Di Kejaksaan Tinggi La Nyalla di Periksa selama 10 jam

605
BERBAGI

Surabaya,Sumawa.com
La Nyalla Matalitti selaku Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (kadin) Jatim.memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi Jatim untuk di periksa sebagai saksi (selasa,31/3 2015).Kesaksian La Nyalla terkait dengan adanya dugaan penyelewengan dana Hibah di kadin Jatim.Pemeriksaan La Nyalla memakan waktu 10 jam dari mulai pukul 9.00-19.00 wib.Dalam pemeriksaan sempat istirahat ,untuk sholat di masjid Baitu Hag,walaupun ada waktu istirahat La Nyalla hanya menyapa ‘Sholat Dulu,itupun La Nyala tidak berkenan untuk di wawancarai wartawan.
Selasai penyidikan Dengan senyum simpulnya dan menggenahkan baju batik La nyalla tetap tenang menghadapi wartawan.walaupun tidak berkenan untuk di wawancarainya La Nyalla menyarankan ke kuasa hukumnya yaitu Ahmad Riyad.
Menurut Kasi Penkum Romy ,menjelaskan “Bahwa dalam Penyidikan Untuk sementara La Nyala di jadikan saksi dan belum tersangka ,ada 60 pertanyaan yang diberihkan La Nyala,dan 3 pokok masalah yaitu terkait dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai ketua umum Kadin Jatim. Kedua, hubungan kerja atau wewenang ketua umum Kadin Jatim dan dua wakil ketua Kadin Jatim yang sudah menjadi tersangka. Ketiga terkait penggunaan dana hibah.ujar Romy kepada wartawan.Untuk itu pihak Kejati harus berhati hati dan tidak gegabah untuk mengatakan La Nyalla sebagai tersangka,karena hal ini masih dalam penyidikan dan harus gelas perkara dulu,tutur Rommy.

Menurut Ahmad Riyadh selaku kuasa hukum La Nyalla mengatakan dalaam penyidikan terhadap beliaunya ada 60 pertanyaan yang diajukan penyidik. Bahkan menjelaskan secara detail kepada penyidik tentang riwayat dan penggunaan dana hibah meliputi MoU dan peruntukkannya. Beliau menganggap semuanya sudah sesuai prosedur, karena sebelum pengajuan pencairan dana ditandatangani dan disetujui, pihak pengurus dibawahnya sudah memeriksa dan ikut bertanda tangan. Oleh karena itu beliau (La Nyalla) pastinya percaya dan tidak melakukan cross check secara detail. Bisa saja pengurus dibawahnya yang tidak benar dengan melakukan penyimpangan, misalnya tidak menggunakan atau membelanjakan sesuai dengan apa yang diajukan,” ungkap Ahmad Riyadh.
Menurut Aspidsus Kejati Jatim Febrie Ardriansyah “Menjelaskan status La Nyalla Mattalitti masih sebagai saksi dan masih dalam proses penyidikan serta pengembangan. “Kejaksaan jika menangani proses korupsi selalu menjalani sesuai prosedur berdasarkan KUHAP, UU Anti Korupsi, SOP (Standart Operating Procedure), dan ekspose secara terbuka. Untuk pemanggilan kedua saudara La Nyalla masih menunggu analisa penyidik,” Tutur Febrie Ardriansyah.
Perlu di ketahui Kejati Jatim melakukan penyidikan kasus dana hibah Pemprov Jatim ke Kadin Jatim tahun 2012-2013 sebesar Rp20 miliar.Dalam kasus penyelewengan dana hibah ada dua tersangka yang saat ini di tahan di Rutan Medaeng yaitu Diar Kusuma (selaku Ketua bidang )dan Nelson Sembiring (selaku Sumber daya Mineral)dari dua tersaangka di jerat pasal 2 ayat 1atau pasal 3 Undang Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi(TIM). (rhy)