Polresta Tanggapi Praperadilan yang Dilakukan Widhiastuty

581
BERBAGI

medan.Sumawa.com Dipraperadilkannya Polresta Medan oleh Widhiastuty Suwardianto (38) warga Cirebon, di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (17/2/2015) tentang penghentian kasus penganiayaan (SP-3) dengan terlapor Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan mendapat tanggapan oleh Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Istanto Bram.
Ia mengaku, pihaknya masih menunggu keputusan hakim dari hasil praperadilan itu. “Kita masih menunggu hasilnya apa, jika dihentikan akan kita hentikan dan jika dilanjutkan akan kita lanjutkan,” jelasnya.
Ia mengaku, di sp -3 kannya kasus ini dikarenakan tidak cukupnya bukti. “Kita sudah mencari saksi yang mengetahui kejadian itu, namun sampai sekarang tidak ada,” katanya.
Selain itu, jelasnya, korban juga tidak kooperatif saat dipanggil tidak datang. “Kita juga telah mendatangi rumah korban, namun yang bersangkutan sudah tidak tinggal disana. Dari dasar itulah kita melakukan SP3 terhadap kasus itu,” katanya.
Dalam kasus ini, jelasnya, sebenarnya bukan dikenakan pasal 351, namun pasal 352 yaitu penganiayaan ringan atau tipiring. “Kasus ini sebenarnya tipiring, karena memang ditemukan luka memar dipipinya dan luka di dalam mulutnya, namun itu bukan kasus penganiayaan berat,”ungkapnya.
Seperti diberitakan, Widhiastuty Suwardianto (38) warga Cirebon, mempraperadilkan Polresta Medan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (17/2/2015).
Widya memohon kepada Hakim Tunggal Waspin Simbolon agar penghentian penyelidikan yang dilakukan penyidik Polresta Medan tidak sah. ‬(SW-01)