6 Milliara Uang Bank BRI Cabang Putri Hijau Di Gelapkan

160
BERBAGI

TOP METRO | SUMAWA
Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw menyambut baik atas kebehasilan Tim Satreskrim Polrestabes Medan dalam pengungkap kasus pengelapan uang BRI Cabang Putri Hijau, Medan, sebesar Rp 6 miliar pada 13 Oktober 2017 silam

Satu tersangka Chairul Ridho alias Ridho (27) tewas di tembak Polisi warga yang tinggal di Jalan Sunggal Gang Kenangan No, 10, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal karena melakukan perlawanan pada saat ditangkap Polisi, Jumat (12/1) lalu.

Hal tersebut di sampaikan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dra. Rina Sari Ginting didampinngi Dir.reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Ryan Tjahyadi,SIK dan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira, SIK, MH di Mapolda Sumut, senin (15/1/2018) Medan.

Kemudian dari hasil pengembangan Polisi melakukan penangkapan terhadap tersangka Erman Syaputra alias Herman (41) warga Jalan Sampali Gang Meranti Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang ke Kota Pekan Baru di sebuah Karoke bersama teman wanitanya di Jalan Panam Pekan Baru, Kamis (11/1) sekira pukul 17.30 Wib.

Dari hasil kejadian tersebut Polisi berhasil mengamankan sejumlah Barang Bukti yakni: 1 lembar surat pengatar pengambilan uang milik PT. Beringin Gigantara senilai Rp 41.000.000.000 yang dicoret menjadi Rp 35.000.000 tertanggal 13 Oktober 2017, 1 mobil Suzuki S Cros warna Silver No. Pol BM 1105 GD, 1 mobil Suzuki S Cros warna Biru No. Pol BM 1124 GD, uang tunai Rp 140. 000.000, 12 potong cincin emas 24 karat, 1 buah gelang emas 24 karat, 3 emas batangan 24 karat seberat 300 gram, 3 buah kalung emas 24 karat, 5 gelang emas 24 karat, 1 buah liontin 24 karat, 3 gelang emas 24 karat, 1 TV LED. 42 inchi merek LG, 1 unit speker, 1 buah berkas akta jual beli rumah, 1 4ertifikat tanah, uanmg tunai Rp 2 juta, tas ransel warna hitam dan 1 koper warnamerah berisi pakaian.

Sementara tersangka Boy Nanda Syaputra alias Boy (31) warga Jalan Jalak VII No. 74 Prumnas Mandala masih dalam pencarian polisi (DPO).

Berita sebelumnya, tersangka Chairul Ridho, saat diciduk kondisinya masih sehat dan bugar. Namun Minggu (14/1), Chairul Ridho sudah dipulangkan ke rumah keluarganya. Hanya saja dia pulang dalam kondisi sudah menjadi jenazah. Bahkan di tubuhnya terdapat luka lebam.

Atas kasus ini, jenazah pria yang diketahui biasa disapa Ridho itu langsung diotopsi RS Bhayangkara, Jalan Wahid Hasyim, Medan. Seorang terduga pelaku yang terlibat menggelapkan uang Rp 6 miliar milik Bank BRI Putri Hijau pada Oktober 2017, tewas dengan luka lebam di tubuhnya usai diamankan polisi pada Jumat (12/1).

Kemarin (14/1) pagi, jenazah Chairul Ridho pun dilakukan visum di Jalan ruang jenazah RS Bhayangkara, Jalan Wahid Hasyim, Medan.

Tewasnya warga Jalan Sunggal, Gang Kenangan, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal itu membuat keluarganya geram dan memprotes pihak kepolisian yang dianggap main hakim sendiri dan melanggar aturan hukum.

Jumadin, kakak Rhido mengungkapkan, pihaknya meminta kejelasan dan keadilan terkait tewasnya sang adik yang merupakan karyawan PT Beringin Gigantara, rekanan BRI. “Banyak luka lebam di tubuhnya. Di dada sebelah kiri ada bolongan seperti luka tembak. Seluruh bagian dadanya memar,” ungkap Jumadin sambil terisak-isak saat ditemui di depan Kamar Jenazah RS Bhayangkara Medan.
Jumadin dan keluarga tidak percaya atas tudingan polisi yang menyatakan adiknya terlibat pencurian uang Rp 6 miliar bersama dua pelaku lainnya yang masih buron.

Menurut informasi yang diterima wartawan, Rhido sempat mengajukan cuti ke kantor tempatnya bekerja beberapa hari sebelum kejadian kaburnya dua karyawan Tambahan Kas Kantor (TKK) yang melarikan uang senilai Rp 6 miliar.

Ridho mengajukan cuti sejak tanggal 13–16 Oktober 2017 dengan alasan hendak ke Pekanbaru untuk menghadiri pesta pernikahan temannya.
“Yang membuat heran keluarga, Ridho yang merupakan karyawan PT Beringin Gigantara (vendor outsourcing Bank BUMN) tugasnya hanya mengambil uang dari SPBU dan sekolah yang menjadi nasabah BRI,” sambung Jumadin.

Dia meyakini adiknya tidak mungkin ikut dalam jaringan orang yang mencuri duit BRI sebanyak Rp 6 miliar tersebut. “Lagian dia cuma tugas mengutip uang ke SPBU dan sekolah yang menjadi nasabah Bank BRI, jadi aneh kalau disangkutpautkan,” tegasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya ada dua orang karyawan Kantor Tambahan Kas Kantor (TKK) Bank BRI Putri Hijau dinyatakan menjadi daftar pencarian orang (DPO) oleh pihak sejak Oktober lalu. Mereka diduga membawa kabur uang perusahaan yang jumlahnya mencapai Rp 6 miliar.

Kasus itu bermula dari 13 Oktober 2017 lalu. Ketika itu pelaku berinisial BN dan H ditugaskan mengambil tambahan kas ke Bank Indonesia dengan menggunakan mobil dinas Xenia hitam bernomor polisi BK 1602 EB.

Saat itu, kedua orang pelaku mengambil uang sebesar Rp 63 miliar untuk dibagikan kepada tiga vendor. Namun, sebelum uang kas Rp 63 miliar diserahkan ke tiga vendor, pelaku mengambil uang sebanyak Rp 6 miliar. Pelaku berdalih, Kacab Putri Hijau butuh uang senilai Rp 6 miliar.

Terungkapnya peristiwa ini, ketika koordinator vendor kantor wilayah menelepon Asisten Manager Operasional (AMO) Kacab BRI Putri Hijau yang mengatur kas. Saat itu, koordinator vendor mengonfirmasi pengambilan Rp 6 miliar oleh Kacab Putri Hijau.

Namun, hal itu tidak diamini AMO Kacab Putri Hijau. Dia menyebutkan tidak ada pengambilan uang senilai Rp 6 miliar. Saat mengetahui uang kas tersebut dibawa kabur, pihak BRI Putri Hijau langsung melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Medan. Aduan tersebut tertuang dalam laporan polisi nomor LP/207210/2017/SPKT/ Restabes Medan, 13 Oktober 2017.(766hi)

Nb: foto menyusul…!!!