Beranda Daerah

Konsul Jenderal China Berkunjung Ke DPRD Kota Medan Cina Tidak Ada Memasarkan Barang “KW” di Indonesia, Tapi Hanya Persaingan Harga

110
Cenderamata: Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung didampingi Ketua Komisi I Sabar Syamsurya Sitepu, Ketua Komisi II Bahrumsyah, Anggota DPRD Medan: M Nasir, Hj Hamidah dan Wong Chun Sen menyerahkan cenderamata kepada Konjen RRC Qiu Weiwei didampingi Wakil Konjen Fu Aimin usai menerima kunjungan Konsulat RRC di DPRD Kota Medan, Senin (22/7/19).(Foto SIB/Dok)

Medan-Sumawa

Konsul Jenderal Republik Rakyat Cina (RRC) Qiu Weiwei mengatakan, Cina tidak ada memproduksi barang “KW” (tiruan) sehingga harganya murah. Seperti produk telepon seluler yang juga banyak dipasarkan di Indonesia, khususnya Kota Medan.

Yang ada hanya persaingan harga antar perusahaan yang memproduksi barang sejenis dan tergantung pesanan perusahaan pemasar. Apakah memesan ponsel dengan harga yang mahal, tapi ada juga barang model sama tapi harganya murah.

“Itu persaingan harga, bukan barang tiruan (KW). Banyak perusahaan memproduksi barang yang sama dengan harga berbeda-beda, sehingga hargapun bersaing,” kata Qiu Weiwei didampingi Wakil Konjen Fu Aimin bersama seorang penerjemah ketika berkunjung ke Sekretariat Dewan Perwakilan DPRD) Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis No 1 Kota Medan, Senin (22/7).

Dia juga menyinggung banyaknya isu tenaga asing dari RRC yang banyak bekerja di Indonesia. Diakuinya Cina memiliki beberapa perusahaan di Indonesia, tapi mayoritas pekerjanya adalah orang Indonesia. “Seperti ada perusahaan di Pangkalan Susu dari 1600 pekerja, hanya 200 orang pekerja Cina, kalau proyek selesai mereka seluruhnya dipulangkan ke Cina. Di Jambi juga ada perusahaan Cina, tapi seluruh pekerjanya orang Indonesia,” terang Weiwei yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Anggota DPRD Medan Drs Wong Chun Sen MPd (B).

Kehadiran rombongan negara sahabat ini terima Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung S SH MH, Wakil Ketua H Iswanda Ramli, Ketua Komisi I Sabar Syamsurya Sitepu S.IKom, Ketua Komisi II H Bahrumsyah SH, Ketua Fraksi Demokrat Herri Zulkarnain Hutajulu, Wong Chun Sen, Hj Hamidah SH, M Nasir, Sekwan Abdul Aziz dan staf DPRD Medan.

Henry Jhon Hutagalung menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan kunjungan silahturahmi apalagi Konsulat dari RRC tersebut masih baru bertugas di Kota Medan, Sumatera Utara – Indonesia. Sehingga Konsulat ini perlu berkungjung ke DPRD Kota Medan untuk saling berkenalan dan juga mengucapkan terimakasih kepada pimpinan dan anggota Dewan yang telah menerima kehadiran mereka.

Qiu Weiwei dan Fu Aimin berterimakasih atas sambutan yang diberikan oleh pimpinan dewan beserta anggota Dewan . Konsulat RRC ini juga mengatakan kerjasama antara Indonesia dengan Tiongkok bisa lebih baik lagi, karena kedua negara saling bertukar informasi khususnya DPRD. Mereka (konsulat RRC-red) mengatakan akan mengundang dewanberkunjung ke China.

Ketua DPRD Kota Medan menyampaikan bahwa sejak di zaman pemerintahan Presiden Soekarno, Pemerintah Indoneia telah ada melakukan banyak kerjasama dengan pemerintah Tiongkok (Ciina), bahkan sampai di era Presiden Megawati Soekarno Putri sampai Presiden Jokowi, Pemrintah Tingkok juga sudah bekerjasama dengan Negara Indonesia tentang Infrastruktur, baik dalam perdagangan, Industri dan ekspor dan Inpor dan masih berjalan dengan baik.

” Warga Tiongkok juga sangat mematuhi peraturan di Indonesia, baik orang asing yang ada di Indonesia, maupun yang berinvestasi. Menurut informasi dari mereka bahwa tidak begitu banyak orang Tiongkok yang berada di Indonesia. Namun kita mendapat laporan, berapa orang asing yang datang ke Indonesia memakai visa wisata namun diketahui bekerja. Atas kejadian itu, pemerintah Tiongkok akan memberikan pendidikan kepada rakyatnya untuk mematuhi peraturan dan hukum yang ada di Indonesia. Begitu juga dengan orang Indonesia yang berbisnis dengan Negara Tiongkok,” terang Henry Jhon.(P.H)