Penggusuran Pedagang Jalan Sutomo Bagaikan Teroris

892
BERBAGI

Medan-Sumut, Sumawa.com
Setelah mengadakan unjukrasa di depan Mapolresta Medan, para pedagang di Jalan Sutomo mendatangi kantor DPRD Medan, Rabu (29/4/2015) siang.

Kedatangan mereka guna menyampaikan kekesalannya terkait penertiban dan penganiaayaan rekan mereka yang dilakukan oleh Satpol PP Medan beberapa waktu lalu.

Salah seorang pedagang bernama Rimbun mengaku, penggusurusan pedagang di Jalan Sutomo yang dilakukan oleh Satpol PP bagaikan teroris.

“Kami seperti teroris dibuat mereka. Satpol PP bertindak anarkis dan tidak sesuai dengan prosedur penertiban. Semua dibantai sama Satpol PP. Barang dagangan kami juga diambil mereka,” katanya saat diruang Komisi C DPRD Medan.

Ridwan pedagang lainnya mengaku takut menyampaikan aspirasinya. “Kami jujur aja, datang ke sini pun takut-takut kami. Macam kami pas rapat di Petisah, gak datang kami. Takut kami. Orang IPK semua di sana,” katanya.

Dirinya juga mengaku, para pedagang di Jalan Sutomo juga merasa di intimidasi oleh oknum- oknum kepemudaan.

“Kami takut untuk menyampaikan aspirasi. Kami datang kesini juga takut-takut, karena saat rapat di kantor PD Pasar Petisah diiintimidasi oleh OKP,” ungkapnya.

Ia mengaku, Dirut PD Pasar dinilai tak pantas menjabat ketua organisasi kepemudaan.

“Kami lihat Pemko Medan ini takut sama preman. Apalagi Dirut PD Pasar bernama Benny Sihotang merupakan Ketua Satgas IPK,” jelasnya.

Mereka juga mempertanayakan kenapa petugas Satpol PP tetap melakukan eksekusi, padahal proses hukum sengketa masih berjalan di PTUN.

“Apakah pasar Pasar Lau Cih sudah diresmikan. Kemana kami mau berdagang, sementara pasar itu sudah penuh. Proses PTUN sedang berjalan, kenapa kami tetap eksekusi. Perjanjiannya selagi PTUN belum selesai, tidak boleh ada eksekusi,” katanya.

Anggota Komisi C Robby Barus mengaku akan menindak lanjuti keluhan para pedagang Jalan Sutomo tersebut. “Tindakan satpol PP tidak manusiawi. Caranya itu gak pas,” pungkasnya. (Sw-01)