Beranda Daerah

Dinilai Mampu Bekerjasama Dengan Pemko, 20 NGO Dukung Hasyim Jadi Ketua DPRD Medan

81
Hasyim SE

Medan-Sumawa.Com

Dalam waktu beberapa minggu lagi, akan dilaksanakan pelantikan anggota DPRD Kota Medan hasil pemilu 2019 dan dimenangkan oleh PDI-Perjuangan secara nasional dan di Kota Medan. Maka kursi Ketua DPRD Medan periode 2019-2024 akan dijabat politisi PDI Perjuangan.

Di Medan, 20 NGO Kota Medan memandang perlu untuk mengambil sikap dalam pembangunan Kota Medan secara umum dan secara khusus mengenai posisi kursi Ketua DPRD Kota Medan. Koordinator 20 NGO Endra Wijaya Putra, S.Sos menilai kursi Ketua DPRD Kota Medan adalah posisi strategis dalam rangka menentukan kelanjutan pembangunan Kota Medan ke depan.

“Jabatan Ketua DPRD haruslah diisi orang yang memiliki kredibilitas dan dapat menyerap aspirasi masyarakat. Kemajuan pembangunan hendaknya tidak hanya digantungkan kepada pihak eksekutif. Tetapi pihak legislatif juga harus berperan aktif dalam menyusun program-program pembangunan yang berorientasi pada kemajuan kota dan kesejahteraan masyarakat,” kata Wijaya Putra kepada wartawan, Jumat (23/8).
Endra Wijaya Putra menilai, dukungan kepada Hasyim didasarkan kepada bahwa yang bersangkutan sudah memiliki pengalaman yang panjang dalam memimpin partai politik di Kota Medan dan juga menduduki kursi legislatif yang sudah periode ketiga. Disamping itu, Hasyim dinilai mampu membuat kemajuan-kemajuan yang berarti dan memberikan ide-ide segar kepada wali kota.

“Hasyim akan mampu mengemban amanah masyarakat Kota Medan yang dibebankan ke pundaknya bila ditetapkan sebagai Ketua DPRD Kota Medan nanti. Dia juga dinilai sebagai politisi santun dan dapat berkomunikasi dengan banyak pihak. Baik kalangan partai politik, ormas, OKP, LSM, dan berbagai pihak lainnya,” terangnya.

Dari pengamatan Koalisi 20 NGO, lanjutnya, sampai saat ini Hasyim tidak pernah tersangkut dengan masalah hukum dan kejahatan lainnya. Hasyim juga dinilai dapat bekerja sama dengan Pemko Medan dan segenap Stakeholder yang ada di Kota Medan untuk merancang pembangunan Kota Medan ke depan mengingat Kota Medan adalah kota terbesar ketiga di Indonesia. Sekarang ini tantangan untuk kelanjutan pembangunan Kota Medan sangatlah besar di samping masalah kemacetan lalu lintas, pengangguran, dan kebutuhan akan infrastruktur lain.

Berikut Koalisi ke 20 NGO yang mendukung Hasyim: Pusat Kajian Studi Demokrasi, The Healthy Care Center, Forum Peduli Konsumen, Gerakan Penyambung Lidah Rakyat, Wahana Pelestarian Bumi, Wahana Tenaga Kerja Indonesia, Pusat Monitoring Penegakan Hukum, Education Watch, Lembaga Pengkajian Potensi dan Penggerak Percepatan Pembangunan Sumatera Utara, Gerakan Pemberantas Pelanggaran Hak Cipta, Merek, dan Paten, Forum Pemerhati Anggaran Pembangunan, Forum Pemerhati Pajak Bea Cukai, Forum Pemerhati Kinerja Aparatur BUMN/BUMD, Sosialisasi Center, Pusat Pemerhati Sejarah Nasional, Geradal, LSM Garuda, Lembayung Sutra, Pawalinsu, serta LSM Green Day.(P.H)