Beranda Daerah

Pdt Dr Eben Siagian Mari Kita Hormati KPU, Siapapun Nanti Capres/Cawapres Terpilih Semua Pihak Harus Menerima

237
Pdt Dr Eben Siagian

Medan, Sumawa.Com

Salah satu unsur Ketua di PGI Wilayah Sumut Pdt Dr Eben Siagian berharap, Indonesia tetap kondusif setelah KPU mengumumkan siapa pemenang Pilpres 17 April lalu. Karena KPUlah lembaga resmi yang dibentuk pemerintah sebagai penyelenggara Pemilu, sehingga harus dihormati.

“Saya mengapresiasi rakyat Indonesia sudah dewasa dalam berpolitik, terbukti partisipasi pemilih meningkat dan Pemilu berjalan lancar dan aman. Harus kita akui, semua itu berkat peran serta semua pihak. Pengamanan TNI-Polri, kerja keras KPU, Bawaslu, PPK, PPS dan peran serta masyarakat, perlu mendapat acungan jempol,” kata Pdt Eben kepada wartawan, Minggu (28/4).

Namun, lanjut Sekjen Gereja Tuhan di Indonesia (GTDI) ini, pasca pemilu dan keluarnya hasil hitung cepat lembaga survey (quick count) ada pihak-pihak yang keberatan dan bahkan menyudutkan KPU.

“Ada kelompok yang mendeklarasikan calon mereka yang menang, sehingga membuat rakyat jadi was-was apa gerangan yang terjadi ketika KPU mengumumkan secara resmi paslon mana yang menang dalam Pilpres,” terangnya.

Sebagai hamba Tuhan, Pdt Eben sangat berharap masyarakat legowo kalau dukungannnya kalah. Apapun hasilnya oleh KPU harus diterima dengan lapang dada, karena yang namanya pemilihan harus ada yang menang dan kalah.

“Kita harus siap kalah dan siap menang, karena setelah penetapan Capres/Cawapres oleh KPU, ada digelar kampanye damai. Kedua paslon dan parpol pendukungnya menyatakan siap kalah dan menang. Siapapun nanti yang terpilih, mereka berdualah pemimpin bangsa yang harus kita dukung dan hormati. Toh kedua paslon tersebut adalah putra-putra terbaik bangsa,” tuturnya.

Dia juga berharap, jangan hanya karena beda pilihan terjadi konflik. Kemerdekaan Indonesia itu sangat mahal dan tidak ternilai harganya. Selain karena diperjuangkan dengan pertumpahan darah, kemerdekaan Indonesia adalah anugerah Tuhan. Sehingga Indonesia menjadi negara kesatuan, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Kalau itu kita ganti. Nerarti kita mengingkari anugerah Tuhan tersebut. Kalau sudah NKRI harus sama-sama kita pertahankan, jangan ada yang suka-suka mau menggantinya,” tegasnya seraya mengatakan, sebaiknya ke depan, Pileg dan Pilpres harus dipisah. (P.H)