Beranda Daerah

73 Tahun Polri DPRD Medan Apresiasi Kerja Keras Kapolrestabes Meski Sibuk “Sikat” Begal dan Jambret, Tapi Kombes Dadang Sempatkan Dekat Dengan Masyarakat

61
H Ikhwan Ritonga

Medan-Sumawa

Wakil Ketua DPRD Medan H Ikhwan Ritonga SE MM mengatakan, di HUT ke 73 Bhayangkara, DPRD Medan mengapresiasi kinerja Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto. Dia melihat Kapolrestabes seorang pemimpin pekerja keras yang juga dekat dengan masyarakat.

“Di tengah kesibukan mejaga kamtibmas, dia menyempatkan diri melakukan pendekatan berbaur dengan masyarakat lewat solat subuh, bahkan pada kegiatan agama lainpun Kombes Dadang menyempatkan diri hadir,” kata Ikhwan Ritonga kepada wartawan, Senin (8/7) di ruang kerjanya.

Politisi P Gerindra ini juga mengapresiasi intensitas patroli yang tinggi oleh jajaran Polrestabes, sehingga pelaku begal dan jambret banyak yang sudah “disikat”. Masyarakat Medan sekitarnya jadi merasa nyaman sejak Polrestabes Medan dipimpin Kombes Dadang.

Namun lanjut Ikhwan, Polrestabes masih punya banyak pekerjaan rumah yakni masalah peredaran narkoba. Di Medan peredarannya di daerah-daerah kumuh,pinggiran dan daerah aliran sungai yang ekonomi masyarakatnya menengah ke bawah.

Persoalan ekonomi ungkap Ikhwan selalu dialaskan kenapa anak-anak pinggiran mau jadi pengedar hingga akhirnya pengguna. Karena, gembong narkoba tetap menjaga kelanggengan konsumen dengan cara melakukan regenerasi agar pasar makin meningkat.

“Biasanya basis peredaran narkoba punya lokasi bersembunyi seperti semak belukar, ladang pisang atau sungai. Agar ketika digerebek ada tempat stategis untuk melarikan diri,” kata Ikhwan.

Untuk itu kata Ikhwan, DPRD terus mendorong Polrestabes memberantas peredaran narkoba secara perlahan tapi berkesinambungan. Ia yakin, di HUT ke 73 tahun ini, Polri makin professional menangani kasus narkoba meski pengedar dan bandarnya selalu merubah modus operandinya.

“Inilah yang jadi keresahan masyarakat, karena setiap lingkungan menjadi incaran gembon g mencari pasar. Tapi, meski ada Polri dan BNN, masyarakat juga ikut berperan memutus rantai peredaran narkoba. Jika seluruh keluarga dan lingkungan sudah dibentengi maka rantai itu bisa putus, karena pasar narkoba tidak laku. Polrestabes sudah berbuat, setiap hari jajarannya meringkus pengedar, mulai dari lintingan, paketan sampai kiloan. PR polisi mari kita kerjakan bersama-sama, narkoba yakin bisa diberantas sampai akar-akarnya,” uangkapnya yakin.(P.H)