Pengungsi Sinabung Keluhkan Sarana Ibadah Pada Ramadhan

679
BERBAGI

Karo-Sumut, SUmawa.com
Para pengungsi erupsi Gunung Sinabung beragama Islam merasa kecewa, karena pemerintah setempat tidak membantu untuk mengadakan sarana ibadah memadai untuk mereka yang melaksanakan ibadah ramadan.

Elfi Dalimunthe (30), warga Desa Kuta Rakyat, yang mengungsi di Jambur Tongkoh, Daulat Rakyat, Karo mengatakan, belum melihat adanya aparat setempat yang membicarakan persoalan itu. “Belum ada satu pun kutengok orang itu datang,” ucapnya, Kamis (18/6/2015).

Ibu empat anak ini merupakan satu dari 666 penduduk Desa Kuta Rakyat (data Media Center Satgas Tanggap Darurat Erupsi Gunung Sinabung) yang mengungsi ke Tongkoh. “Separuh dari kita yang mengungsi adalah beragama Islam,” ucapnya.

Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Karo, Susanto Ginting mengaku, ketiadaan sarana ibadah juga terjadi di Jambur Lau Buah Batu Karang dan Gudang Jeruk Surbakti.

“Sarana ibadah belum ada di Lau Buah Batu Karang dan Gudang Jeruk Berastagi. Padahal di gereja seharusnya juga dapat dijadikan tempat ibadah, apalagi ini kan bulan puasa,” katanya.

Susanto mengaku prihatin dengan keadaan pengungsi yang ditempatkan di 10 titik penampungan.

“Bukan hanya tempat ibadah, tempat untuk beristirahat pun sangat minim. Saat malam hari pengungsi tidur berdesakan. Pengungsian jadi padat karena kaum lelaki sudah pulang dari rumah dan ladangnya yang ada di zona bahaya,” katanya.

Susanto menjelaskan, seharusnya Pemkab memikirkan pengungsi yang berpuasa, bagaimana sahur, bagaimana salat di pengungsian.

” Ini pemerintah tahunya cuma logistik-logistik saja, tapi kehidupan sosial pengungsi diabaikan. Buktinya banyak posko pengungsi tidak difasilitasi tempat ibadah, padahal saat ini Ramadan,” ucapnya.

Sementara pihak Pemkab Karo belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan ini. Sekretaris Satgas Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Sinabung yang juga Kepala BPBD Karo, Subur Tambun, tidak menjawab saat dihubungi. Begitu juga dengan Sekretaris BPBD Karo Jhonson Tarigan. (Sw-01)