Minggu, Juli 22, 2018

Medan – Sumawa
Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi langsung memarahi Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan Khairul Syahnan ketika mendapati tumpukan tanah bekas galian drainase tidak diangkat di Jalan Sei Belutu, Kelurahan PB Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, Jumat (20/10) sekitar pukul 08.00 WIB.
Pasalnya warga sekitar selama ini mengeluh, sebab tanah bekas galian drainase tidak kunjung diangkat dan dibiarkan menumpuk di atas trotoar hingga badan jalan mulai persimpangan Jalan Sei Ular/Jalan Sei Belutu hingga persimpangan Jalan Sei Belutu/Jalan Setia Budi.
Selain mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tumpukan tanah itu dikhawatirkan akan masuk kembali dalam drainase yang telah selesai dikorek . Di samping itu setiap kali hujan deras turun, tanah bekas galian akan berubah menjadi lumpur sehingga mengotori Jalan Sei Belutu.
Begitu tiba di lokasi, wajah Wali Kota langsung berubah memerah setelah melihat tumpukan tanah bekas galian drainase tidak diangkat pelaksana proyek perbaikan drainase. Wali Kota kemudian menaiki tumpukan tanah yang menggunung sekaligus mengecek drainase yang telah selesai digali.
Bersamaan itu Kadis PU Kota Medan tiba di lokasi, Wali Kota pun tak dapat menahan amarahnya lagi. “Mengapa tanah bekas galian drainase ini tidak langsung diangkat dan dibiarkan menumpuk seperti ini. Wajar jika warga di sini mengeluh, lihat saja tumpukan tanah ini mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Saya minta sekarang juga diangkat!” kata Wali kota dengan nada tinggi.
Kadis PU hanya bisa tertunduk, kemudian Syahnan pun menghubungi anggotanya untuk segera datang mengangkat tumpukan tanah tersebut. Tak lama beserlang, satu unit alat berat beserta lima unit truk turbo intercoller tiba di lokasi.
Di bawah pengawasan langsung Wali kota, pengangkatan tanah bekas galian drainase pun dilakukan. Backhoe mini selanjutnya mengangkati tumpukan tanah dari badan jalan maupun atas trotoar. “Saya minta seluruh tumpukan tanah ini dibersihkan!” tegasnya.
Di saat pengangkatan tanah bekas galian ini berlangsung, Wali kota selanjutnya meninjau sungai yang tak jauh dari lokasi tumpukan tanah. Kemudian mantan Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Medan minta kepada Syahnan untuk mengorek pinggiran sungai yang telah mengalami pendangkalan, guna memperlancar aliran air dari drainase yang telah selesai digali.
Setelah itu Wali Kota kembali mememerintahkan Kadis PU untuk memerintahkan pelaksana proyek pembenahan drainase segera mengangkat seluruh tanah bekas galian drainase maupun parit. Sebab, tidak sedikit warga yang mengeluh karena merasa terganggu dan tidak nyaman dengan kehadiran tumpukan tanah tersebut.
“Perintahkan kepada pelaksana proyek untuk segera mengangkat seluruh tanah bekas galian parit maupun draianse. Saya tidak mau lagi mendengar ada masyarakat yang mengeluh soal tanah bekas galian tidak diangkat!” pungkasnya
Proses pengangkatan tumpukan tanah bekas galian ini membuat arus lalu lintas terganggu. Beberapa petugas Dinas Perhubungan Kota Medan dibantu beberapa pekerja Dinas PU membantu mengatur arus lalu lintas.
“Atas nama pribadi dan jajaran Pemko Medan, saya minta maaf atas ketidaknyamanan ini. Selain masalah tanah bekas galian parit dan drainase, kita akan memperbaiki seluruh jalan kota yang rusak di Kota Medan. Bagaimananpun itu akan kita lakukan sehingga masyarakat tenang dan nyaman,” ungkapnya.
Sebelum meninggalkan lokasi, Wali Kota kembali me-warning Kadis PU untuk segera mempercepat perbaikan jalan rusak dan melakukan pengawasan secara ketat sehingga hasil perbaikan jalan yang dilakukan benar-benar memuaskan masyarakat dan tahan lama. Kemudian segera menginvetarisir jalan rusak yang belum terdata dan segera dilakukan perbaikan secepatnya.
Kehadiran Wali kota mendapat apresiasi dari warga sekitar, salah satunya Masniah Siregar, warga Jalan Sei Belutu No.48. Ibu rumah tangga itu menyampaikan ucapan terima kasih, sebab Wali Kota cepat tanggap atas keluhan yang disampaikan warga.
“Kami di sini mengeluh, sebab tumpukan tanah bekas galian drainase tidak diangkat-angkat. Selain menganggu kelancaran arus lalu lintas, kami khawatir tumpukan tanah ini akan masuk dan menyumbat drainase yang telah digali. Apalagi saat ini musim penghujan, tumpukan tanah ini tentunya bisa berubah menjadi lumpur,” papar Masniah.
Di samping mengucapkan terima atas pengangkatan tumpukan tanah yang dilakukan, Masniah juga sangat bersyukur dilakukannya penggalian drainase lantaran nyamuk jauh berkurang karena air mengalir lancar kembali. (Silalahi)

Medan – Sumawa
Sungguh nekat, dua pemuda warga Kampung Lalang Syahadat Irawan (43) dan Ari vino Sebastian Ruru (28) babak belur di hajar warga karena kedapatan mencuri kabel telepon milik TNI AU di Jalan Iman Bonjol Medan,Jumat 20/7/2018 jam 04:00 WIB.

