Beranda Gaya Hidup

Janji Suci Terucap di Balik Jeruji Besi

955

Medan,Sumawa.com
Polsek Medan Baru menjadi tempat ber sejarah bagi pasangan kekasih Diki Setiawan (23) dan Kembang Sari(20) yang merupakan warga Kapten Sumarsono, Jumat (24/4/2015) sore.

Kokohnya tembok penjara tak mampu meruntuhkan kuatnya cinta yang melekat di hati keduanya.

Jeruji besi tahanan Polsek Medan Baru hanya memenjarakan raga Diki, tapi tidak perasaannya kepada sang kekasih yang dicintainya sejak beberapa tahun lalu.

Di hadapan kedua keluarga dan para personil polisi Polsek Medan Baru menjadi saksi bagi kedua insan berlainan jenis mengikrarkan janji suci dalam akad nikah.

Diki tersandung kasus hukum perkara narkoba yang diamankan personil reskrim Polsek Medan Baru beberapa waktu lalu.

“Saya terima nikah dan kawinnya DK” kata Diki terdengar mantap tatkala mengucapkan ijab kabul di hadapan petugas KUA yang diundang khusus ke salah satu ruang yang ada di Polsek Medan Baru.

Suara itu disambut dengan kata sah dari para keluarga termasuk Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Oscar dan penyidik yang menangani kasus Diki menjadi saksi bagi keduanya

Acara pernikahan keduanya dihadiri oleh orangtua kedua belah pihak serta kerabat dekat.

Misdi (59: warga Jalan Gaperta Ujung yang merupakan kakek dari tersangka Diki mengaku, pernikahan ini dilakukan atas persetujuan dari keluarga kedua belah pihak.
“Kita menikahkan keduanya, karena sang perempuan sudah kecelakaan duluan (hamil-red),” jelasnya.

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Oscar mengaku, pernikahan ini dilakukan karena kesepakatan keduanya. “Kita hanya mempasilitasi dan atas persetujuan dari kedua keluarga,” katanya.

Ia mengaku, pernikahan itu tidak hanya menjadi peristiwa bersejarah bagi kedua mempelai, tapi juga bagi Polsek Medan Baru.

“Ini baru pertama kali baru kita lakukan, ada tahanan yang menikah. Tanggal pernikahan keduanya telah ditetapkan pihak keluarga. Tersangka Diki ini bermasalah dengan kasus narkoba. Diki merupakan pemakai narkoba yang kita amankan beberapa waktu lalu,” pungkasnya. (Sw-01)