Beranda Politik

MENGIMPIKAN SEBUAH JANJI

79
MENGIMPIKAN SEBUAH JANJI

Dibuat Oleh:Tongat

Pesta demokrasi seluruh rakyat Indonesian yang kita Seiring dengan berjalannya waktu,bulan berganti bulan,minggu berganti minggu,hari berganti hari,searah dengan berputarnya jarum jam dinding di rumahnya, menunggu waktu hari dan tanggal yang telah di tetapkan, untuk memilih calon ligislatif ,Capres dan Cawapres yang menjadi pilihannya tepatnya tanggal 17 April 2019 sudah di depan mata.

Banyak caleg yang menjanjikan kesejahteraan bahkan Janji-janji yang di suguhkan seorang capres dan cawapres menjadi impian seluruh bangsa indonesia

terutama dari kalangan rakyat jelata yang kurang mampu dalam segi ekonomi alias kemiskinan yang menerpa yang tentunya bukan kemauan mereka.( dalam materi kuliah Statifikasi dan peran social)

Kemiskinan memang suatu masalah yang kompleks. Ia tidak berdiri sendiri, banyak faktor yang mempengaruhi dan menyebabkannya terjadi. Ada fafktor internal yang disebabkan oleh dirinya sendiri, ada juga yang datang dari luar, seperti lingkungan, pemerintahan, keadaan perekonomian secara umum, kebijakan pemerintah yang tidak berpihak dan banyak hal lainnya.

Namun setidaknya kemiskinan muncul karena perbedaan kemampuan, perbedaan sumberdaya dan perbedaan kesempatan

Dalam konteks negara kesatuan Republik Indonesia, telah diatur dengan tegas dalam Undang-Undang Dasar tahun 1945 bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. Meskipun dalam prakteknya masih dapat diperdebatkan apakah Indonesia selama ini telah melaksanakan amanat Undang-Udang Dasarnya sendiri atau justru melanggarnya (dalam arti belum mampu melaksanakan sepenuhnya).

Penyebab Kemiskinan : kemiskinan di kota pada dasarnya disebabkan oleh faktor-faktor yang sama dengan di desa, yang berbeda adalah penyebab dari faktor-faktor tersebut, misalnya faktor ketidak berdayaan di kota cendrung disebabkan oleh kurangnya lapangan kerja, dan tingginya biaya hidup.

Dalam suatu negara, peran pemerintah sangat menentukan, baik dalam membuat masyarakat menjadi miskin, maupun keluar dari kemiskinan. Kebijakan yang kurang tepat dan ketidak berpihakan terhadap masyarakat miskin akan menciptakan kemiskinan yang lebih banyak dan lebih dalam.

Harga barang kebutuhan pokok yang berfluktuasi bahkan cenderung naik, besarnya biaya pendidikan dan kesehatan, distribusi pendapatan yang tidak merata,serta banyak kebijakan lainnya yang kurang berpihak, akan dapat menambah rentannya kondisi masyarakat.

Kemiskinan telah memberikan dampak yang luas terhadap kehidupan, bukan hanya kehidupan pribadi mereka yang miskin, tetapi juga bagi orang-orang yang tidak tergolong miskin. Kemiskinan bukan hanya menjadi beban pribadi, tetapi juga menjadi beban dan tanggung jawab masyarakat, negara dan dunia untuk menanggulanginya.

kemiskinan juga disinyalir berdampak pada berbagai penyakit sosial.

Di sinilah letak pentingnya peran pemerintah, yaitu memainkan perannya dalam hal stabilitas, alokasi, dan distribusi. Pemerintah harus berpihak pada rakyat karena satu dari beberapa tugasnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Untuk mewujutkan impian-impian yang kita nantikan ini, bukan hal yang mudah,perlu dukungan dari semua pihak, tanpa di dukung oleh rakyat mustahil semua ini akan terwujut. Selain rakyat yang menantikan sebuah impian, tentu capres dan cawapres pun mempunyai sebuah impian.

Penutup.
1.Kemiskinan yang di derita sebahagian saudara-saudara kita mengharapkan dari janji-janji seorang capres dan cawapres untuk di tepati sehingga,kemiskinan bisa di minimalisir.

2.Mari kita memberi kesempatan kepada capres dan cawapres untuk mewujutkan janji- janji mereka, dengan cara memilih mereka sesuai hati nurani yang sesuai dengan pilihan kita.

3.Siapapun yang terpilih nantinya itulah Presiden dan wakil Presiden kita yang akan membawa rakyatnya menuju kemakmuran.

Penulis : Dosen STAI Darul Arafah Lau Bakeri Deli Serdang Tongat S.Pd.i, M.Pd.i