Gara gara percikan air hujan nyawa melayang

21
BERBAGI

Surabaya,Sumawa .com Gara gara air percikan di payung terdakwa Sentot Supriyadi tega membunuh seorang wanita .dalam fakta persidangan terdakwa Sentot Supriyadi menjelaskan ,pada awalnya saya membawa pisau itu hanya ingin menakut nakuti eh malah kena perutnya,setelah saya di bawah polisi saya tidak tahu nasib Suliani selaku korban,yang saya tahu dari keluarga pada saat menjenguk saya di penjara mengatakan Suliani meninggal.jelasnya,
Berdasarkan dakwaan ,pada awalnya korban Suliani Ngobrol dengan Tetangganya ,terdakwa berdiri di depan pintu pada saat itu hujan deras,apalgi terdakwa Sentot dan Suliani bertetangga kos.pada saat itu Korban Suliani membawa payung karena percikan yang di atas payung masuk ke kamar kos ,sempat terdakwa Sentot menegur ,tetapi teguran sentot rupahnya tidak di indahkan oleh korban bahkan korban cuek dan tak acuh.
Karena teguran dari Sentot tidak di indahkan ,membuat ssentot sakit hati ,marah marah ,karena sentot tidak bisa mengendalikan emosi sehingga korban suliani di pukul dan terkena bagian muka ,bahkan Suliani tidak tinggal diam lalu dibalas pukulan Sentot Dengan payung yang di bawahnya,karena percikan air tersebut kena anaknya setelah itu anaknya di mandikan ,baru Terdakwa Sentot melanjutkan pertengkaran kali ini Sentot membawa sebilah pisau dapur ,sebenarnya pisau itu untuk menakuti saja eh malah kena perut korban Suliani sehingga suliani mengeluarkan banyak darah.jelas terdakwa Sentot di depan majelis hakim yang di ketuai oleh Burhanudin.
Dari hasil perbuatannya Tredakwa Sentot di jerat pasal 338 kuhpidana dengan ancaman hukuman, Pasal 338
Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.(rhy)