Siaran Pers Gerakan Daulat Desa

58
BERBAGI

iaran Pers Gerakan Daulat Desa (GDD): Untuk diterbitkan/ ditayangkan di media masing-masing

Gus Sholah: Ajak Pemilih Pemula Anti Golput dan Anti Politik Uang

Jombang, Jatim – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Salahuddin Wahid menilai, gerakan anti golongan putih (golput) dan anti politik uang, dapat digelorakan kembali dalam pilkada serentak 2018. Gus Sholah mengungkapkan hal ini kepada para relawan Gerakan Daulat Desa (GDD) yang berdiskusi dengannya, di Ponpes Tebuireng, Jombang, Jatim (27/1/2018).
Sebagai guru bangsa, para relawan GDD ingin mendapatkan nasihat Gus Sholah untuk kembali menyuarakan gerakan anti golput dan politik uang. “Kita harus memetakan pemilih muda di daerah yang menyelenggarakan pilkada. Para pemilih muda usia 17-18 tahun ini, kita ajak untuk berpartisipasi menggunakan hak pilihnya dengan baik dan benar,” saran Gus Sholah.
Selanjutnya, para relawan GDD akan menjadikan provinsi Sumatera Utara, sebagai pilot project dengan mendirikan Barisan Relawan Posko Gotong Royong (Bara Pos Goro) – Anti Golput dan anti Politik Uang. Para relawan berkomitmen mendirikan 20 ribu posko dengan anggota 50 sampai 100 warga golput. Sehingga menjelang pilkada serentak 27 Juni 2018 mendatang, sekitar satu juta anggota Bara Pos Goro akan berdatangan ke Tempat Pemilihan Suara (TPS).
Sesuai data KPUD, kaum golput Pilkada 2013 di Sumut mencapai hampir lima juta orang atau 56% dari DPT. Ditargetkan angka satu hingga dua juta kaum golput memutuskan memilih. Sehingga kaum golput di pilkada Sumut 2018 kali ini, akan jauh berkurang.
Seperti diketahui sebelumnya, dua Gubernur sumut Gatot Pudjo Nugroho dan Syamsul Arifin, dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), karena terbelit kasus korupsi. Relawan GDD berharap bangkitnya kaum golput dan memilih pemimpin yang baik, amanah dan tidak berjiwa korup, mampu memperbaiki kondisi daerahnya.
Sebelumnya, Gubernur Sumut Gatot Pudjo Nugroho menjadi orang nomor satu di Sumut dengan meraup 1,6 juta suara, sedangkan Gub