Kejadian bermula pada saat petugas piket Senkom Lanud Soewondo Peltu Isman dan Serka Alip Budi mendengar alarm kabel telepon Senkom Lanud Soewondo yang berarti ada gangguan pada jaringan telepon Senkom Lanud Soewondo.

Selanjutnya Serka Alip Budi mengecek jaringan telepon dengan menghubungi piket Mako Lanud Soewondo dan piket Guest House, namun telepon tidak aktif.

Serka Alip Budi kemudian mengecek dengan menyusuri jaringan kabel yang berada di sepanjang jalan Imam Bonjol ke arah Mako Lanud Soewondo.

Saat Serka Alip Budi mengecek kabel telepon di jalan Imam Bonjol, Serka Alip Budi melihat kabel telepon sudah dalam keadaan rusak dan terpotong.

Selanjutnya Serka Alip Budi mendekat dan melihat ada dua orang yg bersembunyi dibalik taman di tepi jalan, saat Serka Alip Budi mendekat kedua orang tersebut berusaha melarikan diri, namun salah satunya (Ari Vino Sebastian Ruru) berhasil di tangkap oleh petugas Piket Mako Lanud Soewondo dan Prada Riski yang ketika itu tiba di TKP, namun satu pelaku Sahadat Irawan melarikan diri.

Kemudian Serka Alip Budi menghubungi perugas piket induk Satpom Lanud Soewondo untuk melaporkan kejadian tersebut, tidak berapa lama petugas Satpom Lanud Soewondo datang ke TKP dan mengamankan pelaku dan diboyong ke Kantor Satpom Lanud Soewondo.

Sekitar pukul 05.00 Wib Serka Alip Budi dan Serka Ammar Syarif kemudian berhasil menangkap pelaku yang kabur Sahadat Irawan di Jalan Gurilla Medan, selanjutnya dibawa ke Kantor Satpom Lanud Soewondo.

Setelah keduanya diamankan di Kantor Satpom Lanud Soewondo, selanjutnya penyidik Satpom Lanud Soewondo melakukan interogasi terhadap kedua pelaku.

Setelah dilakukan Interogasi, Penyidik Satpom Lanud Soewondo berkoordinasi dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Medan Kota.

Tepat  pukul 11.45 WIB petugas Polsek Medan Kota datang ke Kantor Satpom Lanud Soewondo untuk membawa kedua pelaku guna proses hukum selanjutnya.

Dansatpom AU Lanud Soewondo Mayor I gede eka Santika ketika dikonfirmasi  membenarkan kejadian ini ” benar bang, ada kita tangkap dua orang pria atas nama Syahadat dan Ari vino karena telah melakukan pencurian kabel telephone milik Senkom Lanud Soewondo di jalan Imam Bonjol”. Ucapnya.

Kini pelaku berikut barang bukti berupa 1 pcs tang potong ,1 gergaji besi, dan kabel telephone sepanjang 10 meter telah serahkan ke Polsek Medan Kota untuk proses lebih lanjut.

Polisi Militer Angkatan Udara (PM AU) selaku penegak hukum militer tetap bersiaga di depan dalam hal penegakan hukum, Disiplin dan tata tertib bagi prajurit TNI AU dan yang ada kepentingannya dengan TNI AU termasuk pihak sipil yang melakukan tindakan kriminal seperti pencurian. Dengan selalu melaksanakan koordinasi dengan Satuan terkait dalam hal ini Kepolisian untuk penegakan hukum lebih lanjut.

Dalam penegakan Hukum tidak ada ampun bagi pelaku kejahatan yang terjadi di wilayah perimeter TNI AU baik sipil maupun Militer.

Kasus ini juga tetap menjadi atensi pimpinan TNI AU selama dalam penyidikan di kepolisian maupun persidangan nanti guna menghindari kejadian serupa di Kemudian hari ucap Mayor I gede eka Santika. (Ss).

MEDAN – SUMAWA

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Dr Ir Hj Sabrina MSi mendorong agar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi segera berinovasi dalam hal pengolahan air bersih dan limbah lebih dari yang sudah ada sekarang. Karena itu diharapkan tarif air bisa turun di masa mendatang.

