Tren Perbaikan Ekonomi Sumut Berlanjut

581
BERBAGI

Medan – Sumawa.com
Perekonomian Sumatera Utara triwulan IV 2015 tercatat sebesar 5,32% (yoy), meningkat signifikan dari triwulan sebelumnya yang sebesar 5,08% (yoy). Demikian di ungkapkan Kepala Kantor Perwakilan BANK INDONESIA Provinsi Sumatera Utara Difi A. Johansyah Rabu {10/2/2016} di Medan.

Ia menambahkan bahwa Perkembangan tersebut mengkonfirmasi tren perbaikan ekonomi meski diindikasikan belum kuat. Peningkatan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2015 terutama didorong oleh pertumbuhan konsumsi lembaga non profit terkait dengan pelaksanaan pilkada serentak, jelasnya.

Sementara itu, permintaan domestik khususnya konsumsi rumah tangga belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Kondisi tersebut dikonfirmasi oleh pertumbuhan impor yang relatif rendah. Konsumsi Pemerintah yang diharapkan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di triwulan terakhir 2015 justru tumbuh melambat.Pada triwulan IV 2015 hanya tumbuh 1,39% (yoy) dari 3,05% (yoy) pada triwulan sebelumnya, Realisasi ini jauh lebih rendah dari historisnya yang berada di atas 3% (yoy), ucap Difi.

Gejolak politik yang terjadi diharapkan dapat lebih stabil sehingga belanja Pemerintah dapat direalisasikan pada waktunya untuk mendukung perbaikan ekonomi Sumatera Utara. Dari sisi eksternal, ditengah penurunan harga komoditas dan permintaan yang masih cenderung terbatas, ekspor justru menunjukkan perbaikan setelah tiga periode lalu mencatat angka negatif.

Harga CPO masih turun dari 509 USD/metric ton pada triwulan lalu menjadi 504 USD/metrik ton pada triwulan IV 2015.Ekspor luar negeri membaik dari 0,40% (yoy) pada triwulan lalu menjadi 1,06% (yoy).

Dari sisi sektoral, akselerasi perekonomian Sumatera Utara terutama didorong oleh peningkatan kinerja sektor tersier, Pertumbuhan tertinggi terjadi di sektor jasa keuangan (11,14% yoy) dan sektor pendidikan (9,79% yoy). Perkembangan sektor tersier diharapkan mendukung perkembangan sektor lainnya. Sementara itu, kinerja sektor utama di triwulan IV 2015 juga masih cukup baik, yaitu kategori Pertanian (6,98% yoy) dan kategori Industri Pengolahan (5,52% yoy). Kinerja kategori Pertanian yang cukup baik menunjukkan produksi CPO masih dapat dijaga dengan baik ditengah menurunnya permintaan luar negeri.
Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara untuk keseluruhan tahun 2015 tercatat sebesar 5,10% (yoy). Pertumbuhan ekonomi tersebut melambat dibanding tahun sebelumnya (5,23% yoy), dengan laju perlambatan yang semakin menurun dibanding perlambatan ekonomi yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan kinerja ekonomi Sumatera Utara yang membaik.

Difi juga menambahkan bahwa Permintaan domestik diperkirakan masih menjadi pendorong utama di tahun 2016, khususnya investasi sejalan dengan perbaikan infrastruktur Pemerintah. Konsumsi Rumah Tangga akan tetap kuat dan membaik sejalan dengan terjaganya daya beli masyarakat.
Optimisme perbaikan ekonomi di 2016 tercermin dari hasil liaison yang dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara. Selain itu, upaya pemerintah dalam memberikan stimulus pada perekonomian dan kebijakan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas makro ekonomi diharapkan dapat memberikan ruang bagi momentum pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. {silalahi}