Beranda Bisnis

Staf Khusus MenKeu ;sudah dibahas dengan sejumlah lembaga terkait kenaikan Uang Muka Mobil

419

Jakarta – Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden nomor 39 tahun 2015 tentang kenaikan tunjangan uang muka kendaraan bagi pejabat negara. Dalam Perpres itu dicantumkan kenaikan uang muka mobil pejabat negara yang besarnya mencapai Rp 210.890.000 per orang, naik dibandingkan zaman Presiden SBY sebesar Rp 116 juta.

Staf Khusus Menteri Keuangan Arif Budimanta mengatakan bahwa kenaikan uang muka mobil bagi pejabat negara tersebut sudah dibahas dengan sejumlah lembaga terkait. Termasuk untuk jumlah yang dinilai terlalu besar.

“Jadi kami melihat bahwa APBN sudah ada didalam undang-undang, di mana undang-undang di dalam konstitusi kita soal APBN itu persetujuan bersama pemerintah dan dibahas oleh Kementerian dengan DPR untuk mengatur fungsi alokasi, di mana salah satunya alokasi belanja pemerintahan dan pusat,” kata Arif di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2015).

Menurut Arif, masing-masing kementerian dan lembaga negara mengajukan anggaran untuk disesuaikan dengan kinerja pemerintah 5 tahun ke depan. Termasuk anggaran untuk persekot mobil dinas pejabat negara tersebut sudah diajukan oleh kementerian, lembaga negara dan DPR.

“Jadi yang mana yang harus dikurangi. Karena sudah dibicarakan bersama,” kata Arif.

Soal nilai yang terlalu besar, Arif meminta persoalan tersebut ditanyakan kembali ke pihak DPR yang mengusulkan. “Usulan itu sekali lagi datang dari DPR, kami sudah dengan berbagai macam pertimbangan. Jadi ditanyakan aja ke yang mengusulkan,” kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.

Arif mengakui ada perbedaan antara Menteri Keuangan dengan Presiden Jokowi yang mungkin dikarenakan adanya pemikiran lain yang lebih besar. “Presiden ada pertimbangan lain,” tutupnya.(sumber : detik)