Hal itu disampaikan Sabrina yang juga Ketua Dewan Pengawas (Dewas) yang baru, usai pertemuan bersama Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo dan jajarannya di aula pertemuan gedung PDAM Tirtanadi Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (20/7). Hadir mendampingi Asisten Ekbang Ibnu Hutomo, Sekretaris Dewas H Hasban Ritonga, serta anggota.

“Pertama mungkin ini perkenalan saya sebagai Ketua Dewan Pengawas yang baru. Jadi sudah disampaikan tadi oleh Direktur Utama (Dirut) mengenai apa saja yang sudah, sedang dan akan dilakukan. Saya memandang bahwa program yang ada sudah mengarah kepada kedua misi perusahaan, yaitu sebagai perusahaan yang harus meraih keuntungan sehingga memberikan PAD bagi pemerintah,” ujar Sabrina.

Sementara misi kedua adalah sebagai perusahaan yang harus melayani masyarakat. Saat ini jangkauan pelayanan sudah mencapai 83 %  dari yang dibutuhkan. Dengan demikian, syarat untuk memberikan PAD ke APBD Sumut sebesar 80 % sudah terpenuhi dan kini perusahaan ini sudah menyumbang pemasukan bagi kas daerah. “Besaran PAD juga akan kami tetapkan, berapa yang harus diberikan PDAM Tirtanadi,” sebutnya.

Sedangkan untuk inovasi, lanjut Sabrina, adalah pemanfaatan limbah itu sendiri. Sebab selama ini yang muncul adalah pengolahan limbah, belum sampai kepada pemanfaatan. Sehingga dengan pemanfaatannya untuk dijadikan air bersih serta barang lain khusus dari limbah tinja.

“Apakah bisa nanti di recycle atau diolah menjadi air baku untuk digunakan kembali. Dari limbahnya sendiri (tinja), karena kita sudah punya unit pengolahannya, sambil dikembangkan, sudah diuji coba sekarang agar bisa dijadikan pupuk dan briket (sumber bahan bakar),” jelasnya.

Inovasi berikutnya, lanjut Sabrina, adalah memproduksi air kemasan siap minum. Dengan produksi komersil tersebut, tentu berpotensi kepada pendapatan keuntungan disamping opersional air bersih itu sendiri sebagai produksi utama.

“Jadi kalau bisa kita pastikan, tentu kan akan bisa dijual sebagai usaha agar PDAM Tirtanadi bisa lebih maju lagi. Banyak keuntungan yang bisa diperoleh. Kalau bisa ini menjadi satu semangat. Mudah-mudahan kalau ini nanti berjalan, akan ada substitusi silang. Jadi jelas mana yang profit, mana yang sosial,” kata Sabrina.

Dengan potensi dan dorongan itu, Sabrina bersama pengawas yang lain juga berharap sekaligus bertekad untuk bisa menurunkan tarif air bersih bagi masyarakat. Jika memang sudah cukup dana untuk operasional perusahaan, menurutnya hal ini adalah sebuah kebanggaan.

“Jadi itu satu tekad bagi kami. Tadi sudah disampaikan bagaimana ini bisa kita wujudkan. Mohon didukung agar penurunan tarif bisa kita wujudkan. Walaupun belum tahu kapan, tetapi mudah-mudahan segera. Kalau banyak keuntungan dengan banyak cabang usaha, saya meyakinkan tarif bisa turun,” pungkasnya.

Sebelumnya Dirut PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo menyampaikan perkembangan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir. Disamping pengolahan air limbah, pihaknya juga melaporkan beberapa kerjasama dan bantuan dari berbagai sumber guna mendukung pelayanan kepada masyarakat. Begitu juga dengan rencana pengembangan instalasi pengolahan air limbah di masa mendatang yang saat ini tengah diupayakan sejumlah lahan.(Ss).

Nisel – Sumawa
Petugas Kepolisian Sektor Lolowau Polres Nias Selatan meringkus seorang tersangka pelaku penganiayaan di Pekan Lolowau Desa Lolowau Kecamatau Lolowau Kabupaten Nias Selatan, Selasa kemarin.

Tersangka yang bernama Yanuari Halawa alias Ari (28) ini merupakan buronan polisi selama 10 bulan karena terlibat kasus penganiayaan.

Kronologis kejadian bermula pada Rabu malam, tanggal 6 September 2017 lalu di Lorong Bahodema Desa Bawosalo’o Siwalawa Kecamatan Lolowau Kabupaten Nias Selatan. Saat itu korban yang bernama Kahasa Halawa alias Ama Nisi kedatangan dua orang tamu di rumahnya yakni Yanuari Halawa dan seorang teman nya berinisial F-H (DPO).

Keduanya langsung mengetuk pintu rumah korban dan mengatakan “mengapa kau tantang kami”. Korban yang pada saat itu membuka pintu rumah langsung di aniaya oleh kedua pelaku dan ditikam dibagian dagu dan bahu sebelah kiri. Usai melakukan penganiayaan, kedua pelaku langsung melarikan diri.

