BI Sukses Membina Klaster Pangan di Sumut

54
BERBAGI

SERGEI – SUMAWA
Pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara Arif Budi Santoso sukses melakulan pembinaan sejumlah Klaster Pangan di Sumatera Utara.

Salah satu klaster pangan yang di nilai sukses dan berhasil di bina adalah pembinaan dan pelatihan terhadap Gabungan kelompok tani (Gapoktan) Sri Karya dengan menerapkan teknik Budidaya Padi Organik di Desa Pematang Setrak, Teluk Mengkudu, Serdang Bedagai (Sergai). Sumatera Utara.

Demikian di ungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumut Arif Budi Santoso ketika melakukan Pashing Out dan Launching Beras Sri Wangi Gapoktan Binaan BI Sumut di Desa Pematang Setrak, Kamis (18/1/2018), Serdang Bedagai.

Adapun produk beras organik Gapoktan Binaan Bank Indonesia (BI) Sumut adalah telah mendapat sertifikat pangan organik dan diberi merek Sri Murni. Beras organik ini telah menembus jaringan salah satu ritel modern di Medan, yang bekerja sama dengan Yuki Supermarket, jelas Arif.

Champion Leader Gapoktan Sri Karya Parlan Sibarani mengungkapkan, padi organik tersebut dibudidayakan dalam klaster seluas 8 ha dengan produktivitas 7 ton hingga 8 ton/ha. “Nantinya lahan produksi akan diperluas dengan melibatkan kelompok tani yang lain,” katanya.

Menurutnya, membudidayakan padi organik memang membutuhkan usaha yang lebih besar dibanding menggunakan sistem konvensional. Namun, hasilnya lebih memuaskan dari segi kualitas dan kuantitas.
Gapoktan Sri Karya sendiri merupakan binaan BI yang dalam beberapa tahun belakangan aktif membentuk klaster pangan di sejumlah daerah di Sumut.

Selain padi organik, BI juga kini tengah mengembangkan klaster bawang merah dan cabai merah. Klaster-klaster itu dibentuk untuk menekan laju tekanan inflasi.

BI sendiri dalam menjalankan misi tersebut terus mendampingi petani mulai dari proses pembenihan hingga pasca panen. Adapun bentuk pendampingan yang diberikan berupa pelatihan untuk meningkatkan kualitas SDM, pemilihan bibit yang tepat, menyediakan fasilitas untuk kelompok tani hingga memberikan bantuan alat-alat pertanian.

“Ini semua kami lakukan agar petani bisa meningkatkan taraf hidup mereka dengan memproduksi produk-produk pertanian berkualitas,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut Arief Budi Santoso.

Selain itu, BI juga membantu jangkauan pasar hasil produksi petani di sana dengan menggandeng Yuki Supermarket. Produk ini juga dijual di koperasi BI dan pengusaha binaan BI.

Dengan penjualan langsung tersebut, harga hingga ke tangan konsumen relatif lebih murah. Biasanya, harga beras organik bermain pada level Rp20.000 hingga Rp25.000/kg. Namun, harga beras produksi petani di sana dijual dengan harga Rp15.000 per kg karena dijual tanpa melalui tangan distributor. “Kami ingin agar masyarakat mengenal beras organik dan segala manfaatnya terhadap kesehatan,” tandas Arief. (silalahi).