Diduga Qatar dan Rusia Suap FIFA

889
BERBAGI

London – Rusia dan Qatar kemungkinan menyuap agar dipilih menjadi tuan rumah penyelenggara Piala Dunia (1918 dan 2022). Hal ini dinyatakan mantan panasihat khusus Sepp Blatter, Presiden Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) .

Guido Tognoni bekerja “sangat terutup” dengan Blatter selama periode keduanya menjadi presiden FIFA. “Di FIFA, selama bertahun-tahun, Anda hanya akan dapat mencapai tujuan Anda kalau ada uang di tangan,” kata Tognoni pada BBC Sport.

FIFA menyatakan penyelidikan sedang berlagsung terhadap semua hal yang dikeluhkan, dan belum ada bukti adanya kesalahan. Proses pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 menjadi subyek penyelidikan kejahatan di Swiss.

Ditanya apakah ada suap kepada FIFA dalam proses pencalonan (tuan rumah Piala Dunia), Tognoni menjawab: “Saya pikir ya.”

Rusia and Qatar membantah telah membuat kesalahan, sementara Blatter belum dimasukkan dalam penyelidikan korupsi di FIFA dalam skala luas.

Domenico Scala, Ketua Komite Kepatuhan dan Audit FIFA menyatakan kalau Amerika dan Swiss dapat memberikan bukti (suap).

Namun demikian, Tognoni, tangan kanan Blatter pada periode pertengahan 90-an dan lagi antara 2001-2003, mengatakan tidak mungkin tuan rumah penyelenggara Piala Dunia dicabut dari Rusia dan Qatar. “Meskipun ada bukti pejabat FIFA disuap, di mana masalahnya? Di FIFA atau orang yang tidak punya pilihan menyogok untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia?”
(Sumber : Tempo)