Permintaan Domestik Dorong Perbaikan Ekonomi Sumut

16
BERBAGI

Medan – Sumawa

Realisasi pertumbuhan PDRB triwulan IV tercatat 5,56% (yoy) lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya 5,21% (yoy). Peningkatan tersebut utamanya terjadi pada sektor domestik ditengah melambatnya sektor eksternal.

Dengan perkembangan ini, pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara tahun 2017 tercatat 5,12% (ctc).

Demikian di sampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Utara Arif Budi Santoso, melalui pers Realiesnya senin (5/2/2018) di Medan.

Arif menambahkan bahwa Kinerja investasi tumbuh tinggi sebesar 8,71 (yoy), meningkat dibandingkan triwulan III 2017 6,18% (yoy) dan merupakan yang tertinggi sejak tahun 2012.

Hal ini didorong kenaikan investasi bangunan sejalan dengan realisasi pembangunan proyek infrastruktur Pemerintah dan Swasta yang agresif dan tetap tingginya pertumbuhan investasi non bangunan yang didorong oleh pembelian mesin dan perlengkapan, sebagai indikasi penguatan aktivitas produksi serta peningkatan permintaan ke depan. Sejalan dengan hal tersebut, perekonomian triwulan IV juga didorong oleh masih solidnya konsumsi rumah tangga yang tercatat tumbuh 4,73% (yoy), meningkat dari triwulan sebelumnya sebesar 4,11% (yoy).

Peningkatan tersebut diperkirakan didorong oleh konsumsi pakaian serta transportasi seiring dengan kegiatan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) dan libur akhir tahun. Selain itu, akselerasi belanja pemerintah yang terkonsentrasi di akhir tahun juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2017.

Sementara itu, pertumbuhan ekspor sedikit melambat seiring dengan berlangsungnya musim trek komoditas kelapa sawit sesuai dengan pola musimannya.

Dari sisi sektoral, kinerja sektor utama tercatat tumbuh meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.

Kinerja sektor pertanian yang merupakan sektor andalan Sumatera Utara tercatat meningkat signifikan dari 3,13% (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi 7,93% (yoy), didorong oleh peningkatan produksi tanaman pangan serta hortikultura seiring dengan cuaca yang kondusif.

Di sisi lain, peningkatan pertumbuhan pada sektor konstruksi dari 6,67% (yoy) menjadi 8,55% (yoy) pada triwulan berjalan juga turut mendorong perbaikan kinerja sektor utama.

Pada tahun 2018, pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara diperkirakan akan mengalami perbaikan, terutama ditopang oleh kuatnya permintaan domestik seiring dengan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat daya saing dan iklim usaha. Selain itu, adanya PILKADA tahun 2018 juga berpeluang memberikan dampak positif bagi PDRB Sumatera Utara secara langsung melalui konsumsi LNPRT dan secara tidak langsung melalui konsumsi RT.

Dengan demikian, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara 2018 berada pada kisaran 5,0% – 5,4% (yoy). (Silalahi).