Beranda Peristiwa Agama

RAMBUT SUDAH MEMUTIH, MENGAPA ANDA MASIH SEKOLAH? Oleh: H.Tongat

100
Dosen STAI-Darul Arafah Lau Bakeri-deli Serdang.

Sumawa-com

Luruskan niat ,bulatkan tekat,lewat tulisan ini akan anda temukan jawabannya.Islam datang secara komprehensif, dengan memadukan dua sisi bentuk pendidikan yang berlandaskan Alquran dan Hadis. Islam mendidik individu menjadi manusia yang beriman, berakhlak yang mulia dan beradab yang kemudian melahirkan masyarakat yang ideal. Hal ini dikarenakan di dalam Islam, pendidikan merupakan salah satu pilar kehidupan. Pendidikan dalam Islam dipandang sebagai sebuah aspek yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, sehingga kewajiban berpendidikan dalam Islam sangat diperhatikan. Hal ini sejalan dengan konsep Alquran akan keutamaan orang-orang yang berpendidikan (berilmu).

Terlepas dari bagaimana seseorang tersebut memperoleh ilmu (baik melalui pendidikan formal, non-formal maupun informal), dalam Islam rentang waktu pendidikan maupun masa dalam menempuh sebuah pendidikan tidak menjadi sebuah batasan. Artinya berpendidikan (menuntut ilmu) dalam konsep Islam tidak memandang seseorang tersebut dalam batasan umur tertentu yang menjadi sebuah syarat untuk berpendidikan. Seyogyanya berpendidikan dalam Islam tidak lagi dijadikan sebagai kewajiban, melainkan dijadikan sebuah kebutuhan yang harus dijiwai oleh tiap Muslim.
Posisi pendidikan dalam Islam benar-benar sangat diperhatikan. Berbagai keterangan tentang pentingnya pendidikan diabadikan di dalam Alquran maupun hadis-hadis Rasulullah Saw. berbagai ungkapan yang diberikan baik itu dalam Alquran dan hadis yang menekankan untuk menuntut ilmu (berpendidikan) mulai dari membaca, menulis, menghafal berpikir, tadabbur, dan lain sebagainya. Pendidikan adalah sebuah proses pembentukan karakter manusia. Sebagai sebuah proses, pendidikan tidak hanya berlangsung pada suatu saat saja. Akan tetapi proses pendidikan harus berlangsung secara berkelanjutan. Hal inilah yang mendasari munculnya istilah pendidikan seumur hidup (sepanjang hayat), ada juga yang menyebutnya pendidikan terus menerus. Dengan demikian kurun waktu atau masa pendidikan dalam konsep Islam merupakan pendidikan sepanjang hayat.

Pendidikan sepanjang hayat biasa dikenal dengan pendidikan seumur hidup (long life education). Long life education merupakan sebagai sebuah azas pendidikan, karena hal tersebut merupakan fitrahnya masing-masing anak didik baik melalui cara-cara formal maupun non-formal (sistem sekolah dan di luar sekolah). Di sisi lain, pendidikan seumur hidup juga sebagai sebuah konsep pendidikan yang berlangsung dalam dua tahapan. Tahapan pertama, terjadi sejak anak lahir hingga tumbuh dewasa. Tahapan kedua, berlangsung mulai dewasa hingga akhir hayat. Islam sendiri telah menggariskan tentang proses pendidikan sepanjang hayat atau seumur hidup tersebut. Sebagaimana ahli pendidikan berpendapat bahwa pendidikan itu tidak mempunyai batas bawah dan batas atas (batas umu mulai dapat dididik hingga umur tertinggi di mana manusia dapat dididik).
Hadirnya tulisan ini akan membahas pendidikan seumur hidup sebagai azas dalam pendidikan Islam, yang mana dalam tulisan ini akan dikemukakan beberapa sub-bab pembahasan mulai dari hadis tentang rentang waktu/masa pendidikan.

Hadis Rentang Waktu/Masa Pendidikan (Menuntut Ilmu)
Apabila ditelusuri dengan baik, hadis yang memiliki hubungan atau berkaitan dengan masa atau rentang waktu pendidikan dari seluruh aspek yang bersentuhan dengannya tentunya sangat banyak dan mudah ditemui dalam beberapa kitab hadis yang mana otoritasnya telah diakui, sebagaimana halnya dalam kutub al-tis’ah.

Penjelasan-penjelasan hadis tersebut tentunya memiliki redaksi yang berbeda antara hadis satu dengan hadis lainnya, sehingga perlu adanya ketelitian bagi dan dalam menelusurinya. Oleh karenanya, penulis rasanya agak sedikit merasa kesulitan dalam mendeteksi secara pasti dari kuantitas hadis yang berkaitan dengan masa atau rentang waktu pendidikan tersebut.

