Beranda Politik Hukum

Kepala Kasipidum Kejaksaan di duga minta uang

697

Surabaya,Sumawa.com – Sidang kasus korupsi dugaan pelatihan otomotif kembali di gelar ,tapi sayangnya sidang di tunda mengingat saksi dari adicart tidak hadir.Selesai sidang saat di temui oleh wartawan tersangka dari pemenag lelang CV U M B (M) mengatakan bahwa “terkait kasus ini saya di mintai oleh Kasi Pidsus G H yang dulunya kasi pidsus di kejaksaan Tanjung perak ,dan sekarang menjadi Kasipidum di Mojokerto.
G memintai saya uang senilai Rp 300 juta dengan menjanjikan agar perkara ini cepat selesai alias perkara ini di SP3 kan,karena saya tidak pernah berhubungan dengan permasalahan ini dengan terpaksa saya menjual apa yang kami punya apapun untuk memenuhi permintaan jaksa pidsus G,yang saya bayarkan itu uang pribadi saya ,
Uang itu saya bayarkan pada tanggal 6 Januari 2014 ,dan sekaigus saya di jadihkan tersangka apa yang di janjikan G bukan di selesaikan atau di SP3kan malah saya di jadihkan tersangka karena sudah mengakui pengembalian barang bukti kerugian Negara senilai 300 juta.
Sebagai pengelola lelang ini saya rugi ,dan saya tidak tahu siapa yang salah padahal dalam kegiatan setiap pelatihan yang pemerintah menyelenggarahkan yang di untungkan adalah pemerintah.
Dimana lelang yang di menangkan saya senilai Rp 882 juta dari total HPS sebesar 1,1 milyar rupiah yang bersumber dari anggaran APBD kota Surabaya, untuk pelatihan fiktif otomotif tahun 2013. Bahkan sesuai kuota saya sudah memenuhi 280 ,bahkan sertifikat yang sudah jadi bukanlah kewenangan CV U M untuk mengantarkan.karena kita tidak punya kewajiban untuk mengantar .
Nama saya sudah tercoreng ,Yang saya pertanyakan kalau 300 juta di anggap sebagai alat bukti pengembalian kerugian Negara ,Tetapi pembenaran saya itu atas dasar Permintaan ,bukan Pemberian ,atas dasar itulah Gt mengabaikan tentang Undang Undang .jelas Bg kepada Wartawan.
Saat di temui By selaku Kasi Pidsus di Kejaksaan Tanjung Perak ,By adalah Penganti Gt,namun penjelasan Bayu kepada wartawan bahwa kasus ini saya masih belum menjabat tetapi saya hanya meneruskan dan bertanggung jawab atas kasus ini secara prosedur saya meneruskan untuk di persidangkan,terkait permintaan jaksa Gt senilai uang Rp 300 juta ,monggo di konfirmasihkan ke pak Gt ,untuk saat ini saya hanya mengetahui pengembalian kerugian Negara senilai Rp 300 juta yang masuk di rekening Kejaksaan Negeri Surabaya,
Terkait kasus pernintaan uang senilai Rp 300 juta .Gt di konfirmasi oleh wartawan lewat nomer Hpnya dengan nomer 0878441xxxxx bahkan di sms pun Gt tidak pernah menjawab.kalau memang Gt tidak melakukan perbuatan tersebut seharusnya Gt menjawab dan membalas sms tersebut ,nyatahnya ,apakah Gt takut dan lari dari pertanyaan wartawan?,(hendrik)