Beranda Peristiwa Kesehatan

Bank Sampah Seperti di Bandung Perlu Diterapkan di Medan, Lingkungan Bersih Rakyatpun Untung

95
SOSIALISASI PERDA: Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung ketika menyosialisasikan Perda Nomor 6 tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan, Kamis (14/2) di Jalan Jangka, Kecamatan Medan Barat. (Foto SIB/DOK)

Medan, Sumawa.Com

Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung SE SH MH mengatakan, banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengelola sampah. Dan sebaiknya sampah dikelola mulai dari rumah tangga dengan memisahkan sampah yang bisa didaur ulang dengan organik.

“Cara ini sudah dilakukan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan lain-lain,” terang Henry Jhon di hadapan masyarakat saat menyosialisasikan Perda Nomor 6 tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan, Kamis (14/2) di Jalan Jangka, Kecamatan Medan Barat.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, kalau di Bandung, ada bank sampah yang dari rumah sudah dipisah-pisah. Lalu pihak pemko datang membeli. Sampah tersebut ditimbang, kemudian dibayar melalui tabungan milik masyarakat penyetor sampah, begitu juga di sebagian Jakarta.

“Dengan cara ini, lingkungan jadi bersih, masyarakat untung. Kita sarankan Pemko Medan belajar cara pengelolaan sampah seperti dilakukan Pemko Bandung. Dengan cara ini, masyarakat berlomba-lomba mengumpulkan sampah, mereka teromtivasi karena bernilai ekonomis. Medanpun akan bebas dari sampah,” tuturnya.

Henry Jhon juga menyampaikan bahwa di dalam perda sampah sudah diatur tentang pengelolaan sampah dan juga sanksi hukumnya. Untuk itu, masyarakat dapat membantu pemko untuk mengelola kebersihan dengan cara disiplin membuang sampah di tempat sampah atau bak sampah yang sudah disediakan.

“Jangan membuang sampah sembarangan termasuk di parit agar paritnya tidak tersumbat. Jangan membuang sampah di jalanan melalui mobil, buatlah tempat sampah di mobil,” imbaunya seraya mengharapkan pemko segera mengundang investor yang mampu mengelola sampah secara mekanis.

Sosialisasi perda tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Ir Mindo Sianipar yang merupakan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan yang juga ahli Teknik Kimia ITB, Anggota DPRD Medan Edward Hutabarat dan Lidya Sianipar. Pada kesempatan itu, Mindo Sianipar membagikan pengalamannya terkait sampah.

Mindo merupakan pihak swasta pertama yang belajar tentang pengelolaan limbah organik yang dapat dijadikan ulat. Selanjutnya dapat dijual sebagai bahan pakan ikan. Selain itu dapat pula dijadikan keripik untuk makanan manusia. Di Prancis pada 2010 pengelolaan ini disebut dengan back soldier flyes, dan prosesnya dimulai dengan lalat hitam yang hidup. ( )