Sumut, Danlantamal I Belawan, Pangkosekhanudnas III, Danlanud Soewondo Medan, Irdam, Para Sahli Pangdam I/BB, Para Asisten Kasdam I/BB, Para Kabalakdam I/BB, Ketua PPAD, Ketua Pepabri, Ketua Lvri, Ketua Piveri, Ketua Perip, Ketua PPM, Ketua FKPPI, Ketua HIPAKAD, Ketua Unit Korpri TNI Dan Ketua Dharma Pertiwi Daerah “A”.(Sumber Pendam I/BB)

Bank Sampah Seperti di Bandung Perlu Diterapkan di Medan, Lingkungan Bersih Rakyatpun Untung

SOSIALISASI PERDA: Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung ketika menyosialisasikan Perda Nomor 6 tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan, Kamis (14/2) di Jalan Jangka, Kecamatan Medan Barat. (Foto SIB/DOK)

Medan, Sumawa.Com

Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung SE SH MH mengatakan, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengelola sampah. Dan sebaiknya sampah dikelola mulai dari rumah tangga dengan memisahkan sampah yang bisa didaur ulang dengan organik.

“Cara ini sudah dilakukan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan lain-lain,” terang Henry Jhon di hadapan masyarakat saat menyosialisasikan Perda Nomor 6 tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan, Kamis (14/2) di Jalan Jangka, Kecamatan Medan Barat.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, kalau di Bandung, ada bank sampah yang dari rumah sudah dipisah-pisah. Lalu pihak pemko datang membeli. Sampah tersebut ditimbang, kemudian dibayar melalui tabungan milik masyarakat penyetor sampah, begitu juga di sebagian Jakarta.

“Dengan cara ini, lingkungan jadi bersih, masyarakat untung. Kita sarankan Pemko Medan belajar cara pengelolaan sampah seperti dilakukan Pemko Bandung. Dengan cara ini, masyarakat berlomba-lomba mengumpulkan sampah, mereka teromtivasi karena bernilai ekonomis. Medanpun akan bebas dari sampah,” tuturnya.

Henry Jhon juga menyampaikan bahwa di dalam perda sampah sudah diatur tentang pengelolaan sampah dan juga sanksi hukumnya. Untuk itu, masyarakat dapat membantu pemko untuk mengelola kebersihan dengan cara disiplin membuang sampah di tempat sampah atau bak sampah yang sudah disediakan.

“Jangan membuang sampah sembarangan termasuk di parit agar paritnya tidak tersumbat. Jangan membuang sampah di jalanan melalui mobil, buatlah tempat sampah di mobil,” imbaunya seraya mengharapkan pemko segera mengundang investor yang mampu mengelola sampah secara mekanis.

Sosialisasi perda tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Ir Mindo Sianipar yang merupakan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan yang juga ahli Teknik Kimia ITB, Anggota DPRD Medan Edward Hutabarat dan Lidya Sianipar. Pada kesempatan itu, Mindo Sianipar membagikan pengalamannya terkait sampah.

Mindo merupakan pihak swasta pertama yang belajar tentang pengelolaan limbah organik yang dapat dijadikan ulat. Selanjutnya dapat dijual sebagai bahan pakan ikan. Selain itu dapat pula dijadikan keripik untuk makanan manusia. Di Prancis pada 2010 pengelolaan ini disebut dengan back soldier flyes, dan prosesnya dimulai dengan lalat hitam yang hidup. ( )

KETUA PAPDESI SUMUT NGUNDUH MANTU

KETUA PAPDESI SUMUT NGUNDUH MANTU

Delitua – Sumawa.com
Ketua Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Wilayah Sumatera Utara Zainul Akhar yang juga menjabat sebagai Kepala Desa, Desa kedai Durian Kecamatan Delitua Kabupaten Deli serdang mengelar resepsi pernikahan putra tercintanya (16/02/2019) Sabtu.

