Beranda Daerah

Bahaya Merokok Mengancam, Setiap Hari 548 Orang Meninggal Dunia

380
SOSIALISASI PERDA: Anggota DPRD Medan Wong Chun Sen ketika menyosialisasikan Perda kawasan tanpa rokok, Sabtu (3/8) di Jalan Maluku, Kecamatan Medan Perjuangan.

Medan-Sumawa

Anggota DPRD Kota Medan, Drs Wong Chun Sen MPd mengingatkan masyarakat adanya berbagai penyakit berbahaya yang dapat mengancam kesehatan bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Hal tersebut dikatakan Politisi PDI Perjuangan ini saat menyosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 3 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR), di Jalan Maluku, Lingkungan 3, Kelurahan Pandau Hilir, Kecamatan Medan Perjuangan , Sabtu (3/8). Turut dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan, dr Alfindy, perwakilan Kecamatan Medan Perjuangan dan Kelurahan Pandau Hilir.

Wong Chun Sen menjelaskan, rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm yang memiliki variasi ukuran dengan diameter sekitar 10 mm berisi rajangan daun-daun tembakau. Sejak beberapa tahun terakhir ini, rokok yang dijual dengan dibungkus dengan kotak berbagai warna, pada bungkusnya diberikan pesan berupa peringatan kesehatan akan bahaya yang ditimbulkan.

“Untuk itulah pemerintah dan legislatif mengeluarkan perda rokok, tujuannya adalah untuk melindungi masyarakat agar lebih sehat, mengurangi jumlah perokok di Indonesia, masyarakat dapat terhindar dari beberapa penyakit serius hingga menyebabkan kematian,” kata Wong.

Ia juga mengimbau agar para orangtua baik bapak dan ibu agar menjauhi rokok, dan bagi perokok segera berhenti merokok. Karena data dari WHO tahun 2015, setiap tahun lebih dari 5 juta orang meninggal karena rokok, angka ini bisa meningkat menjadi 8 juta pada tahun 2030 jika rokok tidak dikendalikan. Di Indonesia data tahun 2010 setiap tahun ada 200 ribu orang meninggal atau setiap hari ada 548 orang meninggal karena .

“Angka ini menunjukkan sangat berbahaya rokok bagi kesehatan. Rokok mengandung 7000 zat kimia yang 69 diantaranya adalah bersifat karsinogenik (penyebab kanker). Juga mengandung nikotin, tar, amonia, karbon monoksida, arsenik, kadmium, formal dehida dan lainnya yang semuanya adalah zat yang berbahaya,” ungkapnya.

Dijelaskannya juga bahwa hasil riset kesehatan dasar (Riskedas) tahun 2010 menunjukkan ada 92 juta perokok pasif di Indonesia, 62 juta perempuan dan 30 juta laki-laki dan angka itu 11,4 juta adalah anak usia 0-4 tahun. Ada 9 macam penyakit yang diakibatkan oleh rokok, yaitu berbagai macam penyakit kanker (kanker kandung kemih, kanker payudara dan kanker serviks bagi wanita), penyakit paru, penyakit jantung, impotensi, gangguan kehamilan, stroke, arterosklerosis, penyakit lambung dan penyakit medis lainnya.

Lanjut dia, Pada Perda Kota Medan No 3 Tahun 2014 tentang kawasan tanpa rokok (KTR), terdiri dari 16 Bab dan 47 pasal. Setiap orang/badan wajib mematuhi ketentuan larangan di tempat atau area yang dinyatakan sebagai KTR, yakni fasilitas pelayananan kesehatan, tempat belajar, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tepat kerja dan tempat kerja dan tempat umum.

Pada Bab VI diatur juga sponsor untuk produk rokok baik orang dan badan tidak boleh menggunakan nama merek dagang dan logo produk rokok, termasuk brand image produk rokok dan tidak mempromosikam rokok. Sementara pada pasal 19, tidak boleh mengikutsertakan anak dibawah umur 18 tahun kebawah.

“Pada BAB XIII diatur sanksi administratif, setiap orang yang melanggar perda ini diancam pidana kurungan paling lama 3 hari atau dendan paling banyak Rp 50.000 dan setiap pengelola pimpinan dan atau penanggungjawab KTR yang tidak melakukan pengawasan internal, membiarkan orang merokok, tidak menyingkirkan asbak atau sejenisnya dan tidak memasang tanda-tanda dilarang merokok ditempat area yang dinyatakan sebagai KTR akan dipidana kurungan paling lama 15 hari dan denda paling banyak 10 juta,” paparnya.(P.H)