SIDANG PRA PRADILAN ,TERKAIT BOS DEALLER MOBIL MERCY HARTONO

736
BERBAGI

Surabaya,Sumawa.com Sidang Gugatan Praperadilan tepatnya di Ruang Sidang Kartika 2 Pengadilan Negeri Surabaya yang di ketuai oleh Hakim tunggal Maratua Rambe. Dalam persidangan ini, H Saluki selaku pemohon diwakilkan oleh H Hudi, sedangkan pihak Kapolda Jatim selaku termohon diwakilkan oleh dua tim kuasa hukumnya yakni Tatik Suryaningsih,SH dan DR Yahman SH,MH berdasarkan surat kuasa khusus.
Persidangan ini berlangsung singkat, karena pemohon tidak membacakan gugatannya dan dianggap sudah dibacakan, Hal serupa juga dilakukan tim kuasa hukum Kapolda Jatim, jawaban atas gugatan tersebut juga tidak dibacakan dan dianggap sudah dibacakan. “Jadi semuanya dianggap sudah dibacakan ya,”ucap Maratua Rambe pada para pihak.
Dijelaskan H Hudi, Praperadilan tersebut dilakukan agar PN Surabaya melanjutkan perkara yang telah dilaporkan kliennya pada 14 September 2012 lalu, dengan Nomor Laporan Polisi : STPL/172/IX/2012/Yanduan yang di SP3 oleh Penyidik Polda Jatim, dengam nomor ketetapan penghentian penyidikan SP TAP/103/U/2013/Ditreskrimum, Polda Jatim. ”Kami meminta agar hakim melanjutkan kasus ini dan menyatakan termohon telah berbuat kesalahan didalam melaksanakan tugas dan kewajibannya,”terang Hudi usai persidangan.
Menurut H Hudi, munculnya SP3 itu, menimbulkan kerugian bagi kliennya baik berupa materiil dan inmateriil. ”Materiilnya Rp 500 dan inmateriilnya Rp 5 miliar atas perbuatan termohon menghentikan penyidikan,” sambungnya.
Sementara H Saluki selaku pemohon dalam kasus ini mengungkapkan, jika dirinya pernah meminta perlindungan hukum ke Mabes Polri. Dengam Nomor Laporan LP 09/MSP/III/2013. “Tapi tetap saja kasus ini dihentikan,”jelas Saluki usai persidangan.
Terpisah, dr Yaman selaku kuasa hukum Kapolda Jatim menerangkan telah melakukan penyanggahan atas gugatan Praperadilan ini. Dia menganggap, penghentian kasus yang melibatkankan Bos Dealer mobil Mercy Hartono Motor ini sudah sesuai dengan prosedur. “Tentu kami sanggah dan sudah kami tuangkan dalam jawaban, karena semuanya sudah sesuai dengan aturan dan prosedur yang ada,”jelasnya usai persidangan
Perlu diketahui, Praperadilan ini merupakan buntut penghentian penyidikan yang dilakukan Penyidik Polda Jatim atas laporan H Saluki yang melaporkan pemilik Dealer mobil Mercy Hartono Motor di Jl Demak Surabaya.
Boedi Hartono dilaporkan ke Polda Jatim lantaran memasuki pekarangan milik H Saluki dengan merusak rusak fasilitas yang ada di dalam lahan tersebut yang berada di Jl Genting Surabaya.
Dalam laporannya, Bos Dealer mobil Mercy Hartono Motor ini dilaporkan pidana melanggar pasal 167 KUHP tentang memasuki pekarangan orang lain dan Pasal 358 KUHP tentang perampasan hak tanah orang .
Bahkan dalam permasalahan ini pemohon juga menghadirkan saksi dari Sokran dan Saiful Islam dalam kesaksiannya sudah jelas di dalam persidangan telah terjadi pemagaran dan pengrusakan terhadap tembok yang terletak di Kelurahan Genting Kecamatan Asem Rowo terhadap tanah hak milik pemohon nomor sertifikat 54 atas nama Machwan yang telah di lakukan oleh tersangka Hari Boedi Hartono..
Anehnya Bukti Bukti dari Pemohon baik yang asli dan foto kopi berupa sertifikat dan pernyataan pembelian di bawah semua dan di tunju7kan di persidsangan ,Sedangkan dari Termohon Pembuktiannya hanya fotokopiannya dan tidak menunjukan keasliannya.kalau pembuktiannya hanya foto kopiannya di anggap kabur alias Obscuur libel and Eror In Person.
Perlu di ketahui Bahwa termohon dalam persidanganya telah mengakui kepemilikan tanah hak milik nomer sertifikat 53 hak miliknya tersangka Hari Boedi Hartono dengan luas 1500 M yang terletak di Kelurahan Genting Kecamatan Asem Rowo Surabaya,tapi sayang pembuktiannya hanya Foto Kopian
Sedangkan Pemohon membuktian surat surat yang asli terkait kepemilikan tanak hak miliknya dengan nomer sertifikat 54 dengan luas 3733M yang terletak di kelurahan Genting Kecamatan Asem Rowo Surabaya.
Wah wah ada dua surat yang di duga satunya palsu masa satu obyek yang sama hanya beda ukuran tanah yang berbeda diakui 2 orang.
Sedangkan dari pihak kuasa hukum Hari Boedi Hartono saat di temui wartawan tidak mau di wawancarai.yah kita tunggu hasi persiodangan lusa hari Jumat dalam agenda putusan.(hendrik)