Beranda Daerah

Terkait Virus Kolera Babi, Ketua Sementara DPRD Medan Minta Dinkes dan Distanla Segera Turun

19
Hasyim SE

Medan-Sumawa.Com

Terkait adanya pemberitaan di tujuh kabupaten di Sumut sudah terjangkit virus kolera babi, Ketua Sementara DPRD Medan Hasyim SE mengimbau pemko melalui dinas kesehatan dan dinas pertanian dan kelautan membentuk tim. Kemudian turun ke lokasi-lokasi ternak penduduk, karena di Medan ternak babi sudah banyak yang mati akibat virus ini.

“Juga berkordinasi dengan PD Rumah Potong Hewan (RPH) apakah virus ini sudah menjangkiti hewan babi di perternakan milik warga. Pemko jangan menunggu ada wabah dan jatuh korban dulu, tapi turun ke lokasi dan memberi laporan kepada wali kota dan menyampaikan kepada publik tentang kondisi Medan terhadap kolera babi, apakah sudah mulai terjangkit atau masih aman,” kata Hasyim, Rabu (6/11).

Menurut dia, kalau ada hewan yang sudah terjangkit agar segera dilakukan pemusnahan, kalau belum terjangkit supaya diberi suntikan vaksin terhadap babi agar yang sehat tidak tertular. Bagi warga yang hewannya ikut dimusnahkan agar diberi pemerintah pesangon, supaya peternak tidak terlalu rugi.

“Tim harus cek ke peternak-peternak masyarakat dan rumah sakit. Tujuannya untuk mengetahui kondisi medan pasca merebaknya virus kolera babi. Meski medan menurut kabarnya belum terjangkit, tapi lebih baik mencegah daripada mengobati. Cek ke rumah sakit, apakah ada warga medan yang sakit seperti terjangkit virus tersebut,” terangnya.

Pemko juga, lanjut Hasyim harus memberi instruksi kepada peternak jika menemukan babi dengan ciri-ciri seperti virus kolera babi agar segera memberitahukan kepada kelurahan, puskemas agar diteruskan ke dinas kesehatan dan distanla.

“Jangan sampai ada masyarakat yang menjual daging babi yang sudah kena virus, karena orang lain bisa jadi korban. Para peternak harus terbuka jugalah, jangan menutup-nutupi jika ada ciri-ciri ternaknya kena virus, semua ini untuk kebaikan bersama,” ungkapnya.

Ia berharap, pemko harus bergerak cepat jangan menunggu kabar apakah medan terkena virus atau tidak. Jangan kalah cepat dengan berita hoaks (berita bohong) yang sengaja mendramatisir kondisi Medan sudah KLB (kondisi luar biasa) virus kolera babi.

“Bukan tidak mungkin berita bohong tersebut cepat meluas di media-media sosial, hal itu bisa membuat masyarakat tidak tenang. Untuk mengnatisipasi berita bohong, pemko harus bergerak cepat, meneliti di lapangan dan menyampaikan kepada masyarakat melalui media massa ataupun medsos tentang kondisi medan sebenarnya terhadap virus kolera babi,” tegas mantan anggota DPRD Medan ini (P.H).