5 nilai budaya kerja dilingkungan KanWil Kemenag sumut

803
BERBAGI

Medan,Suamwa.com – 5 nilai budaya kerja dilingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara resmi diluncurkan oleh Menteri Agama RI Drs. H. Lukman Hakim Saifuddin yang berlangsung di Asrama Haji Jl. AH. NAsution Medan,

Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Sumut Ir. H. Tengku Erry Nuradi, M.Si, Kepala Kanwil Kemenag Sumut Drs. H. Tohar Bayoangan, M.Ag, Direktur Pondok Pesantren Dr. Mohsen, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut M. Yusni, SH, MH, anggota DPR RI Romo Raden Muhammad Syafi’I, Drs. H. Hasrul Azwar dan Fadli Nurzal serta perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumut dan perwakilan Forum Koordinasi Pemerintah Daerah (FKPD) Sumut.

Dalam kesempatan tersebut, Menag Lukman menegaskan, 5 nilai budaya kerja dilingkungan Kemenag yang harus diaplikasikan yakni Intergritas, Professional, Inovasi, Tanggungjawab dan Keteladanan.

“Kelima nilai budaya kerja ini akan memacu pejabat dan pegawai dilingkungan Kemenag untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” harap Lukman.

Selain itu, 5 nilai budaya kerja itu juga diharapkan akan mengubah imej tidak baik yang selama ini menerpa Kementerian Agama, terkait dugaan korupsi, penyelewengan dan penyalahgunaan jabatan.

“Idialnya, Kementerian Agama bersih dari dugaan miring. Imej yang selama ini ada, secara perlahan harus diubah agar Kemenag dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Lukman optimis.

Tidak hanya itu, perubahan kinerja Kemenag juga akan mempengaruhi peningkatan mutu dan kualitas kerukunan umat beragama secara nasional.

“Pejabat dan pegawai Kemenag harus memiliki integritas yang tinggi, professional dalam menjalankan tugas, bertanggungjawab, siap melakukan inovasi dan harus menjadi tauladan dilingkungan kerja dan masyarakat,” tegas Lukman.

Tengku Erry Nuradi dalam sambutan menyatakan, Pemerintah Sumut mendukung penuh penerapan 5 nilai budaya kerja dilingkungan Kemenag RI. Lima nilai budaya kerja tersebut sejalan dengan 5 visi misi Pemrov Sumut yakni Religius, Intergritas, Kompeten, Gotong-royong dan Pelayanan.

“Semua bermuara pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu, kita harus melakukan perubahan ditingkat paling rendah yakni diri kita sendiri, kemudian lingkungan kerja dan selanjutnya dilingkungan masyarakat,” ujar Erry.

Penerapan 5 nilai budaya tersebut diyakini akan membangun pola fikir (mindset) dan dapat mendorong budaya kerja (cultureset) para pejabat dan pegawai dilingkungan Kanwil Kemenag Sumut.

Erry juga berharap, Kemenag RI juga merumuskan nilai budaya disiplin dan belajar di kalangan lembaga pendidikan berbasis keagamaan. Budaya disiplin dan belajar ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan pendidikan agama dan keagamaan para generasi muda.

“Sejak dini para siswa harus dididik dengan budaya disiplin sebagai bekal di masa mendatang. Karena mereka adalah calon pemimpin masa depan,” ujar Erry.