Libertina Halawa, istri korban yang melihat peristiwa itu langsung berteriak minta tolong kepada warga, namun kedua pelaku berhasil lolos. Korban lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Istri korban kemudian membuat pengaduan ke Polsek Lolowau dan diterima dengan nomor LP/ 44/ IX/ 2017/ SPK-C/ SU/ Res.Nisel/ Sek.Lolowa’u.

Setelah 10 bulan buron, Polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa tersangka Y-H alias Ari sedang berada di Desa Lolowau tepatnya di pekan Lolowau. Petugas Polsek Lolowau yang dipimpin langsung Kapolsek bergerak ke pekan lolowau dan meringkus tersangka.

Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Lolowau Iptu A. Yunus Siregar saat dikonfirmasi membenarkan pihak nya telah mengamankan seorang tersangka kasus penganiayaan. “Tersangka Y-H alias Ari ini sudah 10 bulan buron dalam kasus penganiayaan, yang dilaporkan oleh korban Kahasa Halawa alias Ama Nisi”, jelas Yunus.

Saat ini tersangka sudah diamankan di polsek dan sedang dilakukan pemeriksaan. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 170 Subsider Pasal 351 Kitab Undang Undang Hukum Pidana, dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun.

“Kita masih mengejar seorang pelaku lain yang berinisial F-H. Kita himbau kepada tersangka agar segera menyerahkan diri kepada aparat kepolisian”, pungkas Yunus.(Ss).

Deli Tua – Sumawa
Zendarius Kaban (39), warga Jalan Flamboyan Raya, Gang Raharja, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Sunggal, berhasil ditangkap warga setelah melarikan 1 unit mobil sedan, merk Ford, warna coklat, dengan No. Pol. BK 1287 BT, milik Alasen Beru Bangun (60), warga Asrama TNI AD Glugur, Kelurahan Sidorame Barat 1, Kecamatan Medan Barat, Senin (16/7) siang lalu, sekira pukul 11.45 WIB.

Informasi diperoleh di kepolisian Rabu (18/7) malam, sekira pukul 23.00 WIB menyebutkan, saat itu Ibu Rumah Tangga (IRT) itu memarkirkan mobil miliknya di depan Apotik Gita Farma, berada di dekat Rumah Sakit Adam Malik Medan, berlokasi di Jalan Bungalaw, Kelurahan Kemenangan Tani, Kecamatan Medan Tuntungan.

Namun, ketika IRT tersebut hendak pergi, dirinya kesulitan untuk mengeluarkan mobilnya dari parkirannya, karena terhalang kendaraan lain yang juga parkir di tempat itu. Hal itu diketahui oleh Zendarius Kaban, yang kesehariannya bekerja sebagai tukang parkir di tempat tersebut.

Melihat ada seorang wanita tua kesulitan mengeluarkan mobilnya dari tempat parkirannya, sebagai tukang parkir, Zendarius Kaban pun mendekatinya, dan menawarkan diri untuk membantu mengeluarkan mobil itu dari lokasi parkirannya.

Mendapat pertolongan dari tukang parkir, IRT itupun dengan senang hati menyerahkan kunci mobilnya kepada Zendarius Kaban, agar mobilnya dapat dikeluarkan dari parkirannya. Namun, setelah mobil keluar dari himpitan kendaraan lain, Zendarius Kaban bukannya menyerahkan mobil itu kepada pemiliknya, akan tetapi si tukang parkir itu malah melarikan mobil milik Alasen Beru Bangun.

Melihat mobilnya dilarikan tukang parkir, Alasen Beru Bangun pun langsung berteriak minta tolong. Teriakan korban itu didengar oleh warga yang sedari tadi berada dilokasi itu, yaitu Mustafa Kamal (29), warga Jalan Mantri No.14 A, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimon.
Tanpa pikir lagi, Mustafa Kamal langsung saja mengejar pelakunya, dan di ikuti warga lain.

Namun na’as bagi pelaku, sesampainya di Simpang Namo Gajah, ternyata jalanan sedang macet, sehingga Zendarius Kaban, tidak dapat melanjutkan pelariannya. Pelaku langsung ditangkap warga, dan diserahkan ke petugas kepolisian, menyusul korbannya membuat pengaduan ke Polsek Deli Tua.

Kapolsek Deli Tua, Kompol BL. Malau, kepada wartawan Rabu (18/7) malam, membenarkan penahanan terhadap  Zendarius Kaban dalam kasus melarikan mobil sedan merk Ford, warna coklat, dengan No. Pol. BK 1287 BT milik Alasen Beru Bangun. (Ss).

JAKARTA – SUMAWA
Rapat Koordinasi Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda Kemenpora RI dengan EO dari DPP PPMI dan Juri Festival Film Pendek dalam rangka Asian Games dan Asian Para Games 2018. Bertempat di Gd. Wisma Kemenpora Lt. 3, Jakarta Pusat. Kamis. (19/07/2018) di Jakarta.

