Komplotan Calo bintara di sidangkan

560
BERBAGI

Surabaya,Sumawa.com
Sidang AKBP Ernani kembali di gelar di Ruang Sari Pengadilan Negeri Surabaya,Sidang kali ini beragendakan keterangan saksi .Sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum Tining dan Sabetania dari kejaksaan Tinggi Jatim menghadirkan saksi dari keluarga Edi Wicaksono yaitu Imelda (istri)dan Isak(anak).
.Dalam sidang saksi menjelaskan dengan adanya kejadian ini saksi Imelda tidak tahu menahu ,memang pernah rumah saya di tempati anak anak tersebut,menurut suami saya ini hanya sementara ,mengenai suami saya punya uang banyak saya kira uang tersebut hasil penjualan bisnis mobillnya.Bahkan suami saya tidak pernah cerita tentang kasus ini.
Bahkan urusan kerja sama dengan Susan saya tidak faham ,tetapi rumah saya di pakai untuk menampung anak anak calon pendaftaran Bintara memang pernah,menurut suami saya mereka hanya tringgal sementara sambil menunggu hasil tes.inipun yang mengantar ke rumah saya ,yaitu bu susan.
Menurut saksi Imelda ,suami saya tidak punya hubungan keluarga dengan mantan Kapolri Sutarman seperti yang dikatakan suaminya pada para keluarga korban. “Gak punya saudara Mantan Kapolri,”.tutur saksi Imelda di depan persidangan.
Namun beda dengan kesaksian Isak selku anak terdakwa Edi Wicaksono menjelaskan.”Saya baru mengerti kasus ini setelah rumahnya di datangi beberap orang yang mencari ayahnya,bahkan saya tidak tahu menahu tentang bisnis ayahnya,jelas saksi di depan majelis hakim.
Menurut terdakwa bahwa kesaksian dari Istri dan Anaknya di benarkan ,karena menurutnya mereka tidak tahu apa apa alias lugu hanya sebagai ibu rumah tangga.Namun rencana dari persidang
Perlu di ketahui .bahwa kasus ini .merupahkan Calo kerja sama antara AKBP Ernani dan Edi Wicaksono yang telah menjanjikan 11 calon Brigadir Polisi untuk lulus , masing masing korban di kenahkan untuk membayar sebesar Rp 300 Juta ,agar bias masuk menjadi anggota Polri,Sesuai pengakuan AKBP Ernani bahwa terdakwa Edi Wicaksono 2,3 Miliar sedangkan yang di bawah Ernani sebesar Rp 1,5 Miliar.
Dari hasil perbuatanya terdakwa di jerat pasal 378 KUHP dan 372 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.(rhy)