Beranda Peristiwa Agama

Keluarga besar Wong Chun Sen Sembahyang Tebu Di Medan

55
Keluarga besar Wong Chun Sen Sembahyang Tebu Di Medan

MEDAN – Sumawa.com
Ketua GEMABUDHI (Generasi Muda Budhis Indonesia) Sumatera Utara, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B dan keluarga besarnya pada hri ke-9 tahun baru Imlek melaksanakan Sembahyang Tebu, Selasa (12/2/2019) malam di Kota Medan.

Menurut tradisi orang Tionghoa dari suku Hokkien, Tahun Baru Imlek hari ke-9 ini sebenarnya adalah Hari Raya Sembahyang Tebu atau Pai Thi Kong (Sembahyang Langit). Selama 2-3 hari sebelum harinya, biasanya pasar-pasar tradisional Tionghoa yang ada di Kota Medan dipenuhi dengan orang-orang yang berjualan batang tebu lanjut berbagai pernak-pernik Sembahyang untuk peringatan dan menyambut Tahun Baru Imlek.

Tradisi ini berawal dari kisah perang zaman dahulu, adanya masyarakat suku Hokkien yang bersembunyi di Perkebunan Tebu untuk menyelamatkan diri. Tidak tahu persis di zaman apa itu, secara umum dikatakan Wong Chun Sen, waktu itu di zaman awal Manchuria menguasai daratan Tiongkok. Setelah Dinasti Ming ditaklukan orang Manchuria, berbagai daerah di pedalaman masih melakukan perlawanan termasuk di daerah Fujian yang merupakan kampung halaman orang Hokkien.

” Untuk memadamkan perlawanan, kaisar Manchuria mengirimkan pasukan yang sangat besar ke Fujian dan membantai orang-orang kampung. Waktu tersebut bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Untuk menyelamatkan diri mereka, orang-orang suku Hokkien bersembunyi di dalam hutan dan sebagian lagi bersembunyi di perkebunan tebu yang sangat lebat,” imbuh bang Wong, yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan ini

Lanjutnya, setelah beberapa hari, melihat situasi sudah aman, perlawanan terhadap Manchuria juga sudah dipadamkan dan tentara Manchuria sudah tidak lagi membunuhi orang-orang kampung. Maka, warga kampung yang sembunyi di dalam perkebunan tebu pun keluar, dan ternyata sudah hari ke-9.

” Untuk memperingati hari tersebut, masyarakat Hokkien melakukan sembahyang kepada Langit di malam hari ke-8 (delapan) pada Tahun Baru Imlek dengan mempersembahkan tebu sebagai simbol syukuran,” jelas Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Kota Medan ini.

Pantauan awak media sumawa.com dilokasi, sebelum sampai puncaknya untuk melakukan Sembahyang Tebu, Wong bersama keluarga besarnya menyempatkan diri untuk foto bersama mengabadikan momen tersebut. (Irw)