Beranda Peristiwa Agama

Ribuan Umat Islam Solat Idul Fitri di Lapangan Merdeka Islam Larang Saling Bermusuhan, Perbedaan Adalh Keniscayaan yang Dikehendaki Allah

47
SOLAT IDUL FITRI: Gubernur Sumut H Edy Rahmayadi, Wagub Sumut H Musa Rajekshah, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Wakil Wali Kota Akhyar Nasution, bersama ribuan umat Islam Kota Medan melaksanakan Solat Idul Fitri 1440 H/2019 M, Rabu (5/6) di Lapangan Merdeka Medan.

Medan-Sumawa.Com

Ribuan umat Islam Kota Medan melaksanakan solat Idul Fitri 1440 H/2019 M, Rabu (5/6) di lapangan Merdeka Medan. Solat Idul Fitri dipimpin Imam H Mad Kasad Lubis SPd.I (Qori nasional), sebagai Khatib Dr H Ardiansyah Lc MA (Sekum MUI Sumut).

Gubernur Sumut H Edy Ramayadi, Wagub Sumut H Musa Rajekshah ikut dalam solat tersebut. Begitu juga Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin S MSi, Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi, sejumlah pejabat di jajaran pemprovsu, organisasi pimpinan daerah (OPD) Pemko Medan dan tokoh-tokoh masyarakat.

H Ardiansyah dalam khutbah Idul Fitri menyampaikan bahwa Islam tidak melarang berkelompok dan berbeda, yang dilarang adalah saling bermusuhan. Sebagaimana ditegaskan dalam firmanNya: “Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai berai dan berselisih dalam tujuan setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat (Q.S Ali Imran (3):ayat 105).

“Karena kita semua ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, kita satu bangsa, satu bahasa dan satu tanah air. Kita telah sepakat untuk ber-Bhineka Tunggal Ika,” ucap Dr H Ardiansyah Lc MA (Seketaris Umum MUI Sumut) dalam khotbahnya, ketika menjadi khatib pada Solat Idul Fitri 1440 H/2019M, Rabu (5/6) di lapangan Merdeka, Medan.

Keragaman dan perbedaan kata dia adalah, keniscayaan yang dikehendaki Allah untuk seluruh makhluk, termasuk manusia. “Seandainya Allah menghendaki niscaya kamu dijadikan satu umat, tapi tidak demikian kehendakNya. Itu semua untuk menguji kamu menyangkut apa yang dianguerahkanNya kepada kamu. Karena itu, berlomba-lombalah dalam kebajikan,” ungkapnya.

Lanjutnya, siapa yang mencintai sesuatu pasti akan memelihara, merawat dan berkorban untuknya. Demikian juga tanah air Indonesia yang terbentang indah terbentang dari sabang sampai Merauke, harus dibangun, dimakmurkan serta dipelihara persatuan dan kesatuannya.

“Persatuan dan kesatuan adalah anugerah Allah yang tidak ternilai. Allah jualah yang menyatukan hati anak bangsa ini untuk hidup rukun bersama di dalam bingkai NKRI. Bersatunya hati bukanlah kerja manusia, tapi anugera Allah SWT yang tiada ternilai harganya,” terangnya.

Sebaliknya, perpecahan dan permusuhan adalah bentuk siksa Allah. Itulah antara lain yang diuraikan al-Qur’an berkenaan dengan negeri Saba. Negeri yang tadinya dilukiskan sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghufur (negeri sejahtera yang dinaungi ampun Ilahi). Tapi mereka durhaka dan menganiaya diri mereka sendiri dengan kemusyrikan dan permusuhan. Maka Allah SWT membinasakan negeri Saba beserta penduduknya dan mencabik-cabik kehidupan mereka.

“Mari kita petik peristiwa negeri Saba, agar umat berikutnya tidak mengulangi kesalahan yang sama. Sebab Allah telah menetapkan ketetapanNya yang disebut sunnatullah. Bahwa silaturahim, persatuan dan kesatuan akan menghantarkan kita kepada kesejahteraan dan kemakmuran. Sedangkan memutus silaturahim, perpecahan dan permusuhan akan membenamkan kita dalam kesengsaraan dan kesulitan,” ucapnya.

Kesadaran tentang kesamaan dan kebersamaan, terang Ardiansyah, merupakan salah satu sebab mengapa dalam rangkaian idul fitri setiap muslim berkewajiban menunaikan zakat fitrah. Zakat tersebut diharapkan dapat memperkecil kesenjangan sosial antara kaya dan miskin atau bahkan menghilangkannya sama sekali.

“Marilah kita jadikan idul fitri ini sebagai momentum membangun “Medan Rumah Kita”, dengan merajut silaturahim, merawat persatuan dan persaudaraan kita. Menyatupadukan hubungan kasih sayang antara kita semua menuju Sumut bermartabat. Marilah kita saling memaafkan, menghapus karat amarah, iri dan benci dalam diri, semuanya sirna di hari yang fitri ini,” imbuhnya. (phs)