Sertijab Dirnarkoba Poldasu

164
BERBAGI

MEDAN – SUMAWA.COM
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Paulus Waterpauw mengingatkan Kepada seluruh Kasatker dan Kasatwil Polda Sumatera Utara “tolong Jangan sekali-kali Dekati Narkoba “, kepada yang terlanjur terkontaminasi narkoba agar segera tobat dan berhenti, bagi Anggota yang terlibat peredaran dan pengguna Narkoba akan diambil tindakan tegas.

Hal tersebut di sampaikan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw ketika serah terima Jabatan Direktur Res. Narkoba Polda Sumut Kombes Pol. Drs Edy Iswanto kepada pejabat baru Kombes Pol. Hendri Marpaung, di Gedung Aula Tribrata, Polda Sumut Senin (14/8/ 2017) di Medan.

Kapolda Sumut dalam amanatnya mengatakan alih tugas dan jabatan di lingkungan Polri adalah hal yang wajar dan selalu akan terjadi, karena merupakan kebutuhan organisasi Polri yang dinamis, sekaligus untuk memberikan penyegaran dan untuk pengembangan karir yang bersangkutan

Hadir dalam sertijab tersebut yakni Waka Polda Sumut Brigjen Pol. Agus Andrianto,SH, Irwasda Polda Sumut Kombes Pol Ahmad Sahroni, Pejabat Utama Polda Sumut dan personel Polda Sumut.

Kapolda Sumut juga mengucapkan terima kasih kepada Kombes Pol Drs. Edy Iswanto atas pelaksanaan tugas yang baik yang menjabat sebagai Dirresnarkoba Polda Sumut + 1 tahun 3 bulan dan selamat atas jabatan baru sebagai Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.

Dan kepada Kombes Pol. Hendri Marpaung saya ucapkan selamat datang dan selamat atas amanah yang diberikan oleh Tuhan sebagai Dirresnarkoba Polda Sumut, semoga kehadiran saudara dapat melanjutkan terobosan kreatif dan keberhasilan tugas Diresnarkoba yang lama serta lebih meningkatkannya lagi, segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan menjalin kerjasama yang sinergis dengan Pejabat Utama dan Kasatwil dijajaran untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan tugas Ditresnarkoba Polda Sumut, ucap Kapolda.

Kapolda menambahkan bahwa Peredaran narkoba diwilayah Sumut kita ketahui bersama saat ini sangat tinggi dan masif tanpa memandang usia serta status sosial, kondisi ini sangat mengkhawatirkan keadaan kita sebagai warga Negara dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Banyaknya pelaku kriminal umum dipicu oleh penggunaan narkoba seperti kasus curat, curas, curanmor dan begal.

Permasalahan rusaknya kondisi sosial dan kejahatan lain yang meningkat akibat peredaran narkoba oleh sebab itu kita harus menghentikan tindak pidana peredaran narkoba sejalan dengan pernyataan bapak Presiden yaitu ” Perang” terhadap bandar narkoba, bapak Kapolri juga memerintahkan untuk ambil tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan narkoba.

maka saya perintahkan kepada Dirresnarkoba Polda Sumut segera menyusun langkah-langkah kongrit untuk menindak tegas para bandar dan pengedar narkoba, jangan pernah takut bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan narkoba.

selama saudara bekerja sesuai SOP yang berlaku, saya akan berdiri tegak dibelakang saudara, saat ini kita sedang melaksanakan Operasi ” Antik Toba-2017″ yang mulai berjalan dari tanggal 14 s/d 28 Agustus 2017, untuk secara cepat dapat mengendalikan pelaksanaan operasi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

kemarin kita telah melaksanakan upacara PTDH terhadap 17 personel dimana 4 diantaranya terkait kasus narkoba, lakukan tes urine di mako dan di asrama secara mendadak karena targetnya bukan hanya anggota Polri tetapi juga keluarga Polri, hasilnya jangan ditutup-tutupi.

Kita mempunyai kebijakan ” Bersih-bersih Kedalam Hajar Keluar”, setelah pendeklarasian seluruh Asrama Polri Bebas Narkoba, kita punya kebijakan ” Sikat Kedalam Hajar Keluar”. Tingkatkan kecerdasan dalam penegakkan dan penanganan tindak pidana narkoba yang melibatkan personel Polri dan keluarga, sedangkan keluar kita tetap hajar dengan tegas, kata Kapolda sumut, (Silalahi).