Sidang Raya PGI juga membahas masalah Penutupan Gereja

511
BERBAGI

Gunungsitoli – Gereja-gereja di Indonesia telah lama bergumul dengan persoalan-persoalan internal serta ancaman yang mengacu pada eksistensi gereja seperti ancaman penutupan gedung gereja dan pelarangan penyelenggaraan kebaktian.

Hal itu ditegaskan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Andreas Yewangoe dalam pembahasan Tema dan Sub Tema Sidang Raya XVI PGI pada hari kedua SR di Gunungsitoli, Pulau Nias, Rabu (12/11).

Selain membahas Tema dan Sub Tema, peserta Sidang Raya PGI juga mendengarkan laporan pertanggungjawaban Majelis Pekerja Harian PGI.

Sidang Raya XVI PGI diikuti oleh gereja-gereja anggota PGI, PGI Wilayah, mitra PGI dari dalam dan luar negeri yang diselenggarakan sejak Selasa (11/11) hingga Minggu (16/11).

Adapun Tema Sidang Raya XVI yaitu “Tuhan Mengangkat Kita Dari Samudera Raya” dan Sub Tema “Dalam Solidaritas dengan Sesama Anak Bangsa kita tetap Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila Guna Menanggulangi Kemiskinan, Ketidakadilan, Radikalisme dan Kerusakan Lingkungan”.

Yewangoe mengatakan, pemilihan tema Sidang Raya ini juga menyiasati dan memperhatikan secara mendalam pengalaman Nias yang dilanda tsunami dan belakangan gempa bumi dahsyat.

Pada saat itu, para korban hampir-hampir kehilangan harapan. Namun di tengah keadaan itu, ada sinar pengharapan baru yang terus bertumbuh.

“Ternyata Allah adalah Allah yang mengasihi tidak menghendaki manusia terus berada dalam situasi putus asa. Ia memperlihatkan titik-titik terang. Ia kembali membangkitkan Nias dan Nias bersinar lagi,” tambahnya.

Mengenai Sub Tema, Yewangoe mengatakan, nilai-nilai Pancasila harus tetap diamalkan di mana harus sungguh-sungguh menjadi action, bukan hanya diwacanakan.

Menurutnya, bangsa ini cukup lama menelantarkan nilai-nilai keadaban, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, kerukunan yang terkandung dalam Pancasila.

Calon Ketua Umum PGI
Selain mempersiapkan sejumlah program kerja untuk lima tahun ke depan, Sidang Raya PGI juga mengagendakan pemilihan pengurus PGI melalui panitia nominasi.

Sejumlah nama mengemuka untuk mengisi posisi-posisi strategis PGI seperti Ketua Umum dan Sekretaris Umum.

Dalam bursa calon Ketua Umum PGI setidaknya ada empat calon yang mengemuka yaitu Richard Daulay dari Gereja Methodist, Henriette Lebang dari Gereja Toraja, John Ruhulessin dari Gereja Protestan Maluku, dan Albertus Patty dari Gereja Kristen Indonesia. (Berita Satu)