Dimana keadilan hukum untuk anakku

426
BERBAGI

Surabaya,Sumawa.com
Sungguh biadab kelakuan terdakwa Ahmad Bashori PNS kerja di ITS , Terdakwa menonjok anak usia 9 tahun yang duduk di bangku SD salah satu sekolah dasar di Surabaya.
Tapi sayangnya keadilan hukum tidak berpihak pada orang yang miskin hukum berpihak pada orang yang kaya sehingga terdakwa tidak di tahan oleh kepolisian dan Jaksa.Padahal kalau di bandingkan bocah ingusan tersebut bukanlah mungsunya,

Sidang kali ini beragendahkan saksi jaksa penuntut umum Oja dari Kejaksaan Negeri Surabayamenghadirkan saksi Eko yang melihat secara langsung dalam jarak 3 meter.saat saksi eko menjelaskan di persidangan ,Pada tanggal 11 Juli sekitar pukul 19.30 wib,Alvin dan temannya Rendra,Ivan,Irgi,Cakra,Ferdi sedang asik bermain di depan rumah terdakwa Perumahan Modokan Ayu Wisma Indah Surabaya ,terdakwa hendak keluar rumah,Alvin dan teman temanya di suruh minggir agar menjauhi pagar rumah,namanya anak kecil mobil di kemudikan ahmad berjalan keluar dengan pelan pelan,akhirnya Alvin dan kawan kawan mengejar mobil sambil balapan ingin memegang mobil terdakwa,

Karena tidak nyaman dengan aksinya bocah tersebut ,akhirnya terdakwa turun dari mobil dan mendorong dengan memegang pundak korban lalu di dorong karena dorongannya sangat kuat hingga bocah tersebut terlempat di pinggir tambak ,akibatnya korban mengalami luka di kaki ,masih tidak terima terdakwa lalu menonjok pelepis(kelopak)mata kiri korban hingga bengkak.jelas saksi di persidangan,namun kesaksian Eko di sangkal oleh terdakwa bahwa semua apa yang di ceritakan Eko itu bohong semua aku terdakwa.

Menuruit orang tua korban ,bahwa pada saat kejadian tersebut saya kerja itupun saya di beritahu oleh tetangga bahwa yang memukul anakmu itu orang PNS ynag bekerja di ITS tapi di bagian mana aku ngak tahu.

Selesai Sidang terdakwa saat di temui wartawan tetap bungkam dan tidak menjawab sepatapun dari peretanyaan awak media

Beda dengan keterangan Jaksa Penuntut Umum Oja dari kejaksaan Negeri Surabaya,mengatakan memang terdakwa tidak di tahan karena di dalam pasal 80 Undang Undang Perlindungan anak ,yang ancamannya di bawah 5 tahun terdakwanya tidak di tahan,ujar Oja kepada wartawan.

Padahal Pasal 80 50/Pid.Sus/2015/PN SBY, Ahmad Bashori dijerat Pasal 80 dimana berbunyi dalam (1) Setiap orang yang melakukan kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan, atau penganiayaan terhadap anak, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp 72 juta. Disebut dalam ayat (2) Dalam hal anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) luka berat, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 100 juta.

Yah beginilah hukum adil buat orang kaya tetapi tidak adil untuk orang miskin.(rhy)