Rapat Koordinasi ini merupakan rapat lanjutan dalam menidaklanjuti proses pendaftaran Festival Film Pendek Asian Games yang telah dibuka secara online pada tanggal 3 Juli 2018.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda KEMENPORA RI Drs, Djunaedy M.Si membahas beberapa persiapan teknis salah satunya adalah Jadwal Pak Menteri Pemuda dan olahraga, Bapak Imam Nahrawi untuk bisa hadir dalam acara Awarrding Festivial Film Pendek Asian Games 2018 yang di Rencanakan semulah pada tgl 17 Agustus 2018 di undur menjadi tgl 13 Agustus 2018.

Kepada media nasional dijelaskan  bahwa ,” Kegiatan Festival Film Pendek ini merupakan arahan dari bapak Menpora RI kepada deputi Pemberdayaan pemuda sebagai Apresiasi untuk mendukung serta mensukseskan event akbar Asian Games 2018, ” tutur Djunaidi.

Kegiatan Festival Film Pendek ini untuk memunculkan para sinematografi muda Indonesia yang memiliki bakat untuk menjadi sutradara dan penulis skenario tentang film sekaligus menjadi penyemangat untuk mendukung para Atlet Indoenesia yang akan bertanding pada Asian Games dan Asian Para Games 2018.

Selain memperebutkan Piala Menpora dan mendapat piagam penghargaan total hadiah uang senilai Rp. 15.000.000,00 akan diberikan kepada pemenang sebagai dana pembinaan bagi para pemuda yang menjadi pemenang dalam Festival tersebut, Dewan juri yang dilibatkan dalam acara ini juga merupakan para dewan Juri yang benar ahli didunia perfilman, seperti Slamet Raharjo, Arif Ray Nayohan, Salman Aristo, Budi Sumarno, serta bintang tamu Artis cantik Tya Aristya yang merupakan Mantan Juara dari Cabang Olahraga Taekwondo, yang saat ini juga merupakan Duta Taekwondo Indonesia.

Festival film pendek ini juga terbuka dan dan bisa diikuti oleh para pemuda difabel dalam rangka medukung Asian Para Games 2018, sebelumnya telah mendaftar sebagai peserta, Papar ketua Umum DPP PPMI, Muh. Ramdhan Ulayo yang juga merupakan Atlet Taekwodo pada rapat tersebut.

Rencana sebelum Awarding akan ada pemutaran Film hasil karya peserta yang terbuka untuk umum, untuk memberikan pemahaman tentang dunia perfilman kepada para pemuda dan masyarakat umum secara terbuka di Gedung Teater Kemenpora RI yang disapaikan Sekjend DPP PPMI Ubaedillah sesuai usulan baik dari Faisal salah satu kasubid pada Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda Kemenpora RI, dalam rangka mencari nilai dan respon dari masyarakat awam tentang karya-karya terbaik para pemuda Indonesia dalam dunia perfilman.

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Festival Film Pendek Mevi Amanda Sari menghimbau kepada para pemuda Indonesia untuk yang memiliki bakat dan cita-cita menjadi sutradara dan penulis skenario saatnya mengambil bagian dalam acara tersebut untuk memunculkan karya-karya terbaik mereka dalam dunia perfilman Indonesia.

Sebelumnya saat rapat perdana telah disepakati, DPP PPMI dan Kemenpora RI dengan Tema festival film pendek yaitu : ” Mewujudkan Revolusi Mental Atlet “,  yang merupakan Referentasi dari tema Besar Asian Games Yaitu : Energy Of Asia.

” Pemerintah saat ini melalui Kemenpora RI sangat mendukung prestasi para Atlet yang mengharumkan nama Indonesia baik di ajang nasional maupun internasional, sehingga para pemuda harusnya lebih bersemangat lagi dalam mengembangkan bakat mereka diberbagai bidang baik olahraga, sain dan dll ” . tutup Manda.(Ss).

Medan – Sumawa
Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Provinsi Sumatera Utara Amin Multazam mengatakan dugaan Praktek Kekerasan dan Penyiksaan Terhadap Wanda Gunawan Pasaribu yang di lakukan Polsek Medan Timur Wajib di usut tuntas.

Dimana Prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia wajib ditegakkan, karena seorang tersangka mempunyai hak untuk meminta surat tugas kepada aparat ketika hendak menangkap dan menahan si tersangka (pasal 18 ayat 1 KUHAP).

Demikian di sampaikan Koordinator Kontras Amin Multazam pada wartawan, kamis (19/7/2018) di Medan.

Multazam mengungkapkan bahwa Pola-pola penegakan hukum sebagaimana demikian harusnya tidak lagi kita temukan ditengah janji manis Kapolri bahwa kepolisian menuju arah professional, modren dan terpercaya (PROMOTER).

