Gunakan gedjet selama 4-8 jam sehari beresiko mengalami mata juling

496
BERBAGI

Jakarta, Di era seperti sekarang ini, gagdet tampaknya sudah menjadi kebutuhan primer tak hanya bagi orang dewasa tetapi juga anak-anak. Padahal, penggunaan gadget yang tak terkontrol bisa berpengaruh buruk pada penglihatan anak.

Baru-baru ini, studi dari Chonnam National University Hospital di Seoul menemukan hubungan antara penggunaan gadget dengan kesehatan mata. Pengguna gadget pada anak usia 7-16 tahun harus lebih hati-hati. Hal ini dikarenakan, anak-anak yang menggunakan gadget mereka selama 4 sampai 8 jam sehari berisiko mengalami mata juling.

Peneliti menyebutkan kondisi juling akan semakin meningkat jika anak-anak memegang ponsel mereka hanya sejauh 30 cm dari wajah. Disebutkan, jumlah anak dengan mata juling di Korea Selatan meningkat. Ketua peneliti James Roberts, mengatakan ketergantungan kepada gadget mengalami peningkatan akhir-akhir ini.

Dari survei online yang Robert dan tim lakukan pada 164 anak usia sekolah, 60 persen menjawab bahwa mereka mengalami ketergantungan pada gadget.

“Mereka menghabiskan waktu untuk mengirim SMS sampai 100 menit sehari. Selain itu, untuk kegiatan mengirim email rata-rata menghabiskan waktu 48 menit, 38 menit untuk bermain Facebook, sementara surfing di internet menghabiskan waktu kurang lebih 34 menit,” ungkap Roberts, dikutip dari Daily Mail, Sabtu (23/4/2016).

Lebih lanjut, Roberts mengatakan beberapa anak juga suka mendengarkan musik di gadget dan kebiasaan ini menghabiskan waktu kira-kira 26 menit sehari. Nah, untuk aplikasi media sosial yang paling membuat ketergantungan, Pinterest dan Instagram berada di posisi atas. Sedangkan, surfing dan game online sudah tidak terlalu digemari oleh remaja.

Dari hasil studi ini, peneliti merekomendasikan pengguna gadget seharusnya berhenti menatap layar setelah 30 menit. Paramedis juga berusaha meredakan penyakit juling pada anak ini dengan mendorong menghentikan pemakaian gadget selama dua bulan. Untungnya, 9 dari 12 anak-anak yang matanya juling mereda kondisinya setelah melakukan anjuran paramedis.

Sebelumnya, penelitian dari University of Baylor di Texas pada tahun 2014 juga menemukan banyak remaja yang menghabiskan waktu sampai 10 jam sehari untuk mengirim pesan, email dan bermain di sosial media. (Detikhealth)