Resepsi ngunduh mantu putra tercinta Ketua PAPDESI, tampak dihadiri oleh Mantan Gubernur Sumut dan mantan wakil Bupati Deliserdang, Wakil Bupati Deliserdang terpilih ,kadis PMD Prov.Sumut, Ketua MUI ,Danramil15/DT, Camat ,kapolsek,tokoh Agama,Tokoh Masyarakat ,ketua Komite Pemberdayaan Desa kecamatan Delitua sebagai tamu kehormatan,”kiranya.

kehadiran tamu yang super banyak ini sudah dalam dugaan mempelai pria, namun sejak awal mufakat sudah diatur sedemikian baik antisipasinya agar benar-benar lancar plaksanaanya,”ucap salah satu keluarga.

Melihat antusiasme para tamu serta indahnya budaya, ditemui salah seorang warga Desa tersebut bernama Rohana (38) mengaku merasa senang dan sangat bahagia bisa langsung melihat, sekaligus merasakan ragamnya adat budaya dan tata cara adat pernikahan yang terdapat di Negara ini,apalagi para tamu disuguhkan dengan hidangan yang sangat lezat, ditambah pula hiburan yang mendukung jalannya prosesi pernikahan mulai dari orkes melayunya dan juga diselingi dengan irama padang pasir sangat menghidupkan suasa,”terangnya.

“kami sangat terhibur dengan adanya kegiatan ngunduh mantu ditambah rangkaian acara yang di buat pak kades, kami juga sangat bangga dengan beliau selain peduli dengan masyarakat juga peduli dengan lingkungan, apalagi Pak Kades bisa menyatukan kami dengan dapat bertatap muka bersama mantan Gubernur Sumut dan juga tampak mantan wakil Bupati Deliserdang sehingga bisa langsung mengambil poto bersama,”ucap Rohana warga Delitua penuh semangat.

Saat kehadiran awak media sumawa.com, diketahui Danramil/15DT Bina Satria Sembiring dihadapan para tamu undangan saat mengisi hiburan yang disediakan diresepsi pernikahan putra tercinta Kades Desa Kedai Durian tampak sangat -sangat menghibur hati undangan, khususnya masyarakat yang berada saat dilokasi pesta,”sepertinya.

Ketua PAPDESI yang juga orang tua Pengantin ditemui disela-sela acara menggungkapkan rasa syukurnya kepada awak media sumawa.com atas suksesnya acara yang sedang berlangsung.

Saya mengucapkan Terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan, tidak bisa saya sebutkan satu-persatu yang berkesempatan hadir dalam prosesi jalannya pernikahan putra kami,ujarnya.(Irw)

Karyawan PT. IPU akan Melaporkan Nasib Mereka ke Disnaker Medan

Delitua – Sumawa.com.
Perusahaan yang bergerak di bidang industri Timbangan Bernama PT.IPU berlokasi di jalan Besar Delitua.

Beberapa perselisihan kerja antara perusahaan dengan karyawan tersebut di ungkapkan mereka dalam wawancara awak media sumawa.com. jumat (15/2/19).

Bersama sama kami melakukan aksi Malas kerja karna Perusahaan tidak memenuhi hak hak kami sebagai karyawan baik bonus atau premi kerja, lanjut assuransi kesehatan tidak di sosialisasikan, mutasi kerja yang tidak sesuai dengan keahlian di bidang kami awal nya Tekhnisi Elektronik sekarang bagian kebersihan tapi kami tetap Masuk kerja bang walau perusahaan sudah menjauhi kami ungkap santon Pasaribu salah satu karyawan IPU kepada awak media Sumawa.com

“Kami akan laporkan hal ini ke DPRD kota Medan, ,Dinas Tenaga kerja kota Medan, BPJS di lanjut ke instansi yang terkait dalam hal ketenaga kerjaan kota medan waktu dan Tanggal pelaporan nanti kami kabari” imbuh salah satu karyawan yg telah mengabdi lebih kurang delapan Tahun di perusahaan tersebut.

Dalam hal ini kami minta kepada perusahaan untuk menanggapi keluhan kami bukan malah di mutasi “kami semua Tekhnisi elektronik bukan cleaning service “kata mereka bersama sama (Irw).

