Beranda Daerah

Komisi I DPRD Medan Jelaskan Persoalan Narkoba Kepada Siswa KKL Seskoad

113
FOTO BERSAMA: Ketua Komisi I DPRD Medan Sabar Syamsurya Sitepu foto bersama siswa Seskoad, Mayor TNI Dedy Wijayanto dan Mayor TNI Ratih Fitriani yang sedang mengikuti kuliah kerja lapangan (KKL), usai berkunjung ke DPRD Medan, Selasa (23/7). Turut mendampingi, Zulkarnain Yusuf Nasution, Proklamasi Naibaho dan Hj Hamidah.

Medan-Sumawa

Dua siswa-siswi Sekolah Komando Angkatan Darat (Sekoad), Mayor TNI Dedy Wijayanto dan Mayor TNI Ratih Fitriani yang sedang mengikuti kuliah kerja lapangan (KKL) berkunjung keKomisi I DPRD Medan. Mereka diterima Ketua Komisi Sabar Syamsurya Sitepu, Zulkarnain Yusuf Nasution, Proklamasi Naibaho dan Hj Hamidah.

Komisi A banyak bercerita tentang narkoba yang semakin mengkhawatirkan. Ketua Komisi I Sabar Sitepu berharap peran serta TNI memberantas narkoba, karena sudah sangat membahayakan negara. Apalagi Presiden sudah mengatakan bahwa Indonesia darurat narkoba. Maka perlu peran semua pihak untuk memberantasnya termasuk TNI.

Menurut politisi P Golkar ini, narkoba masuk kebanyakan melalui “pelabuhan tikus” hingga sampai ke Medan. Akibatnya, narkoba sudah banyak merasuk otak kaum milenial. “Presiden Jokowi juga pernah mengatakan, kaum milenial Indonesia harus bertalenta. Bagaimana lagi milenial kita bertalenta kalau otaknya sudah tercemar narkoba. Maka saran kami perlu ada tim gabungan memberantas narkoba di Medan,” kata Sabar Sitepu.

Hal senada dikatakan Zulkarnain Yusuf Nasution. Menurut politisi PAN ini, salah satu cara menekan peredaran narkoba dengan membentuk BNN Kota Medan. Tapi sudah begitu lama usulan tersebut tapi tidak terealisasi. Belum lagi keberadaan kepling tidak melaporkan kondisi lingkungannya kepada aparat.

“Kami sudah lelah membahas persoalan narkoba di Kota Medan, tapi tidak ada hasilnya,” ungkap Zulkarnain Yusuf.

Mayor Dedy mengatakan, untuk ikut memberantas narkoba, harus ada pihak yang meminta kepada TNI, seperti pemerintah. Pengalaman di Kota Medan tentang narkoba akan mereka bawa ke Seskoad untuk menjadi bahan diskusi dalam pendidikan.(P.H)