Beranda Daerah

Sikapi Pengaduan Masyarakat Medan Marelan Fraksi P Demokrat DPRD Medan Sesalkan Pemko Biarkan Danau Siombak Terlantar dan Tercemar

60

Medan (Sumawa.Com)

Fraksi P Demokrat DPRD Medan minta dinas terkait di pemko agar membenahi Danau Siombak yang berada di Kelurahan Payapasir, Kecamatan Medan Marelan. Pasalnya keberadaan danau tersebut sudah meresahkan masyarakat setempat karena airnya jorok dan bau.

“Warga yang tinggal di sekitar danau merasa tidak nyaman, mereka khawatir selain bau airnya bisa menimbulkan wabah penyakit. Kalau air sudah kotor dan berbau busuk tentu banyak kumannya, karena sudah tercemar,” kata Sekretaris Fraksi P Demokrat DPRD Medan Parlaungan Simangunsong ST kepada wartawan, Kamis (7/2).

Masyarakat mengadukan permasalahan lingkungan yang tidak sehat tersebut ke fraksi. Mereka menghubungi Ketua DPC P Demokrat yang juga Wakil Ketua DPRD Medan Burhanuddin Sitepu SH menampung aspirasi mereka. Burhanuddin selanjutnya menyerahkan permasalahan ini ke fraksi.

Parlaungan meminta kepada pemko agar serius merawat objek-objek wisata di Medan, khususnya yang ada di kawasan Medan Utara. Karena kalau wisata bisa maju disana, perekonomian akan maju di daerah pinggiran

“Jangan hanya di inti kota Medan saja yang maju, sentuhan pembangunan di pinggiran harus merata. Kalau di kota ada cagar budaya seperti taman bermain dan olahraga, ada kolam renang serta plaza yang megah, potensi alam Medan Utara juga mendapat perhatian,” kata Parlaungan

Potensi danau buatan di Medan Utara kata parlaungan tidak hanya di Marelan, di Griya Martubung Kecamatan Medan Labuhan juga ada. Semula danau yang disebut warga waduk itu tempat warga berekreasi dan mencari nafkah, kita terlantar karena tidak dirawat.

Begitu juga Danau Siombak, kata Parlaungan. Tempat tersebut menjadi danau buatan hasil kerukan pasir untuk membangun jalan tol Belawan-Tanjung Morawa tahun 80an. Karena berpotensi menjadi objek wisata dan masyarakat bisa mencari ikan, maka oleh pemko ditetapkanlah Danau Simobak jadi objek wisata

“Tapi kenapa pemko tidak menganggarkan perawatannya sehingga airnya jadi bau. Masyarakat yang jadi korban, orang sudah tidak mau lagi berkunjung di tempat itu ditambah lagi airnya tercemar, tentu bisa menimbulkan wabah penyakit,” terangnya.

Menurut dia, dewan akan mendukung Dinas pariwisata jika menganggarkan biaya perawatan danau buatan di Medan Utara. Karena, kalau objek wisata ditata dengan baik, orang-orang akan datang berekreasi, apalagi Medan sangat minim objke wisata.

“Kalau pemko tidak mampu, serahkan saja kepada swasta pengelolaannya, saya yakin objek wisata tersebut bisa berkembang pesat ditangan swasta. Karena kasihan warga kalau itu tercemar,” tegasnya. (ss)