Masa (waktu) merupakan perihal penting. Dalam Alquran, penyebutan masa (waktu) mudah dijumpai, bahkan masa itu sendiri dijadikan sumpah (wa al-‘as}r). Sebagaimana mudah ditemukan mengenai masa ini, Allah bersumpah baik itu ketika waktu fajar (wa al-fajr), waktu dhuha (wa al-d}uha), waktu siang (wa al-nahar ), waktu malam (wa al-lail). Dengan demikian, pentingnya masa (waktu) sehingga seorang Muslim agar memperhatikan waktu yang telah diberikan oleh Allah Swt untuk menggunakan dengan sebaik-baiknya, terlebih dalam setiap keadaan, situasi dan kondisi bagaimanapun seorang Muslim dituntut untuk berpendidikan (belajar dan menuntut ilmu) baik secara formal, informal maupun non-formal. Rasulullah Saw. memberikan perhatian terhadap kewajiban menuntut ilmu pengetahuan dan pengembangan ilmu pengetahuan tersebut, sehingga ditemukan hadis-hadis tentang menuntut ilmu pengetahuan. Di antara hadis tentang pendidikan rentang waktu atau masa pendidikan adalah sebagai berikut:
Hadis yang diriwayatkan oleh Muslim nomor 2699, yang bersumber dari Abu Hurairah:

Yahya bin Yahya al-Tamimi, Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Muhammad bin Al ‘Ala Al Hamdani -lafaz ini milik Yahya- telah menceritakan kepada kami, ia berkata; telah mengabarkan kepada kami dan berkata yang lainnya; telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari Aal-A’masy dari Abu S}alih dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah Saw. telah bersabda: “Barang siapa membebaskan seorang mukmin dari kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari kesulitan pada hari kiamat. Barang siapa yang memberikan kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya sesama muslim. Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah akan memudahkan jalan baginya menuju ke surga. Tidaklah satu kaum berkumpul di suatu masjid untuk membaca dan mempelajari Alquran, niscaya mereka merasakan ketentraman, rahmat, dan dikelilingi oleh para malaikat, serta Allah akan menyebut-nyebut mereka pada malaikat-malaikat yang berada di sisi-Nya. Barang siapa yang ketinggalan amalnya, maka nasabnya tidak juga meninggikannya.”
Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah nomor 224, yang bersumber dari Anas bin Malik:

Hisyam bin Ammar telah menceritakan kepada kami H{afs} bin Sulaiman telah menceritakan kepada kami Kasir bin Syinzir telah menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Sirin dari Anas bin Malik ia berkata Rasulullah Saw bersabda: Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim, dan orang yang meletakkan ilmu bukan pada ahlinya, seperti seorang yang mengalungkan mutiara, intan dan emas ke leher babi. Hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari nomor 69, bersumber dari Mu’awiyah:

Sa’id bin ‘Ufair telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb telah menceritakan kepada kami dari Yunus dari Ibnu Syihab berkata, berkata Humaid bin ‘Abdurrahman aku mendengar Mu’awiyyah berkhutbah dia berkata; aku telah mendengar Nabi Saw bersabda: Barangsiapa yang Allah kehendaki menjadi baik maka Allah faqihkan dia terhadap agama. Aku hanyalah yang membagi-bagikan sedang Allah yang memberi. Dan senantiasa umat ini akan tegak diatas perintah Allah, mereka tidak akan celaka karena adanya orang-orang yang menyelisihi mereka hingga datang keputusan Allah.

Hadis yang diriwayatkan oleh Tirmizi nomor 2244, bersumber dari Abu Hurairah rad}iyallahu ‘anhu:

Muhammad bin Hatim al-Muktib telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin S|abit telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Sabit bin Sauban telah menceritakan kepada kami berkata: aku telah mendengar ‘At}a bin Qurrah berkata: aku telah mendengar ‘Abdullah bin Damrah berkata: aku telah mendengar Abu Hurairah berkata: aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: Ketahuilah sesungguhnya dunia itu terlaknat dan seluruh apa yang ada di dalamnya pun juga terlaknat, kecuali orang-orang yang senantiasa mengingat Allah dan apa yang berkaitan dengannya, dan orang yang alim (berilmu) atau orang yang senantiasa belajar (menuntut ilmu).
.
Tulisn ini dapat di simpulkan:
Dari berbagai penjelasan mengenai rentang waktu/masa pendidikan dalam hadis dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam Islam tidak memandang waktu/masa tertentu dalam berpendidikan (menuntut ilmu), justru dalam Islam berpendidikan merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksakan baik itu laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun orang dewasa ataupun orang tua. Hal ini diperkuat dengan beberapa hadis yang penulis sajikan dalam makalah ini di antaranya hadis riwayat Muslim nomor 2699, hadis riwayat Ibnu Majah nomor 224, hadis riwayat Bukhari nomor 69, dan hadis riwayat Tirmizi nomor 2244. Dari hadis-hadis ini dapat dijadikan h}ujjah dalam kaitannya dengan pendidikan.Mudah- mudahan bermanfaat.