Viky Sianipar Gandeng Musisi Austria Konser di Danau Toba

908
BERBAGI

Beberapa waktu lagi kota Medan dan pulau Samosir, Sumatera Utara akan kedatangan tamu istimewa dari Austria. Herman Delago dan Austrian Tobatak Orchestra akan menggelar konser di dua lokasi ini dalam bulan Agustus 2014.

Rencana konser di dua lokasi ini direncanakan akan berlangsung di Indoor, TIARA HOTEL CONVENTION Medan pada tanggal 20 Augustus 2014, yang diselenggarakan atas kerjasama dan dukungan penuh oleh ASPPI – Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia cabang Medan.

Sementara untuk Outdoor, Open Stage TukTuk Siadong Samosir, pada tanggal 23 Augustus 2014 , yang diselenggarakan atas kerjasama dan dukungan penuh oleh Dinas Pariwisata dan Budaya kabupaten Samosir.

Konser ini akan melibatak beberapa artis ternama Batak , seperti Viky Sianipar, Tongam Sirait, dan seorang artis pendatang baru dan kreative Retta Sitorus, mereka ini nantinya akan berkolaborasi dengan Hermann Delago dan group Orkestranya. Disamping suguhan orkestra ini, juga akan disuguhkan sebuah penampilan yang benar benar menunjukkan ke originalan lagu lagu batak, oleh Marsada Band. Band ini sudah cukup dikenal oleh pecinta lagu lagu Batak, juga karena mereka telah sukses dua kali tour di Eropa, yg juga dihaturkan oleh Henry Manik. Disamping semua group ini, ada juga Jajabi Band yang akan tampil di Samosir, yaitu band local yang ada di Tuk Tuk Siadong.

Ketertarikan Herman Delago terhadap kebudayaan dan musik Batak berawal saat tahun 1995, ia melakukan perjalanan ke Indonesia untuk pertama kalinya. Ia pun terpesona melihat berbagai budaya yang menarik dan musik. Perjalanannya dimulai dari Bali dan tidak lama setelah itu, dia tiba di Danau Toba / Samosir. Sebelumnya, di Bali dia telah mendengarkan sebuah lagu Batak, Butet, dinyanyikan di cafe cafe , dia sangat menyukai lagu itu dan langsung mempelajari lagu tersebut di Bali.

Setibanya di Samosir, dia sangat merasakan betapa indahnya daerah itu, dan ada kemiripannya dengan kampung halamannya di Austria. Dia pun jatuh cinta terhadap daerah itu, hingga mendalami ke unikan budaya dan musik yang di miliki oleh penduduk lokal. Salah satu tempat favoritnya adalah Kedai Tuak, yang hampir setiap hari dikunjungi dan mencoba mendengar dan mempelajari secara terus menerus lagu lagu Batak, yang setiap hari dinyanyikan di kedai itu.

Setelah kembali ke Tyrol , dia pun sangat serius mempelajari lagu-lagu Batak baik dalam menyanyikannya dan memikirkan suatu gubahan orkestra yang cocok dengan lagu lagu tersebut. Dia pun membuat partitur lagu lagu Batak, dan membagikannya ke semua musisi orkestranya, sehinggahirnya, lagu lagu Batakpun, menjadi bagian besar dari setiap play list yg dibawakan dalam setiap konser mereka hingga saat ini.

Perjalanannya ke Samosir pun dilakukannya secara reguler, demi menambah wawasan terhadap lagu lagu Batak, dan sebelumnya dia pernah mendengar nama seorang musisi Batak muda yang sangat kreative, Viky Sianipar. Beberapa album karya Viky, didengarkan oleh Hermann dan sangat dia sukai, membuat keinginannya bertemu langsung dengan orangnya. Hal inipun dilakukannya, menemui Viky Sianipar di studionya, Jakarta.

Pertemuan mereka yang singkat, namun berkesan, telah menghasilkan sebuah ide projek, kolaborasi album Batak bernama TOBATAK dan telah di distribusikan secara worldwide,dan mendapat respond yang sangat positive dari berbagai pihak. Disaat mengerjakan projek ini,Hermann sendiri, meminta kepada salah satu teman dekatnya Henry Manik, untuk menjadi Projek Manger.

