Beranda Dunia

Siaran Pers *Menko Luhut dan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde Minta Masyarakat Internasional Berinvestasi Untuk Selamatkan Ekosistem*

105

Nusa Dua, Bali – Menko Maritim Luhut Pandjaitan dan Direktur Pelaksana International Monetary Fund Christine Lagarde berpartisipasi pada acara pemulihan dan penanaman kembali terumbu karang. Dalam rangka melindungi wilayah laut dan isinya, Menko Luhut juga mengajak para hadirin untuk melirik investasi laut, bukan saja di wilayah berbasis lahan.
“Yang ramai dibicarakan saat ini bagaimana pemerintah dan masyarakat dapat mengalihkan risiko kepada pihak ketiga untuk melindungi lingkungan laut. Yang artinya, mengasuransikan wilayah laut kita. 95% lautan dunia belum dieksplorasi,” ajaknya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani yang juga hadir di acara tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini memberi ide baru baginya untuk memberi asuransi untuk ekosistem kita sebagai salah satu aset dunia. “Seperti diketahui populasi terumbu karang kita adalah yang terbesar di dunia dan aktivitas kita bisa merusak terumbu karang tersebut. Kegiatan ini membuat saya berpikir bagaimana kalau kita membuat asuransi terhadap terumbu karang-terumbu karang ini. Kita akan diskusikan ini sebagai asuransi terhadap aset dunia karena terumbu karang ini bukan saja milik Indonesia. Kita juga harus mulai memikirkan untuk merubah perilaku dan gaya hidup untuk tidak memperburuk keadaan terumbu karang tersebut,” kata Menteri Keuangan.

Ms. Lagarde setuju bahwa ada hubungan antara perilaku manusia terhadap alam dengan bencana alam terutama pada masa perubahan iklim saat ini.

*Palu dan Lombok*

Menko Luhut mengatakan pada pertemuan IMF-Bank Dunia ini juga ingin menunjukkan bahwa selain kegiatan utama, ada banyak hal yang dilakukan seperti kegiatan untuk merawat ekosistem ini kunjungan ke wilayah-wilayah yang terkena bencana.
“Kemarin kami dan perwakilan Bank Dunia serta IMF telah berkunjung ke Palu untuk menyampaikan bantuan dan simpati kami. Besok saya dan Ibu Lagarde juga akan pergi ke Lombok untuk menyampaikan rasa simpati kami terhadap mereka,” ujar Menko Luhut kepada media.

“Atas nama IMF, saya sangat bangga berada disini di Indonesia dan dapa berkontribusi untuk yang pertama terhadap Perlindungan Lingkungan dengan menanam terumbu karang dan selanjutnya dan yang kedua untuk memberikan dukungan kepada Masyarakat Indonesia yang menderita kerena bencana alam yang baru saja terjadi di Lambok dan Sulawesi.
Perwakilan saya kemarin telah berkunjung ke Palu bersama Pak Luhut.
Dan saya akan pergi ke Lambok untuk menyampaikan sumbangan.”ujar Ms.Lagerde.

Menko Luhut menekankan untuk tidak melihat jumlah sumbangan yang diberikan tetapi yang penting Niatnya dan Simpati yang diberikan kepada masyarakat yang terkena bencana.

Terumbu Karang

Menko Luhut pada sambutannya mengatakan kehadiran para peserta menunjukan komitmen mereka terhadap pelestarian lingkungan.
“Terumbu Karang Nusa Dua ini mencakup 204 Hektar garis pantai yang merupakan bagian dari Program Taman Terumbu Karang Indonesia.Taman ini menyatukan ilmu pengetahuan dan aspek-aspek sosial-ekonomi dari pengelolahan ekositem terumbu karang untuk penggunaan berkelanjutan.
Di tempat ini.beragam terumbu karang dari perairan Indonesia akan di Transplantasikan.
Kami berharap dapat menciptakn akuarium laut skala besar yang unik,”ujar Menko Luhut pada kata sambutannya

Ms.Lagerde menyambut baik kegiatan ini. “Ini untuk membuat lingkungan kita lebih baik.Dimulai dari sesuatu,membuat kita sadar,menghormati lingkungan kita.”

Di tengah kekhawatiran bahwa sebagian besar karang dunia akan lenyap pada tahun 2050, kegiatan ini menumbuhkan harapan akan pemulihan terumbuh karang.The Nature Conservancy dan Pusat Pemantauan Konversasi Dunia (UNEP),melakukan studi yang menyatakaan bahwa lebih dari 90 persen karang dunia akan lenyap pada tahun 2050, Indonesia memiliki 27,95% dari total karang terumbu karang di dunia, dengan lebih baik dari 569 jenis karang. Insiatif Terumbu Karang Internasional telah medeklarasikan tahun 2018 sebagai ” Tahun Internasional Terumbu karang”

Nusa Dua Corel Garden (NDCRG), sebagai pengelola proyek ini telah melakukan penelitian dan mengembangkan novasi tentang cara mengembalikan dan menghemat ekosistem terumbu karang. Selain itu Organisasi ini juga melakukan perawatan dan transplantasi terumbu karang serta yang tak kalah penting Pemberdayaan Masyarakat di sekitar pantai untuk ikut dalam Perencanaan,Penerapan dan Pemeliharan yang berkelanjutkan.

Ekosistem Terumbu Karang berperan pentinh sebagai tempat berkembang biak dan memberi makan biata laut Untuk kehidupan manusia,terumbu karang dapat dimaanfatkan untuk farmasi serta periwisata.. (AS)