Korupsi 35 Unit Mobil Dinas, Mantan Bendahara DPRD Gunung Sitoli Dituntut 4 Tahun Penjara

534
BERBAGI

Nias,Sumawa.com

Mantan Bendahara DPRD Kota Gunungsitoli, Firman Harefa dituntut 4 tahun penjara karena terbukti bersalah melakukan korupsi dana Sekretariat dewan untuk pengadaan 35 unit mobil dinas di Pemko Gunung Sitoli tahun 2011-2012 sebesar Rp892,2 juta.

“Terdakwa dinilai bersalah melanggar pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama,” ucap JPU Kejari Gunung Sitoli Firman Halawa di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (24/03/2015).

Terdakwa juga didenda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan. Selain itu, JPU juga memerintahkan terdakwa membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp525 juta.
“Jika terdakwa tidak sanggup membayar dan harta benda tidak mencukupi maka dipenjara selama 6 bulan,” ungkapnya.

Dalam kasus ini, terdakwa tidak sendirian. Dia didakwa bersama-sama dengan Martin Itali Zendrato selaku Pejabat Pembuat Komitmen dan Direktur CV Prima Perkasa, Rugun CF Manullang, melakukan tindak pidana korupsi. Martin Itali Zendrato dan Rugun CF Manullang, masih menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Medan.

Korupsi pengadaan 35 unit mobil dinas diperuntukkan bagi anggota DPRD dan Pemko Gunung Sitoli dianggarkan dana sebesar Rp8,7 miliar.

Setelah melalui proses lelang, CV Prima Perkasa ditetapkan sebagai pemenang lelang dengan tawaran Rp8,638 miliar.

Dalam dokumen penawaran yang diajukan, terdakwa melampirkan dokumen yang tidak benar seolah-olah dikeluarkan instansi resmi yakni jaminan penawaran dari Bank Sumut sebesar Rp172.856.320, sehingga terdakwa seharusnya tidak sebagai pemenang lelang. (Sw-01)