Atas dasar itu kami dalam beberapa hari belakangan telah mencoba mengumpulkan alat bukti, menyusun kronologis, serta menemui beberapa orang saksi untuk dimintai keterangan dan informasinya, dan dari proses tersebut, diketahui bahwa Wanda saat ditangkap tanpa surat penangkapan dan penahanan, katanya.

Wanda yang ketika itu baru pulang dari bengkel tempatnya bekerja, lantas dibujuk “ikut” kedalam mobil oleh salah seorang personel polisi berpakaian biasa.

Selama lebih seminggu berada dalam tahanan, keluarga tidak dapat bertatap muka untuk melihat langsung kondisi Wanda. Komunikasi justru dilakukan melalui perantara telpon.

Namun anehnya, pihak keluarga korban justru diminta tetap membawakan obat-obatan untuk penyembuhan luka di kaki wanda yang kena luka tembak. Dan Surat Penangkapan SP.Kap/242/VII/2018 tertanggal 10 Juli 2018 dan Surat Perintah Penahanan Nomor: SP.Han/ 29/VII/2018 justru baru diserahkan pada keluarga tertanggal 13 Oktober 2018.

Praktek-praktek demikian tentu saja bertentangan dengan KUHAP yang dengan tegas mengatur hak-hak tersangka.

Sekalipun Wanda merupakan pelaku kejahatan sebagaimana yang dituduhkan, ia harus tetap diperlakukan secara manusiawi sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku. Ujar Multazam

Jika aparat penegak hukum yang bersangkutan tidak memperlihatkan surat tugasnya atau tidak memiliki surat tugas maka penangkapan itu tidak sah, dan bisa dimohonkan praperadilan, dan konsekuensinya tersangka akan dibebaskan disertai dengan pemberian ganti rugi (Pasal 77 KUHAP).

dalam peristiwa ini adalah persoalan dugaan kekerasan dan penyiksaan yang dialami wanda. Dimana dalam keterangan pers nya, polisi beralasan bahwa wanda ditembak karena berusaha  melawan petugas dan melarikan diri. Namun hal ini rasanya patut dievaluasi, diselidiki dan di investigasi secara lebih dalam, ucapnya.

Karena menurut para saksi yang di temui, pada saat penangkapan berlangsung dengan baik-baik saja dan tanpa ada perlawanan dari Wanda, lagi pula pada saat itu  jumlah personil polisi yag menangkap Wanda ada empat orang dan berbadan lebih besar dari Wanda, logikanya sulit kemungkinan bagi Wanda untuk bisa melawan, apalagi berusaha melarikan diri.

Untuk itu KontraS mendesak Polda Sumatera Utara untuk segera mengevaluasi kinerja jajaran Polsek Medan Timur secara internal, dan mendorong lembaga Negara lainnya seperti Kompolnas, Komnasham, LPSK maupun Komisi A DPRD Sumatera Utara secara eksternal untuk bersama-sama melakukan evaluasi dan penyelidikan lebih jauh atas peristiwa ini, tuturnya.

Bahwa mengintrogasi dengan cara-cara kekerasan dan penyiksaan sering kali dijadikan sebagai sarana untuk mengejar pengakuan terduga pelaku, yang akhirnya justru bermuara pada rekayasa kasus.

Kita tentu tidak menginginkan hal itu terjadi.

Persoalan yang dialami Wanda Gunawan Pasaribu bukanlah hal baru dalam cerita penegakan hukum di Indonesia terkhususnya di Sumatera Utara.

Motif penegakan hukum masih kerap dilakukan dengan cara-cara yang justru bertentangan dengan hukum.

Untuk itu, KontraS bersama keluarga koban telah melaporkan peristiwa ini ke Polda Sumatra Utara (STTLP/803/VII/2018), pada Kamis 19 Juli 2018.

Kita berharap proses penyelidikan dan penyidikan atas kasus ini berjalan secara objektif dan transparan. Bukan hanya untuk memberikan rasa keadilan bagi wanda dan keluarga, namun lebih dari itu sebagai ikhtiar bersama dalam mendorong kepolisan untuk bekerja lebih professional, Modern dan terpercaya.

Pengungkapan secara tuntas kasus ini bisa jadi bukti, apakah kepolisian sudah berbenah atau justru masih senang dengan menumpahkan darah dan air mata, tegas Kontras.(Ss).

MEDAN – SUMAWA

Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA menyampaikan terimakasih kepada seluruh anggota DPRD Sumut atas penyampaian laporan hasil kunjungan kerja (kunker) yang berisi temuan terhadap realisasi pelaksanaan program pembangunan TA 2017, Selasa (17/7). Kesimpulan dan saran di dalamnya pun menjadi bahan untuk ditindaklanjuti di internal Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu).

“Jadi hari ini kita menerima laporan hasil kunjungan kerja (kunker) DPRD Sumut. Ada 11 tim DPRD ke seluruh kabupaten/kota. Tentu dari hasil kunker ini banyak temuan-temuan,” ujar Pj Gubsu Eko Subowo usai menghadiri paripurna tersebut.