Diduga AdaTarik Menarik Soal Pengelolaan BPJS Kesehatan PBI Ketua DPRD Medan Minta Komisi B Panggil Dinas Sosial Dan Dinas Kesehatan

Henry Jhon Hutagalung

Medan, Sumawa.Com

Diduga ada tarik menarik antara Dinas Kesehatan dan Sosial untuk mengelola pagu BPJS Kesehatan PBI (Program Bantuan Iuran) sebesar Rp 21 miliar untuk 75.000 orang warga kurang mampu. Akibatnya, sampai saat ini proses pendaftaran calon peserta baru belum dilakukan dan masyarakat bingung mau mendaftar kemana.

BPJS Kesehatan PBI ini diusulkan oleh Komisi B DPRD Medan untuk mengcover semua warga Medan yang kurang mampu. Usulan tersebut diterima dan masuk dalam APBD 2019. Tahun 2018 juga sudah dianggarkan dengan jumlah dan kuota yang sama, proses pendaftarannya dilakukan Dinas Kesehatan.

Mengetahui adanya tarik menarik pengelolaan BPJS ini, Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung SE SH MH meminta Komisi B memanggil kedua OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Pemko Medan tersebut. Karena menurut dia, prosesnya harus dilaksanakan, jangan terganggu karena adanya tarik menarik pengelolaan.

“Saya akan meminta Ketua Komisi B H Bahrumsyah memanggil Kadis Kesehatan dan Kadis Sosial didalam rapat dengar pendapat (RDP). Agar segera dipastikan siapa mengelola BPJS Kesehatan PBI ini, kasihan masyarakat sudah menunggu, mereka sangat membutuhkan BPJS ini untuk berobat. Jangan karena ada tarik menarik masyarakat jadi korban,” kata Henry Jhon kepada wartawan, Kamis (14/2).

Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, BPJS Kesehatan PBI tahun ini tidak hanya untuk warga miskin saja. Warga tidak mampu bayar BPJS mandiri disebabkan ekonomi rumah tangganya terganggu boleh masuk PBI dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu yang diurus di kantor kelurahan.

Sekda Kota Medan Ir Wiriya Alrahman MM membantah adanya tarik menarik pengelolaan BPJS PBI. Belum dimulainya pendaftaran peserta baru dikarenakan Dinas Sosial sedang malakukan verifikasi dan validasi data, karena itu adalah topoksi Dinsos.

“Calon peserta baru didaftarkan ke Dinas Sosial, kemudian dinas ini memverifikasi berdasarkan data warga miskin yang dimiliki OPD ini. Kemudian keluarga yang layak jadi peserta BPJS PBI diserahkan ke Dinas Kesehatan untuk didaftarkan ke BPJS Kesehatan. Jadi tidak ada tarik menarik, keduanya dilibatkan, pengelola anggaran ada di Dinkes, verifikasi oleh Dinsos,” terang Wiriya kepada wartawan, Kamis (14/2) di ruang kerjanya.

Menurut mantan Kepala Bappeda Medan ini, data dari Kementerian Sosial RI, jumlah warga miskin Kota Medan 463.000 orang. Sementara yang sudah menjadi peserta BPJS PBI 800.000, itu belum termasuk 75.000 orang yang sudah dianggarkan di APBD 2019.

Ketika ditanya apakah ini akan menjadi dilema bagi Pemko Medan. Dia mengatakan bisa jadi dilemma dan bisa tidak. Dia heran darimana data kemiskinan warga Medan sampai 800.000 orang. “Berarti hampir seluruh warga Medan miskin, setiap tahun bertambah? Penambahan anggaran Rp 21 miliar untuk 75.000 orang tahun ini, bisa ada positifnya. Bisa jadi daftar tunggu bagi warga yang benar-benar miskin tapi tidak terverifikasi, maka bisa kita masukkan,” tuturnya.

Dia minta kepada Dinas Sosial juga memantau perkembangan ekonomi warga yang sudah diverifikasi. Jika semula miskin dan ekonominya sudah mapan, tentu tidak boleh lagi menjadi peserta BPJS PBI. “Tentu dari jumlah yang ratusan ribu orang itu pasti ada keluarga yang ekonominya sudah membaik. Kita harapkan juga peran masyarakat untuk memantau dan melaporkannya kepada kami,” ucap Wiriya.

