Beranda Daerah

ol Dalam Kota Akan Mengikuti Aliran Sungai Deli, Rusun Harus Dibangun Untuk Relokasi Warga

75
Henry Jhon Hutagalung

Medan, Sumawa.Com

Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung SE SH MH mengatakan, pembangunan jalan tol dalam kota Medan sepanjang 30,97 kilometer rencananya dibangun mengikuti aliran Sungai Deli. Tentu warga yang tinggal di sepanjang sungai tersebut semestinya harus direlokasi.

“Kalau direlokasi, seharusnya pemerintah membangun rumah susun (rusun) menampung ribuan keluarga yang tinggal di bantaran sungai Deli, atau memberi ganti rugi. Rencana ini harus sudah disosialisasikan, agar tidak ada lagi persoalan yang timbul dikemudian hari,” kata Henry Jhon kepada waetawan, Selasa (26/3).

Menurut dia, kalau ada rencana pemerintah membangun rusun, segeralah disosialisasikan metodenya. Apakah dihuni gratis atau sewa, jika ganti rugi nilainya juga sudah harus diketahui warga. Karena biasanya, terganggunya pembangunan infrastruktur disebabkan pembebasan lahan.

“Seperti pembangunan koneksi jalan tol Medan-Binjai melalui Tanjung Mulia. Meskipun baru-baru ini sudah diselesaikan ganti rugi tanah dengan warga, tapi sudah emakan waktu yang cukup lama. Kita harapkan kendala seperti ini tidak terjadi saat membangun jalan tol kota,” terangnya.

Tapi politisi PDI Perjuangan ini heran, DPRD Medan tidak tahu bagaimana konsep jalan tol dalam kota ini karena tidak dilibatkan dalam pembahasannya. “Kajian teksnisnya apa sampai-sampai harus menggunakan pinggiran sungai Deli, apa dasar pertimbangannya?” ungkapnya.

Apalagi, lanjut Henry Jhon, proyek Kementerian PU PR harus sejalan dengan rencana umum tata ruang (RUTR) Kota Medan dan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2016-2025. “Tentang RUTR dan RPJMD Kota Medan dibahas antara DPRD dan Pemko Medan dan diputuskan lewat paripurna. Kita lebih memahami tata ruang kota, sebaiknya diikutkan dalam pembahasan rencana pembangunan tol ini,” tuturnya.

Terkait pemanfaatan aliran sungai Deli membangun jalan tol, Henry Jhon berharap ada pemanfaatan sungai menjadi sarana transportasi air. Sehingga Medan memiliki wisata air sampai ke Belawan. “Makanya, ini perlu kita pertanyakan, apakah pembangunan tol kota ini ada kaitannya dengan wisata sungai. Jika warga sekitar sudah direlokasi, maka untuk merevitalisasi sungai akan lebih mudah. Sebaiknya, untuk pembahasan berikutnya, selain Pemko, DPRD Medan juga harus dilibatkan,”imbuhnya. (A1)