Beranda Peristiwa

Klarifikasi PGI terhadap tuduhan pengamanan Gereja

95

Video ceramah Blak-blakan Ustadz Steven yang beredar di sosial media Menimbulkan kegaduhan di kalangan masyrakat Dalam ceramahnya Steven mengaku memilki Ayah yang berdinas di PGI, dengan jabatan ketua PGI, dan masih aktif sampai saat ini. Saya kemarin membaca pidato Natal dia, saya yang koreksi bahasa. Ayah saya sendiri. Ini informasi langsung dari beliau ya. Jadi saya enggak, katanya siapa, katanya siapa. Ini katanya ayah saya sendiri.
Kenapa dia? ini dari sisi yang sebelah sana ya. Kita belum cerita dari sisi Islamnya. Dari sebelah sana. Karena lebih aman dijaga sama mereka, karena mereka bisa mati konyol. Satu gereja bayar 50 juta, sudah mereka siap mati konyol di situ. Ini serius, ini PGI yang bicara. Kasih satu gereja jaga, kasih 50 juta, dua kali kebaktian, malam Natal dan malam tahun baru, itu mereka siap mati konyol”.

Ceramah yang diunggah di akun Youtube, Munajat pada 30 Agustus 2018. Dengan judul, WOW TERNYATA SEGINI BAYARAN BANSER JAGA GEREJA mendapat respon dari PGI yang di wakili Irma Simanjuntak selaku Humas PGI, dengan memberikan bantahan melalui press rilis Senin (3/9/2018) dalam press rilis nya PGI menyampaikan 4 hal :
“1. Berdasarkan pemeriksaan kami, orang yang mengaku sebagai anak dari Ketua PGI tersebut tidak dikenal dalam lingkungan PGI.
2. Dalam rangka pengamanan Natal dan perayaan-perayaan gerejani lainnya, PGI tidak pernah menyediakan dan mengeluarkan dana untuk biaya pengamanan. Bagi PGI, pengamanan perayaan hari-hari besar adalah tugas dan tanggung-jawab Kepolisian dan aparat negara lainnya.
3. PGI sangat menghargai inisiatif dan prakarsa yang timbul di masyarakat untuk ikut terlibat dalam pengamanan perayaan hari-hari besar sebagai wujud kehidupan bersama dalam masyarakat yang majemuk, sebagaimana selama ini ditunjukkan oleh Banser NU, GP Ansor dan lainnya.
4. PGI meminta gereja-gereja dan masyarakat untuk tidak terpancing atas beredarnya video tersebut dan tetap menjaga kerukunan antar umat beragama, seraya terus membangun kerjasama lintas suku, ras dan agama.”
Sementara itu Antonius Sianipar, Selaku ketua Pemuda Lintas Agama (PEMULA) sangat menyayangkan video viral yang beredar luas di media sosial tersebut dan berharap hal serupa tidak terulang kembali kedepan nya. (AG)