APHTN-HAN Sumut Peduli Kebebasan Pers

APHTN-HAN Sumut Peduli Kebebasan Pers

(Medan-sumawa.com mendukung)
Asosiasi Pelajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (HPHTN-HAN) akan mengadakan seminar pers dalam waktu dekat, hal itu disampaikan Oleh Ketua APHTN-HAN Sumut Dr. Mirza Nasution, S.H.,M.Hum kepada wartawan sumawa.com selasa (12-02-2019) di medan melalui via seluler.
Dosen Fakultas Hukum dan Pasca Hukum Universitas Sumatera Utara tersebut menyatakan seminar ini diselenggarakan dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN). Tujuan seminar untuk melihat sejauh mana Kebebasan Pers di Indonesia. Khususnya di Suumatera Utara.
“Kebebasan Pers lahir dari “rahimnya” Demokrasi pasca Reformasi tahun 1998. disitulah lahirnya Indepedensi Pers yang kuat dan netral”, kata Mirza.
“ karena sebelum reformasi, pers itu terbelenggu tidak bisa berkreasi sebagai kontrol pemerintah dan pembangunan, kondisi itu disebabkan sistem pemerintah saat itu, kebebasan pers dibatasi, kata Dekan Fakultas Hukum Universitas Quality.
Tambah Mirza, lewat seminar perlu dilihat sejauh mana sudah perkembangan indenpendensi pers selama 21 tahun pasca reformasi. (py)

Keluarga besar Wong Chun Sen Sembahyang Tebu Di Medan

Keluarga besar Wong Chun Sen Sembahyang Tebu Di Medan

MEDAN – Sumawa.com
Ketua GEMABUDHI (Generasi Muda Budhis Indonesia) Sumatera Utara, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B dan keluarga besarnya pada hri ke-9 tahun baru Imlek melaksanakan Sembahyang Tebu, Selasa (12/2/2019) malam di Kota Medan.

Menurut tradisi orang Tionghoa dari suku Hokkien, Tahun Baru Imlek hari ke-9 ini sebenarnya adalah Hari Raya Sembahyang Tebu atau Pai Thi Kong (Sembahyang Langit). Selama 2-3 hari sebelum harinya, biasanya pasar-pasar tradisional Tionghoa yang ada di Kota Medan dipenuhi dengan orang-orang yang berjualan batang tebu lanjut berbagai pernak-pernik Sembahyang untuk peringatan dan menyambut Tahun Baru Imlek.

Tradisi ini berawal dari kisah perang zaman dahulu, adanya masyarakat suku Hokkien yang bersembunyi di Perkebunan Tebu untuk menyelamatkan diri. Tidak tahu persis di zaman apa itu, secara umum dikatakan Wong Chun Sen, waktu itu di zaman awal Manchuria menguasai daratan Tiongkok. Setelah Dinasti Ming ditaklukan orang Manchuria, berbagai daerah di pedalaman masih melakukan perlawanan termasuk di daerah Fujian yang merupakan kampung halaman orang Hokkien.

” Untuk memadamkan perlawanan, kaisar Manchuria mengirimkan pasukan yang sangat besar ke Fujian dan membantai orang-orang kampung. Waktu tersebut bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Untuk menyelamatkan diri mereka, orang-orang suku Hokkien bersembunyi di dalam hutan dan sebagian lagi bersembunyi di perkebunan tebu yang sangat lebat,” imbuh bang Wong, yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan ini

Lanjutnya, setelah beberapa hari, melihat situasi sudah aman, perlawanan terhadap Manchuria juga sudah dipadamkan dan tentara Manchuria sudah tidak lagi membunuhi orang-orang kampung. Maka, warga kampung yang sembunyi di dalam perkebunan tebu pun keluar, dan ternyata sudah hari ke-9.

” Untuk memperingati hari tersebut, masyarakat Hokkien melakukan sembahyang kepada Langit di malam hari ke-8 (delapan) pada Tahun Baru Imlek dengan mempersembahkan tebu sebagai simbol syukuran,” jelas Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Kota Medan ini.

Pantauan awak media sumawa.com dilokasi, sebelum sampai puncaknya untuk melakukan Sembahyang Tebu, Wong bersama keluarga besarnya menyempatkan diri untuk foto bersama mengabadikan momen tersebut. (Irw)

TERBARU