Gubsu Raih Penghargaan K3 dari Menteri Tenaga Kerja

187
BERBAGI

Pemberian anugerah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) atau K3 Award setiap tahun merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap pengusaha dan pemerintah daerah yang telah berhasil menyelenggarakan dan menerapkan K3 dengan baik.

Penghargaan pembina K3 di tingkat provinsi tahun 2017 diberikan kepada 17 Gubernur, yakni Jawa Timur, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Bali, Lampung, Riau, Nangroe Aceh Darussalam dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Pada kesempatan ini saya memberikan apresiasi kepada perusahaan yang memperoleh penghargaan kecelakaan nihil, demikian pula kepada Gubernur yang telah berhasil membina usaha-usaha penerapan K3 di wilayah masing-masing,” kata Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri saat memberikan sambutan pada acara K3 Award di di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (19/7/2017).

Menaker menjelaskan, sejak dilaksanakannya penghargaan K3 pada tahun 1984, hingga sekarang sudah sebanyak 8.200 perusahaan berhasil menekan angka kecelakaan. Jumlah perusahaan yang mendapatkan penghargaan kecelakaan nihil mengalami penurunan sebanyak 11 persen.

“Tahun 2015 sebanyak 956 perusahaan, atau jika dibandingkan dengan setahun berikutnya sebanyak 848 perusahaan. Namun jumlah kecelakaan nihil kembali meningkat 5 persen di tahun 2017, yakni sebanyak 901 perusahaan,” terang Hanif.

Penghargaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) tahun ini diberikan kepada 1.220 perusahaan yang telah menerapkan SMK3 berdasarkan evaluasi laporan audit yang dilakukan oleh Lembaga Audit SMK3, kami mengundang hanya 350 perusahaan sebagai wakil penerima penghargaan SMK3.

Penghargaan nihil kecelakaan kerja tahun ini diberikan kepada 901 perusahaan atau mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016 lalu yakni 848 perusahaan atau mengalami peningkatan sebesar 5,8 persen. Pada tahun 2015, penerima penghargaan zero accident sebanyak 956 perusahaan.

Sedangkan penghargaan SMK3 tahun 2017 ini, diberikan kepada 1.220 perusahaan memperoleh sertifikat. “Jumlah tahun ini meningkat 40 persen dibandingkan tahun 2016 sebanyak 732 perusahaan memperoleh sertifikat SMK3. Penerima penghargaan SMK3 tahun 2015 sebanyak 635 perusahaan dan meningkat 13 persen setahun berikutnya,” ujarnya.

Untuk penghargaan program pencegahan HIV-AIDS di tempat kerja, diberikan kepada 102 perusahaan dan penerima penghargaan pemeduli program pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di tempat kerja adalah 2 karyawan PT Pertamina (Persero) RU IV Cilacap.
Gubernur sumatera utara HT Erry Nuradi mengatakan. Ini merupakan pengakuan pemerintah atas kinerja seluruh jajaran aparatur bidang tenaga kerja di Sumatera Utara yang senantiasa secara terus menerus melakukan pembinaan dan peningkatan sistem manajemen ketenagakerjaan dengan baik.
Ditengah perbincangan nya dengan salah seorang manager Wilmar Group Tepen Sianipar ST Gubsu menambahkan, akan terus menerus melakukan pembinaan keselamatan dan kesehatan kerja di Sumatera Utara. Kami mengharapkan perusahaan juga secara sungguh-sungguh memperhatikan K3 sehingga mampu meningkatkan aspek perlindungan pekerja, mutu kerja dan produktivitasnya.ujarnya sementara itu Tepen Sianipar mengatakan perusahaan Wilmar Group sangat mengutamakan keselamatan Kerja dan sungguh sungguh memperhatikan K3 untuk terus meningkatkan mutu kerja dan produktivitas ujarnya dan itu adalah komitmen dari perusahaan kami ujarnya pada penganugerahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Award di ruang Birawa, Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (19/07/2017) (AS)