Kesuksesan album ini sepertinya belum memuaskan Hermann dalam menunjukkan kecintaanya terhadap musik batak dan juga Pulau Samosir. Henry Manik yang berasal dari Garoga Samosir, dan tinggal di Belanda pun mendapat tawaran ide lagi dari Hermann, yaitu mengadakan Konser Tour ke Medan dan Samosir, yang melibatkan 80 orang dari Austria, baik musisi, vocalis, dan team lainnya.

Bagi Henry Manik, tawaran ini sangat menantang karena akan melibatkan begitu banyak orang dari Eropa. Namun dengan modal pengalamannya yg sudah beberapa kali membawa musisi batak tour konser di Eropa, seperti Marsada dan juga kecintaanya terhadap kampung halamannya, yang mana hal ini terlihat dari berbagai aktivitasnya di Belanda, yang selalu aktive melakukan promosi terhadap Danau Toba, baik lewat event maupun online dengan menciptakan sebuah website samosirtourism.com. Lewat wadah ini, dia beberapa kali bekerjasama dengan sekolah maupun universitas jurusan pariwisata, dalam hal pengiriman pelajar ke Samosir. Dia pun menyambut baik ide Tour konser tersebut, dan memikirkan semua hal hal yang berhubungan dengan itu.

Pengurusan pun dimulai, dan mencari dukungan keberbagai pihak di Indonesia baik pemerintah maupun swasta. Henry Manik pun membicarakan ide ini terhadap kenalan kenalannya yang berpotensi untuk bisa diajak tukar pikiran kerjasama, dan bisa saling mengerti jalur tujuan rencana ini, yang mana merupakan suatu projek yang berbasis sosial. Hal inipun disambut baik oleh beberapa temannya di Medan, yg tergabung di ASPPI dan yang di ketua Marulitua Damanik. Melihat konsep rencana ini,yang akan mendatangkan banyak orang Eropa ke Sumatra dan melakukan suatu event, adalah juga merupakan suatu missi dari organisasi pelaku pariwisata ini.Sehingga merekapun bersedia meluangkan waktu, pikiran maupun dana sendiri agar hal ini bisa terrealisasi. Dibawah nama ASPPI ini,mereka membentuk suatu team, untuk mengurusi penyelenggaraan konser Hermann bersama Orkestranya di Medan, yang mana juga merupakan suatu ide yang sangat menantang buat mereka.

Dan di Samosir sendiri, rencana projek ini mendapat sambutan yang baik dari Dinas Pariwisata dan Budaya setempat. Mereka menyadari juga bahwa rencana ini adalah, suatu missi yang perlu didukung dalam hal menstimulasi kepariwisataan di Samosir, dan juga sangat sesuai dengan tag line Samosir yang sedang digalakkan saat ini. Sehingga rencana konser disamosir pun nantinya, sudah merupakan agenda yang sudah dimasukkan ke paket event mereka untuk tahun ini dan didukung penuh oleh Dinas Pariwisata dan Budaya Samosir.

Menurut Projek Manager Henry Manik, Konser Tour Oleh Hermann Delago & Orkestranya ini mempunyai tujuan untuk menunjukkan rasa kecintaan dan memberi apresisasi yang tinggi terhadap musik/lagu lagu Batak, serta menunjukkan bahwa lagu Batak, sangat diterima di dunia Internasional

Selain itu hal ini diharapkan dapat menstimulasi pertumbuhan kunjungan pariwisata terhadap Sumatra utara pada umumnya, dan Samosir – Danau Toba pada khususnya., dan lebih memperkenalkan Danau Toba- Samosir kedunia Internasional, lewat group besar yang akan didatangkan dari Austria ini.

Serta lebih memotivasi dan menginspirasi generasi muda Batak pada khususnya untuk lebih bergiat berkarya dan berkreativitas, di dunia musik atau lagu-lagu Batak, yang mana bisa berterima dalam world music, dengan harapan bahwa budaya / tradisional musik Batak dapat dipertahankan dan dikembangkan dengan tanpa meninggalkan rootsnya.

Semua pihak yang terlibat dalam rencana ini, mempunyai harapan besar, semoga semuanya akan berjalan dengan lancar, dan mendapat dukungan dari seluruh pihak lapisan masyarakat dan meyempatkan waktu untuk bisa hadir sama sama dan menyaksikan acara yang unik ini.(Rivay Bakkara)sumber Seruu.com