Polda Sumut Ungkap Pencurian Alat Berat Excavator

23
BERBAGI

MEDAN I SUMAWA
Aksi pencurian Alat Berat jenis Excavator di Sumatera Utara di nilai telah meresahkan banyak pihak dan memakan banyak korban, dengan adanya laporan masyarakat tersebut dengan sigab Polda Sumut berhasil mengungkap dan menangkap para gerombolan pelaku dari sejumlah tempat.

Dalam Press Releasenya Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw dalam hal ini di wakili Dir.reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Ryan Tjahyadi,SIK dan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dra. Rina Sari Ginting senin (15/1/2018) di Medan mengungkapkan bahwa Peristiwa berawal pada hari Senin tanggal 01 Januari 2018 sekira pukul 02.30 Wib di Devisi II areal pembibitan 16 Hektar Sei Balai Estate desa Perkebunan Sei Balai Kec. Meranti Kab. Asahan.

telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan dilakukan oleh Robin Manik als Manik (40, desa Sei Ubo Kec. Paranap Kab. Indragiri Hulu Provinsi Riau) berperan sebagai Membuka / membongkar alat berat atau Excavator (Beko) dan mengikat dua kaki dan tangan penjaga alat berat Excavator, Khairul Amri Damanik als AM (36, Dusun X desa Sei Dua Hulu Kec. Simp. IV Kab. Asahan Prov. Sumut).

Berperan sebagai Mengikat kedua kaki dan tangan penjaga alat berat excavator dan membuka / membongkar alat berat atau excavator, Sawal Marpaung als Sawal (38, dusun XII desa Padang Mahondang Kec. Pulo Rakyat Kab. Asahan), berperan sebagai mengatur strategi untuk melakukan pencurian dengan kekerasan, membeli dan mempersiapkan alat-alat kunci untuk membongkar excavator, mempersiapkan tali, lakban untuk mengikat penjaga alat berat, memotong / mempersiapkan pelepah sawit yang digunakan sebagai alat untuk memukul korban, mengikat kedua kaki dan tangan korban dengan menggunakan tali dan Juanda Sirait als Juanda (47, Labuhan Baru dusun XII desa Sei Paham Kec. Sei Kepayang Kab. Asahan).

Berperan sebagai mencari sasaran yang akan dicuri, menyiapkan parang untuk memotong pelepah sawit sebagai alat pemukul, mengikat kedua kaki dan tangan korban dengan menggunakan tali dan mengawasi para penjaga yang telah diikat. Para tersangka mendatangi penjaga alat berat excavator (beko) di areal pembibitan 16 hektar Sei Balai Estate desa Perkebunan Sei Balai dengan berjalan kaki mendatangi Gubuk / kos jaga alat berat excavator dan pembibitan buah kelapa sawit yang saat itu ada dilantai bawah gubuk / pos dimana di pos tersebut yang dijaga satu orang dilantai bawah dan dua orang di lantai atas.

Tersangka Robin Manik als Manik mengatakan kepada para penjaga gubuk /pos ” Jangan bergerak” Mati Kalian Nanti, sambil mengancungkan pelepah sawit + ukuran panjangnya 50 Cm yang ditempelkan kearah leher salah seorang yang sedang tidur-tiduran dilantai bawah gubuk / pos jaga, lalu para tersangka mengikat kedua kaki para penjaga tersebut dengan tali dan menutup mata dan telinga dengan menggunakan plaster lakban warna coklat setelah itu para tersangka membukai alat mesin excavator dan dimasukkan kedalam plastik dan membawa barang tersebut.

Pada hari Jumat tanggal 05 Januari 2017 sekitar pukul 23.30 Wib didusun XIV desa Sei Dua Hulu Kec. Simp IV Kab. Asahan tersangka Khairul Amri als Damanik, Robin Manik, Sawal Marpaung dan Juanda Sirait melakukan pencurian onderdil Excavator (beko) merek Hitachi berupa 2 unit Treper motor kanan kiri, 2 unit Pum Pompa, 1 unit Handel kiri, 1 unit paneldan 1 unit Perposonal Pulp dengan cara mendatangi sebuah rumah dimana salah seorang tersangka Sawal Marpaung menunjang pintu rumah sehingga pintu terbuka kemudian para tersangka lainnya memasuki rumah lalu mengikat suami istri yang sedang tidur diruang tamu dengan menggunakan kelambu dan mengancam suami sambil menodongkan pelepah sawit kearah lehernya lalu mengikat kedua kaki dengan menggunakan tali plastik warna hitam dan menutup mata, mulut dan telinga dengan menggunakan lakban warna hitam, karena ribut-ribut istri terbangun dan tersangka menodongkan pelepah sawit kearah istri sambil mengancam dan mengikat kedua kaki perempuan tersebut.

Setelah mengamankan kedua suami istri tersebut para tersangka mendatangi excavator / beko yang jaraknya + 30 meter dan membukai onderdil excavator / beko dengan menggunakan kunci yang sudah mereka persiapkan setelah selesai mereka masukkan kedalam goni plastik dan membawanya pergi. Pada hari Senin tanggal 08 Januari 2018 sekira pukul 15.05 Wib tiga tersangka an. Khairul Amri Damanik, Robin Manik dan Sawal Marpaung ditangkap di jalan Karakatu Ujung Medan, dan satu orang lagi an. Juanda Sirait ditangkap didaerah Sei Paham Kec. Sei Kepayang Kab. Asahan. Para tersangka diamankan oleh Subdit III Ditreskrimum Polda Sumut dan satu orang tersangka an. Halomoan Manik (Belum tertangkap). Dalam kejadian tersebut kerugian materil dialami PT. BSP Tbk Kisaran mengalami kerugian sebesar Rp. 361.650.000,- dan PT. Pembangunan Perumahan Tbk mengalami kerugian sebesar Rp. 150.000.000,-.

Adapun barang bukti yang di amankan
– 1 unit sepeda motor Yamaha Mio Sporty
– 2 potongan tali plastik warna hitam dan lakban warna kuning
– 2 unit treper motor kanan kiri
– 2 unit Pump Pompa
– 1 unit Handel kiri
– 1 unit Panel
– 1 unit Perposonal Pulp
– 1 bilah parang panjang bergagang kayu
– Potongan plastik / lakban warna hitam
– 1 unit mobil Xenia warna putih No. Pol 1530 VM

Masing – masing tersangka melanggar Pasal 365 ayat (1) dan ayat (2) ke 2e, 3e KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara (silalahi).

Nb: foto menyusul