Adapun berbagai temuan dari hasil kunker dewan tersebut, lanjut  Eko, disampaikan kepada Pemprovsu. Berikutnya adalah mempelajari dan menindaklanjutinya ke seluruh instansi yang terkait dengan temuan dimaksud dalam laporan kunker dewan di 12 daerah pemilihan (dapil) yang dibagi menjadi 11 tim, dimana dapil 1 dan 2 di Kota Medan digabung menjadi satu tim.

“Tentu ini nanti kita akan tindaklanjuti dengan dinas-dinas terkait. Karena semua temuan dari hasil kunker itu menyangkut apa yang dikerjakan oleh dinas-dinas provinsi di kabupaten/kota yang bersangkutan,” sebut Eko didampingi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Hj Sabrina.

Selanjutnya, kata Eko, Pemprovsu akan mempelajari laporan dari kunker DPRD Sumut di 33 kabupaten/kota yang ada sejak 4-9 Juli lalu. Setelah itu, pihaknya akan memberikan jawaban atas laporan yang juga berisi kesimpulan dan saran itu.

Adapun beberapa catatan temuan dari laporan tersebut diantaranya seperti realisasi pembangunan yang masih harus disempurnakan dan sikap proaktif pemerintah kabupaten/kota dalam hal pengusulan anggaran untuk bantuan keuangan provinsi dan dana bagi hasil. Atas hal itu, mereka meminta agar Pemprovsu dapat memberikan alokasi dana untuk pembangunan lebih besar dari tahun sebelumnya.
Kawal Ketat

Selain itu, tim 1 kunker DPRD Sumut Dapil I dan II (Kota Medan) melalui Ketuanya Ikrimah Hamidy memberikan penekanan terhadap kesiapan pelaksanaan MTQ Nasional ke27 di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Atas kunjungan mereka di dua daerah itu, para legislator tersebut meminta agar Pj Gubsu mengawal ketat persiapan ajang musabaqah yang diikuti 34 provinsi itu.

“Kami sampaikan bahwa MTQ Nasional di Sumut harus dikawal ketat oleh Pj Gubernur Sumut guna kesuksesan acara tersebut dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) dan swasta serta pemerintah daerah. Gubernur menginstruksikan agar dibuat template hitung mundur ke hari pembukaan MTQ Nasional tersebut,” sebut Ikrimah.

Dirinya juga menjelaskan bahwa dalam kunjungan kerja mereka, dibahas beberapa poin penting yakni kebutuhan air, publikasi atau promosi, infrastuktur jalan, ketersediaan listrik, keindahan lokasi acara maupun gedung di sekitar tempat pelaksanaan MTQN, serta yang terpenting yakni koordinasi untuk mengatasi beberapa kendala yang ada. (Ss)

Simalungun – Sumawa
Ketua DPP APISU (Asosiasi Pers Independen Sumatera Utara) SM. Sihaloho mengecam kriminalisasi terhadap Pers, karena Pers adalah pekerjaan Profesi “Apa pun caranya Pers tidak akan bisa di Bungkam” karena Pers bekerja berdasarkan Undang – Undang dan di Lindungi oleh UU Pers Nomor 40 tahun 1999.

Peristiwa yang di alami Mara Salem Harahap alias Marsal Harahap yang saat ini ditahan di LP kelas II A Pematang Siantar yang di duga akibat memberitakan kasus Korupsi RSUD Perdagangan sebesar Rp 9,1 Miliar sangat tidak etis dan bertentangan dengan Kebebasan Pers yang di Jamin oleh Undang – Undang.

Ketua APISU dalam hal ini menilai bahwa para penegak Hukum belum memahami sepenuhnya arti kebebasan Pers, dimana “Hukum itu Berbasis Kemanusiaan, selain Keadilan dan Kepastian Hukum” jadi tidak serta merta pelanggaran Hukum itu harus di Hukum dan Penjara bukanlah Solusi, ucapnya.

Hal tersebut di sampaikan Ketua DPP APISU SM. Sihaloho ketika di mintai tanggabannya terkait kasus penahanan Marshal Harahap di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIA Pematang Siantar, rabu (18/7/2018) di Medan.

Dalam fakta persidangan terungkap Majelis Hakim PN Simalungun menanyakan tentang kesehatan terdakwa, dan terdakwa mengatakan sedang sakit dan kemudian Majelis Hakim PN Simalungun pun menunda persidangan hingga Senin depan (23/07/2018), dalam menegakan Hukum bukan dengan melanggar Hukum, pertimbangan Hak Azasi Manusia juga perlu harus di pikirkan, jelas SM. Sihaloho.

Ketua APISU SM. Sihaloho kembali mengingatkan kepada aparat penegak Hukum bahwa Hukum itu berbasis kemanusiaan, selain keadilan dan kepastian hukum, ucapnya.(Ss).

