Wisatawan Bisa Terapung di Air Pantai Tureloto, Nias

703
BERBAGI

Pantai Tureloto di Nias akan memberikan keajaiban untuk para wisatawan. Anda yang sedang berenang di sana bisa terapung. Ada yang menyebut kalau Pantai Tureloto adalah Laut Mati-nya Indonesia.

Mungkin sudah banyak tulisan yang menggambarkan eloknya berwisata ke Pulau Nias. Ada banyak pilihan tempat eksotis. Mulai dari serunya wisata pantai dan surfing di Pantai Lagundri atau di Pantai Sorake, sampai asyiknya melihat atraksi lompat batu.

Tempat-tempat itu tentunya akan membuat siapapun yang mendengar atau pernah membacanya akan sangat ingin mengunjunginya. Daerah-daerah yang disebut di atas seluruhnya berada di kawasan selatan pulau. Tidak sering kita mendengar sesuatu yang luar biasa di kawasan lain di pulau ini.

Salah satunya adalah Pantai Tureloto yang terletak di Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara. Pantai ini sudah cukup terkenal di tengah-tengah masyarakat di Nias, tetapi belum terlalu banyak orang luar yang mengenal Tureloto.

Pantai ini tidak seperti pantai biasa dengan pasir putih. Tureloto menawarkan sesuatu yang lain yaitu hamparan karang. Ya, bukan pasir yang membentang tetapi batu karang yang terhampar di permukaan dan tersebar di sepanjang garis pantainya.

Menurut orang lokal yang tinggal di daerah ini, karang-karang ini muncul sejak gempa dahsyat tahun 2005 silam melanda Nias. Beberapa ratus meter dari bibir pantai, wisatawan juga dapat melihat untaian karang yang berjejer seperti membentuk benteng.

Benteng karang inilah yang membuat pantai ini minim akan ombak, sehingga airnya sangat tenang dan membuat kesan yang sangat private dan ekslusif. Pilihan terbaik untuk berkunjung adalah siang hari. Karena kombinasi antara matahari dengan air lautnya akan membuat mata yang memandang menjadi biru.

Ya, biru karena limpahan sinar matahari akan memantulkan cahaya biru yang sangat cantik di seluruh kawasan pantai ini. Sinarnya akan menembus jauh kedalam air sehingga kita akan semakin terpesona melihat ikan-ikan cantik bermain di antara karang laut.

Kita bisa melakukan beberapa kegiatan di pantai ini. Untuk sekedar berenang, snorkeling menjelajahi karang, ataupun berkeliling pantai dengan sampan bermotor. Untuk berkeliling dengan sampan bermotor, wisatawan hanya perlu mengeluarkan biaya Rp 10.000 per orangnya untuk waktu keliling sekitar 30 menit.

Pesona Tureloto seakan tidak ada habisnya. Wisatawan yang berenang akan terkejut kagum karena siapapun yang berenang di pantai ini akan dapat dengan mudah terapung di atasnya. Sampai seorang teman yang turut berkunjung berkata bahwa Tureloto adalah Laut Mati-nya Indonesia. Mungkin saja karena kadar garam di pantai ini yang sangat tinggi.

Untuk mencapainya, dapat langsung dari Bandara Binaka Nias atau dari Kota Gunung Sitoli. Sayangnya, belum ada transportasi umum menuju daerah ini. Wisatawan dapat menyewa mobil dengan tarif Rp 250.000–Rp 300.000 per hari.

Jarak tempuhnya sekitar 2 jam. Masuk ke lokasi ini gratis, tidak dipungut biaya. Wisatawan hanya mengeluarkan biaya untuk pemakaian kamar mandi umum. Ingin ke pantai cantik dan terapung tenang? Tureloto jawabannya.Test (Detik trv)