Beranda Peristiwa Kriminal

Diduga Ada Yang Mengatur, Kasus Pengeroyokan Bukan Tipiring Tapi Kenapa Disidang Secara kilat

51
Andi Lumban Gaol

Medan-Sumawa

Anggota Komisi A DPRD Medan Andi Lumban Gaol SH mengatakan, sangat aneh jika jaksa dan hakim kompak melaksanakan sidang kilat dengan perkara pengeroyokan. Menurut dia, boleh-boleh saja sidang kilat itu dilaksanakan, tapi tidak biasa.

Menurut dia, hanya hitungan jari terdakwa yang pernah menjalani hukuman kilat seperti itu, tapi itupun perkara tindak pidana ringan (tipiring). Kalau perkara penganiayaan dan divonis 20 hari itu termasuk tindak pidana biasa, bukan tipiring.

“Sangat aneh menurut saya jika jaksa dan hakim melakukan tuntutan sampai putusan hanya dengan hitungan jam. Padahal tindak pidana ringan saja minimal 2 kali sidang, apalagi ini tindak pidana biasa dengan pasal pengeroyokan,” ucapnya kepada wartawan, Rabu (15/5) yang dihubungi lewat selulernya.

Anggota DPRD yang berlatar belakang pengacara ini mengungkapkan, pasal 170 ayat 1 Jo pasal 351 ayat 1 adalah pengeroyokan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Untuk membuktikan pengeroyokan itu sangat susah, perlu banyak pembuktian.

“Sehingga sidang tidak mungkin dilaksanakan secara kilat. Diduga ada yang mengatur persidangan tersebut. Komisi Kejaksaan dan Komisi Yudisial, hakim pengawas daerah maupun Ombudsman diminta turun menyelidiki sidang kilat kasus pengeroyokan ini,” tuturnya.

Seperti dikethaui, Jaksa Penuntut Umum Chandra Naibaho dan majelis hakim dipimpin Hakim ketua Tengku Oyong, Senin (13/5) di Pengadilan Negeri Medan menggelar sidang kilat terhadap terdakwa kasus pengeroyokan Mulia Syahputra Nasution warga Kompleks J City, Kecamatan Medan Johor.

Terdakwa adalah Caleg Partai Gerindra dari Dapil 5 Medan yang disebut-sebut lolos menjadi calon Anggota DPRD Medan berdasarkan hasil perhitungan suara oleh KPU Medan. Terdakwa dan teman-temannya melakukan pengeroyokan terhadap korban bernama Demmy Suryanto, warga Kompleks Citra Land Bagya City, Kecamatan precut Seituan, Sabtu (23/3)di café Jalan A Rivai, kecamatan Medan Polonia. Akibat pengeroyokan tersebut membuat korban sempat dirawat di rumah sakit, kemudian petugas Polsek Medan baru menangkap tersangka.
(P.H)