Medan – Sumawa
IMF (International Monetary Fund) adalah salah satu organisasi dunia yang bertugas mengatur sistem keuangan internasional dan menyediakan pinjaman kepada negara-negara yang membutuhkannya.

Kehadiran IMF di dunia Internasional sangat di harapkan, karena IMF merupakan salah satu jasa keuangan yang terbesar di dunia dan mampu menyelamatkan suatu negara yang sedang terpuruk akibat di landa Krisis Ekonomi.

Di Negara Indonesia IMF hanya di kenal di kalangan masyarakat menengah keatas atau 10% dari jumlah penduduk Indonesia dan tidak sedikit kalangan elit politik di Indonesia yang minim pengetahuan tentang IMF turut menghujat dan menganggab IMF adalah salah satu rentenir kelas dunia.

Namun kehadiran IMF di Indonesia sangat bermanfaat dan berkarya demi kemajuan bangsa dan negara khususnya pembangunan infrastruktur yang semakin pesat, dan tidak seburuk seperti apa yang di katakan oleh para elit politik di Indonesia.

Ketika dunia datang ke Indonesia dengan mengangkat rencana pelaksanaan 2018 dan memanfaatkan momentum tersebut dalam pertemuan ekonomi dan keuangan terbesar di dunia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Di Indonesia IMF lebih di kenal dengan nama Dana Moneter yang tujuan utamanya adalah menstabilkan kemampuan finansial negara – negara anggota IMF dan Indonesia adalah salah satu termasuk anggota IMF. Dan sejak IMF berdiri pada tahun 1944 sebanyak 189 negara – negara di dunia sudah bergabung di IMF untuk meningkatkan kerjasama di bidang keuangan.

Di samping IMF sukses sebagai salah satu jasa keuangan dan ekonomi terbesar dunia, IMF juga di anggab berhasil mempersatukan antar negara – negara di dunia di bidang Keuangan sehingga terwujudnya persatuan antar negara di dunia.

Keberhasilan IMF di bidang ekonomi dan keuangan, IMF juga dianggab telah berhasil membangun suatu peradaban bangsa – bangsa di dunia sehingga terwujudnya suatu perdamaian.

Indonesia melalui pemerintahnya agar tetap bekerjasama dengan IMF dalam hal peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan dan mengurangi tingkat kemiskinan dengan melalui peminjaman modal tanpa bunga buat keluarga yang kurang mampu.(sahat silalahi).

MEDAN – SUMAWA
Ketua KPU Sumut Mulia Banuarea di dampingi Benget Silitonga terima pendaftaran 100 Bacaleg (Bakal Calon Legislatif) DPW Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Provinsi Sumatera Utara dengan 30% perwakilan perempuan yang di Pimpin langsung Ketua DPW PKPI Sumut Ir.Juliski Simorangkir MM

Pada wartawan Jusliski Situmorang menjelaskan, kalau PKPI tidak memiliki target yang melangit, cukup hanya mencapai 6 kursi dan jika rakyat menghendaki bisa bertambah lebih banyak, katanya selasa (17/7/2018) di Kantor KPU Sumut.

Juliski menambahkan “Target kita untuk pemilihan legislatif tahun 2019 tidaklah terlalu melangit hanya 6 kursi saja atau mencapai 1 Fraksi. Untuk periode sebelumnya kita mendapatkan 3 kursi , ” ungkap Juliski optimis.

Menurutnya  partainya bergerak cepat untuk menentukan calon-calon legislatifnya setelah Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) mengabulkan gugatan PKPI.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan PKPI tidak bisa berlaga dalam pemilu 2019. Sebab, dalam verifikasi faktual, partai tersebut tidak memenuhi persyaratan di 73 kabupaten atau kota yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Papua.

Namun PKPI mengajukan gugatan ke PTUN yang akhirnya gugatan partai dikabulkan. Setelah gugatan dikabulkan, PKPI bisa menjadi peserta pemilu 2019.ucapnya.

Juliski juga mengatakan Partai PKPI langsung menggelar rapat kerja untuk menyiapkan calon anggota legislatif (caleg) dalam upaya memenuhi tahapan seperti yang ditentukan KPU. Persiapan untuk menghadapi pemilu 2019, kita juga lakukan sampai tingkat daerah. Terutama untuk membantu merekrut calon (legislatif) yang akan diusung, jelasnya.

Lebih lanjut Juliski memaparkan, selama proses penyelesaian sengketa, PKPI mengalami kerugian. Namun demikian semua dapat teratasi  karena kerja keras dan semangat seluruh kader PKPI yang siap menyongsong menjadi peserta Pemilihan Legislatif 2019.

Jusliski berharap semoga para Caleg PKPI menjadi pilihan rakyat yang akan membawa perubahan kepada pencerahan Sumatera Utara kedepannya.(Ss)

STAY CONNECTED

799FansSuka
590PengikutMengikuti
116,456PelangganBerlangganan