Produk IKM Menembus Pasar Ekspor di Era Digital Dengan Halal Logistik

87
BERBAGI

Wagubsu Buka Dialog Publik Medan – Sumawa

Wagubsu Dr Nurhajizah Marpaung membuka Buka Dialog Publik Produk IKM Menembus Pasar Ekspor di Era Digital Dengan Halal Logistik, Rabu (14/6) di Gedung Bank Indonesia Lt.9 Jl. Balai Kota Medan.

Hadir pada kesempatan tersebut kepala perwakilan BI Provsu Arief Budi Santoso, Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia Khairul Mahali, Kepala Regional I PT Pos Indonesia Sri Hendarto, Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia Yuki Hanafi Nughrahawan Hanafi, Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Ong Sun Ten dari para pengusaha IKM Sumut.

dalam sambutannya mengatakan dalam kaitan pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) penyusunan kebijakan harus disesuaikan oleh kondisi daerah dan kebijakan pemerintah pusat, provinsi dan daerah kabupaten/kota secara sinerji sebagaimana diamanatkan PP nomor 14 Tahun 2015 tentang rencana induk industri nasional.

Sinerjitas tersebut lanjut Wagubsu akan mempercepat rencana pembangunan dan pengembangan industri yang dirancang secara berjangka dan pencapaian target penumbuhan wirausaha industri kecil dan menengah untuk provinsi Sumatera Utara yang mampu menembus pasar nasional maupun internasional. “Dengan sinerjitas ini diharapkan UKM di provinsi Sumater Utara dapat berkembang,” ujar Wagubsu dalam sambutannya pada acara Dialog Publik
Produk UKM menembus pasar ekspor di era digital dengan halal logistik, Rabu (14/6) di Gedung BI Medan.

Pemprovsu lanjut Wagubsu melalui SKPD Dinas Perindustrian dan perdagangan provinsi Sumatera Utara pada tahun 2017 akan meluncurkan sebuah program pembangunan infrastruktur platform digital IKM (e-Smart IKM).

e-SMART IKM ini adalah sistem database IKM yang tersaji dalam profil industri, sentra dan produk yang diintegrasikan dengan marketplace yang telah ada. Dengan demikian dihasilkan data base IKM unggulan berdasarkan komoditi untuk selanjutnya dapat dipergunakan dalam penyusunan kebijakan pengembangan IKM melalui sistem pemasaran terpadu. “Dengan demikian pelaku usaha IKM dapat memperluas akses pasar, mendapatkan promosi online (market place), mengurangi biaya promosi dan pemasaran serta mendapatkan pembinaan pemerintah,” ujar Nurhajizah.

Pada kesempatan tersebut Wagubsu mengaharapkan BI dapat mendukung dan membantu para pengusaha industri kecil menengah (IKM) dari segi pendanaan. “Walaupun BI tidak langsung membantu modal usaha. Namun BI tahu caranya untuk mengkoordinasikannya dengan Bank-Bank yang ada di Sumatera Utara,” ujar Wagubsu.

Sementara kepala perwakilan BI Arif Budi Santoso menyambut baik dan mengapresiasi pertemuan ini yang digagas oleh Bapak Khairul Mahali. Karena menurutnya pertemuan seperti ini dapat menjadi tempat bertemunya pengusaha-pengusaha besar dan pengusaha industri kecil menegah. Dengan demikian akan menghasilkan masukan-masukan untuk mengembangkan Industri Kecil Menengah. “BI mengucapkan terima kasih dan merasa terhormat sebagai tempat untuk betemunya para pengusaha dari industri besar dan industri kecil. Dengan demikian akan didapatkan masukan-masukan berharga untuk pengembangan industri kecil menegah. Dan ini merupakan komitmen BI untuk mengembangkan IKM khususnya di Sumatera Utara,” Sebutnya.(sw.01)